Thursday , November 21 2019
Home / Berita / Syaikh Al-Baghdadi Meninggal Usai Bertempur Lawan Pasukan Khusus AS

Syaikh Al-Baghdadi Meninggal Usai Bertempur Lawan Pasukan Khusus AS

IDLIB (Mata-Media.Net) – Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir Al-Qurosyi selaku jubir IS dalam audio terbaru berdurasi 7:37 menit yang dirilis oleh Yayasan atau Departemen Media Al-Furqon pada hari Kamis (31/10/2019) malam menyatakan bahwa Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi telah meninggal dunia.

Pengumuman itu disampaikan untuk menjawab teka teki dan sejumlah pertanyaan yang muncul dari publik setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Minggu (27/10/2019) menyebut bahwa pemimpin tertinggi IS itu meninggal dalam sebuah penyerbuan yang dilakukan oleh pasukan khusus AS di desa Barisha, provinsi Idlib, Suriah pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Dalam konferensi persnya, Trump menyebut bahwa Syaikh Al-Baghdadi meninggal dengan cara meledakkan bom rompi yang ia pakai setelah berusaha kabur dan terdesak di terowongan oleh serangan pasukan khusus AS. “Dia meledakkan rompinya, yang membunuh dirinya sendiri dan tiga anak,” kata Trump dalam siaran video dari AFP, pada Minggu sembari menyebut pengecut.

Namun dalam sejumlah informasi dan berita di media Twitter dijelaskan bahwa Khalifah Ibrahim bin Awwad meninggal setelah melewati pertempuran yang cukup berani melawan pasukan khusus AS yang mengepung kediaman sementara yang ia tempati di desa Barisha. Tidak ada upaya mundur dari Syaikh Al-Baghdadi dan para pengawalnya ketika melakukan perlawanan terhadap pasukan khusus Salibis AS meskipun saat itu kondisinya sedang terkepung.

Ketika sejumlah pasukan khusus AS hendak mendekati posisinya, Syaikh Al-Baghdadi kemudian meledakkan bom rompi yang ia kenakan hingga membuat sejumlah tentara Delta AS tewas dan terluka. Demikian menurut salah satu pejabat di AS yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebelumnya diberitakan, Islamic State (IS) menunjuk Syaikh Abu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Qurosyi untuk menjadi Khalifah baru kaum Muslimin sebagai pengganti Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Qurosyi yang meninggal setelah melakukan pertempuran melawan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Keputusan itu diumumkan oleh juru bicara (jubir) terbaru IS, Syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir Al-Qurosyi dalam sebuah audio berdurasi 7:37 menit yang dirilis oleh Yayasan atau Departemen Media Al-Furqon berjudul “Barangsiapa yang memenuhi apa yang Allah janjikan kepadanya, maka dia akan mendapatkan pahala yang besar” pada hari Kamis (31/10/2019) malam.

Syaikh Abu Hamzah sendiri merupakan jubir IS ketiga setelah Syaikh Abu Muhammad Al-Adnani yang meninggal pada tanggal 30 Agustus 2019 di provinsi Aleppo atau Halab, Suriah dalam operasi militer melawan pasukan koalisi Salibis internasional pimpinan AS dan Syaikh Abu Hasan Al-Muhajir Al-Jazrawi yang juga meninggal pada Sabtu, 26 Oktober 2019 di Jarablus, Suriah.

Dalam audio tersebut, pengumuman tentang kesyahidan Syaikh Al-Baghdadi dan Syaikh Abu Hasan baru dirilis oleh media resmi IS beberapa hari setelah kabar kematian keduanya karena menunggu hasil musyawarah Majelis Syuro IS untuk menentukan dan menunjuk Khalifah baru pengganti Syaikh Al-Adnani.

Namun dengan kejujuran IS dan media resminya, pengumuman tentang kesyahidan Syaikh Al-Baghdadi dan Syaikh Abu Hasan tetap disampaikan dan dipublish kepada khalayak serta kaum Muslimin. Tentu hal ini sangat berbeda dengan kelompok Nasionalis Taliban dan Al-Qaeda beserta para pendukungnya diseluruh dunia yang menyembunyikan kematian Mullah Muhammad Umar selama beberapa tahun. [AR/dbs]

Check Also

Demo Tolak Kenaikan BBM di Iran Tewaskan 106 Lebih Orang Syiah

TEHERAN (Mata-Media.Net) – Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara Syiah Iran mengakibatkan sebanyak 106 orang ...