Monday , October 14 2019
Home / Berita / Sesama Syiah Saling Ribut, Demo di Iraq Tewaskan 31 Orang & Lukai Ribuan Orang

Sesama Syiah Saling Ribut, Demo di Iraq Tewaskan 31 Orang & Lukai Ribuan Orang

BAGHDAD (Mata-Media.Net) – Kota Baghdad yang dikuasai rezim Syiah Rafidhah Iraq sedang bergolak. Walhasil, sesama Syiah saling ribut, baik yang menjadi aparat dan pejabat melawan rakyat. Ribuan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara rezim Syiah Iraq di kota Baghdad dan wilayah selatan negara itu pada Kamis (3/10/2019).

Hari ketiga demonstrasi, massa sudah menewaskan 31 orang Syiah dan melukai ribuan kaum Syiah. Melawan gas air mata dan peluru, truk-truk demonstran bersatu melampiaskan amarah mereka atas kasus korupsi, pengangguran, dan layanan buruk selama pemerintahan Syiah Iraw dibawah kendali Perdana Menteri (PM) Adel Abdel Mahdi.

Dalam kemunculan publik pertamanya sejak protes dimulai, sang perdana menteri berpidato di televisi pada Jumat pagi saat baku-tembak meletus di seluruh Baghdad.

Dia menggambarkan peristiwa ini sebagai proses penghancuran seluruh negara, namun menahan diri untuk tidak langsung menanggapi tuntutan para pemrotes.

Sebaliknya, Abdel Mahdi membela prestasi pemerintahnya dan menjanjikan tunjangan bulanan untuk keluarga miskin, sambil meminta waktu untuk menerapkan agenda reformasi yang dijanjikannya tahun lalu, meskipun hal itu tidak terealisasi.

Hingga kini Abdel Mahdli lebih memilih berkomunikasi dengan pernyataan tertulis, bahkan ketika media pemerintah menyebut dia sudah bertemu dengan para pemimpin protes yang tidak disebutkan namanya.

Beberapa jam sebelumnya di Baghdad, kerumunan orang membengkak di sekitar kementerian minyak dan industri. Para demonstran yang seluruhnya kaum Syiah berbondong-bondong menuju ke Tahrir Square di Baghdad untuk mendemo pemerintah Syiah Iraq.

“Kami akan terus berjalan sampai pemerintah tumbang,” kata Ali (22 tahun), lulusan universitas yang menganggur. “Saya tidak punya apa-apa selain 250 lira (0,20 dolar) di saku saya, sementara pejabat pemerintah memiliki jutaan,” imbuhnya kepada AFP.

Sebagian besar demonstran membawa bendera nasionalis Iraq sementara yang lain memegang spanduk bertuliskan nama Hussein, putra sahabat Ali bin Abi Tholib yang dihormati dalam agama Syiah.

Polisi dan pasukan militer menggunakan senjata otomatis yang dipasang pada kendaraan militer untuk menembak ke tanah, peluru memantul ke kerumunan warga Syiah.

Aksi demonstrasi hingga kini sudah menewaskan 31 orang, termasuk dua petugas polisi, dan lebih dari 1.000 orang terluka. Protes dimulai pada Selasa (1/10/2019) di Baghdad dan menyebar ke selatan. Beberapa kota memberlakukan jam malam namun pengunjuk rasa tetap membanjiri jalan-jalan. [AR/dbs]

Check Also

12 Masjid di Jerman Terima Ancaman Bom & Pesan Islamophobia

BERLIN (Mata-Media.Net) – Islamophobia masih juga belum hilang dari Eropa. Sejumlah masjid dan politisi di Jerman ...