Tuesday , August 20 2019
Home / Berita / Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Tutup Selama 3,5 Jam Saat Hari Raya Idul Adha

Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Tutup Selama 3,5 Jam Saat Hari Raya Idul Adha

ACEH (Mata-Media.Net) – Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh akan tutup selama 3,5 jam pada Ahad (11/8/2019) nanti. Hal ini dilakukan untuk menghormati petugas bandara yang melakukan shalat dan perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh menghentikan operasional bandara selama 3,5 jam saat lebaran Idul Adha. Penutupan ini dilakukan untuk menjawab permintaan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

“Setelah dilakukan koordinasi, imbauan Bupati Aceh Besar tersebut dapat diakomodir dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, manajemen Bandara SIM menghentikan sementara operasional bandara pada 11 Agustus 2019 dari pukul 07.25 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB,” kata GM PT Angkasa Pura-2 Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiono, pada Jumat (9/8/2019).

Saat operasional dihentikan, petugas bandara akan melaksanakan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban. Kegiatan itu dilakukan di halaman parkir Bandara SIM.

Menurut Yos, untuk tahun 2019 ini Bandara SIM akan menyembelihkan empat (4) ekor sapi dan satu (1) ekor kambing. Daging qurban ini nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar bandara.

“Terkait penyembelihan hewan qurban, manajemen bandara SIM sudah melaksanakannya setiap tahun. Namun, penyelenggaraan shalat Idul Adha bersama di bandara, ini untuk yang pertama kali diadakan oleh Bandara SIM,” jelas Yos.

“Untuk itu, Bandara SIM membutuhkan dukungan positif dari semua pihak, baik dari komunitas bandara, pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat agar pelayanan kepada pengguna jasa bandara menjadi lebih baik dengan tetap mendukung penerapan syariat Islam yang kaffah di Provinsi Aceh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pada jam 7.25 WIB sampai 11.00 WIB, ada dua (2) penerbangan ke Bandara SIM. Keduanya yaitu Air Asia dari Kuala Lumpur mendarat pukul 08.00 WIB serta Citilink dari Bandara Halim mendarat pukul 09.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, permintaan larangan penerbangan ini dilakukan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali lewat surat yang dikirim ke GM Angkasa Pura. Perihal surat tersebut adalah ‘Menghentikan penerbangan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha’.

“Kepada seluruh maskapai penerbangan yang melakukan take off dan landing di Bandara SIM, Aceh Besar, untuk menghentikan penerbangan pada saat hari pertama Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Kepada seluruh komunitas bandara dan kru pesawat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha di bandara atau di tempat masing-masing,” bunyi sub poin b surat tersebut.

Penutupan itu juga merujuk pada perayaan Nyepi umat Hindu di Bali yang bisa menghentikan seluruh penerbangan sehari penuh. Bupati Mawardi berharap agar hal itu juga bisa terjadi di Aceh Besar.

“Kenapa di Bali bisa sampai 24 jam, kalau hari Nyepi itu dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi besoknya. Itu tidak ada pesawat. Jangankan pesawat yang terbang, pesawat yang bergerak saja tidak ada,” ungkap Mawardi di kediamannya di kawasan Lambaro, Aceh Besar, pada Jumat (26/7/2019). [Abd/dbs]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...