Thursday , November 21 2019
Home / Berita / IS Tunjuk Syaikh Abu Ibrahim Al-Hasyimi Jadi Khalifah Baru Pengganti Syaikh Al-Baghdadi

IS Tunjuk Syaikh Abu Ibrahim Al-Hasyimi Jadi Khalifah Baru Pengganti Syaikh Al-Baghdadi

DAMASKUS (Mata-Media.Net) – Islamic State (IS) menunjuk Syaikh Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Qurosyi untuk menjadi Khalifah baru kaum Muslimin sebagai pengganti Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Qurosyi yang meninggal setelah melakukan pertempuran melawan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Keputusan itu diumumkan oleh juru bicara (jubir) terbaru IS, Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir Al-Qurosyi dalam sebuah audio berdurasi 7:37 menit yang dirilis oleh Yayasan atau Departemen Media Al-Furqon berjudul “Barangsiapa yang memenuhi apa yang Allah janjikan kepadanya, maka dia akan mendapatkan pahala yang besar” pada hari Kamis (31/10/2019) malam.

Syaikh Abu Hamzah sendiri merupakan jubir IS ketiga setelah Syaikh Abu Muhammad Al-Adnani yang meninggal pada tanggal 30 Agustus 2016 di provinsi Aleppo atau Halab, Suriah dalam operasi militer melawan pasukan koalisi Salibis internasional pimpinan AS dan Syaikh Abu Hasan Al-Muhajir Al-Jazrawi yang juga meninggal pada Sabtu, 26 Oktober 2019 di Jarablus, Suriah.

Dalam audio tersebut, pengumuman tentang kesyahidan Syaikh Al-Baghdadi dan Syaikh Abu Hasan baru dirilis oleh media resmi IS beberapa hari setelah kabar kematian keduanya karena menunggu hasil musyawarah para ulama IS yang tergabung dalam Majelis Syuro IS untuk menentukan dan menunjuk Khalifah baru pengganti Syaikh Al-Baghdadi.

Namun dengan kejujuran IS dan media resminya, pengumuman tentang kesyahidan Syaikh Al-Baghdadi dan Syaikh Abu Hasan tetap disampaikan dan dipublish kepada khalayak serta kaum Muslimin. Tentu hal ini sangat berbeda dengan kelompok Nasionalis Taliban dan Al-Qaeda beserta para pendukungnya diseluruh dunia yang menyembunyikan kematian Mullah Muhammad Umar selama beberapa tahun.

Sebelumnya, IS pada hari Kamis (31/10/2019) malam secara resmi mengumumkan kematian dan kesyahidan pemimpin tertinggi mereka, Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi. Selain itu, IS juga mengumumkan kesyahidan juru bicara (jubir)-nya, yakni Syaikh Abu Hasan Al-Muhajir.

Pengumuman itu disampaikan oleh jubir terbaru IS, Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir Al-Qurosyi dalam sebuah audio berdurasi 7:37 menit yang dirilis oleh Yayasan atau Departemen Media Al-Furqon berjudul “Barangsiapa yang memenuhi apa yang Allah janjikan kepadanya, maka dia akan mendapatkan pahala yang besar”.

Namun dalam audio terbaru itu, Syaikh Abu Hamzah tidak menjelaskan dimana lokasi kematian Khalifah Ibrahim bin Awwad dan Syaikh Abu Hasan Al-Muhajir. Rencananya, dalam rilisan majalah Mingguan An-Naba’ pada pekan pertama bulan Rabi’ul Awwal 1441 H atau awal bulan November 2019 M akan diberitakan lebih detail tentang kesyahidan keduanya.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk yang kesekian kalinya kembali mengklaim telah membunuh pemimpin tertinggi Islamic State (IS), Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi. Kali ini, Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi kematian Syaikh Al-Baghdadi dengan mengatakan bahwa pria bernama asli Ibrahim bin Awwad itu meledakkan diri dengan rompi yang berisi bahan peledak.

“Dia meledakkan rompinya, yang membunuh dirinya sendiri dan tiga anak,” kata Trump dalam siaran persnya yang disampaikan pada Minggu (27/10/2019) melalui sebuah video.

Sementara itu, para pendukung IS diseluruh dunia menyerukan kaum Muslimin dan para pendukung IS untuk tidak percaya begitu saja dengan kabar yang dihembuskan oleh Salibis AS maupun musuh-musuh Islam lainnya seperti Rusia maupun negara-negara Syiah beserta media-media milik mereka.

Selain itu, para pendukung IS diseluruh dunia menyerukan kaum Muslimin dan para pendukung IS untuk menunggu berita dan rilisan dari media resmi IS, seperti Departemen Media Al-Furqon, wakalah A’maaq, wakalah Nasyir atau majalah Mingguan An-Naba’. [AR/dbs]

Check Also

Demo Tolak Kenaikan BBM di Iran Tewaskan 106 Lebih Orang Syiah

TEHERAN (Mata-Media.Net) – Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara Syiah Iran mengakibatkan sebanyak 106 orang ...