Saturday , September 21 2019
Home / Berita / Tak Terima di Poliandri, Pria di Bandung Tebas Suami Baru Sang Istri

Tak Terima di Poliandri, Pria di Bandung Tebas Suami Baru Sang Istri

BANDUNG (Mata-Media.Net) – Dalam Islam, tak ada istilah dan syariat Poliandri (istri memiliki suami lebih dari satu). Namun yang ada adalah syariat Ta’addud atau Poligami (suami boleh memiliki dan mempunyai lebih dari satu istri dan maksimal 4 istri).

Namun, poliandri ternyata terjadi di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Karena tak terima istrinya melakukan poliandri, Asep Saepudin alias Ujang (34 tahun) marah dan nekat menebas suami baru sang istri. Akibatnya, jari kelingking suami kedua istrinya itu putus.

Insiden berdarah ini berlangsung di gang yang masuk Jalan Sukabakti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung pada Minggu (4/8/2019). Ujang yang terbakar api cemburu mendatangi suami baru si istri bernama Cece Carmadi sambil membawa sebilah golok.

“Karena istrinya menikah siri dengan korban, hal itu menyulut cemburu. Korban didatangi oleh pelaku di sebuah gang, berhadapan satu sama satu,” ucap Kapolsek Kiaracondong, Kompol Asep Saepudin di Mapolsek Kiaracondong, Kota Bandung pada Kamis (5/9/2019).

Cekcok berujung duel tak terhindarkan. Ujang melayangkan golok ke arah kepala Cece. “Diarahkan ke kepala, tapi ditangkis oleh korban dengan tangannya, mengenai kelingking sampai putus,” ujar Asep.

Asep menuturkan, istri Ujang menikah lagi dengan Cece karena berbagai pertimbangan. Bahkan sudah tiga bulan ini, menurut Asep, Ujang dan istrinya pisah ranjang.

“Salah satunya karena nggak pernah dibiayai. Memang selama ini pelaku belum diceraikan oleh istrinya. Kemudian menikah siri dengan korban. Jadi poliandri,” tutur Asep.

Ujang kini harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia ditahan di Mapolsek Kiaracondong. Bapak dua anak ini dijerat Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan. [Abd/dbs]

Check Also

Mantan Presiden Diktator Tunisia Ben Ali Tewas di Saudi

JEDDAH (Mata-Media.Net) – Mantan presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, pemimpin pertama yang digulingkan oleh ...