Sunday , April 5 2020
Home / Berita / Usai Wiranto Ditusuk, Densus 88 Ciduk 24 Orang Terduga Teroris

Usai Wiranto Ditusuk, Densus 88 Ciduk 24 Orang Terduga Teroris

SEMARANG (Mata-Media.Net) – Setelah peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) lalu, Densus 88 langsung bergerak ekstra cepat dengan menciduk sebanyak 24 orang terduga teroris sampai hari Selasa (15/10/2019), termasuk yang terbaru adalah aksi Densus 88 yang menciduk dua (2) orang yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Pasutri terduga teroris itu diciduk Densus 88 di Desa Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang pada Selasa pagi. Ketua RW 4 Desa Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang, Muh Khafidz membenarkan penangkapan terduga teroris yang tinggal di rumah kontrakan Jalan Morokono, Gunungpati, itu.

“Sekitar pukul 07.00 WIB saya diberi tahu Pak RT agar datang ke lokasi,” ujarnya, pada Selasa.

Informasi yang dihimpun, pasutri yang diciduk Densus 88 itu berinisial A (44 tahun) dan MH (44 tahun). Pasutri tersebut memiliki 2 anak. Selain menciduk pasutri tersebut, Densus 88 juga membawa sejumlah barang dari kontrakan keduanya.

Sebelumnya, sebanyak 22 terduga teroris ditangkap Densus 88 setelah penyerangan terhadap Wiranto. Para terduga teroris ditangkap di 8 provinsi.

Delapan (8) provinsi itu adalah Banten, Jawa Barat (Jabar), Bali, Jambi, Jakarta, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Utara (Sulut), dan Lampung. Data penangkapan itu tercatat pada 10-14 Oktober.

“Ini adalah penangkapan terduga pelaku tindak kejahatan terorisme dari tanggal 10 sampai 14 Oktober. Sudah 22 tersangka yang dilakukan preventive strike atau penegakan hukum,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (14/10/2019) kemarin.

Dedi menuturkan Densus 88 terus mengembangkan penyidikan untuk memperkecil kemungkinan aksi dari kelompok-kelompok teroris.

“Dari Densus masih ada di lapangan. Selain mengembangkan kasus, Densus juga melakukan langkah-langkah mitigasi maksimal supaya kelompok teroris tersebut tidak berhasil melakukan amaliyahnya,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan kelompok-kelompok teroris itu memiliki ciri khas berbaiat ke ISIS dan memiliki tujuan hidup melakukan aksi teror. Dalam merencanakan serangan, mereka bergerak sendiri-sendiri.

“Setelah menyampaikan idenya hendak melakukan amaliyah, dia independen dan mereka bergerak untuk amaliyah sesuai kemampuan masing-masing. Kalau dia bisa membom, dia akan bom bunuh diri. Kalau dia mampunya amaliyah pakai senjata tajam, ya pakai senjata tajam saja,” ujar Dedi. [Abd/dbs]

Check Also

Dalam Sehari, Hampir 1.500 Orang di AS Tewas Karena Virus Corona

WASHINGTON (Mata-Media.Net) – Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sejak pandemi virus Corona atau Covid-19 ...