Thursday , November 21 2019
Home / Berita / Wacana Larangan Cadar & Celana Cingkrang Jadi Polemik, Menag Minta Maaf

Wacana Larangan Cadar & Celana Cingkrang Jadi Polemik, Menag Minta Maaf

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Setelah mendapatkan kritik keras, protes dan kecaman dari berbagai pihak, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akhirnya minta maaf atas ucapannya yang akan melarang pemakaian cadar dan celana cingkrang bagi PNS dan ASN. Hal itu diungkapkan Fachrul setelah menyadari bahwa pernyataannya tersebut menjadi polemik di masyarakat.

“Kalau itu menimbulkan beberapa gesekan-gesekan ya mohon maaf. Rasa-rasanya nggak ada yang salah rasanya. Mungkin saya mengangkatnya agak terlalu cepat,” kata Fachrul di The Sultan Hotel & Residence, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Setelah dilantik sebagai Menag, beberapa pernyataan Fachrul memang menjadi kontroversi seperti larangan penggunaan cadar di lingkungan instansi masyarakat, celana cingkrang, hingga soal radikalisme. Dia menyatakan pernyataan tersebut dilontarkan agar menjadi atensi masyarakat sehingga masyarakat nantinya tidak kaget bila ada peraturan yang dibuat.

Tanpa ada rasa bersalah, selain itu Fachrul juga menyampaikan pernyataan tersebut agar masyarakat kembali ingat terkait peraturan yang sudah ada. Dia menyinggung soal pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena memiliki paham yang tak sesuai dengan Pancasila.

“Tapi cepat itu juga menurut saya supaya segera bisa jadi gaung. Kemudian pada saatnya nanti saat terbit aturan-aturannya. Mungkin misalnya khilafah saya gaungkan lebih kencang mungkin kesepakatan kita membentuk peraturan perundang-undangan yang mengawali itu karena telah di dahului oleh pembubaran HTI,” ujarnya.

“Itu saya jabarkan dengan melakukan banyak hal. Mungkin juga terlalu cepat, mungkin juga niatnya nggak terlalu cepat lalu kemudian bias sehingga terpaksa diluruskan gitu, muncullah masalah-masalah celana gantung misalnya, masalah niqab misalnya atau cadar, muncul lah masalah-masalah khilafah, muncul masalah radikalisme, dan berbagai hal terkait hal itu. Kemudian memunculkan banyak kontroversi,” ucap Fachrul.

Untuk diketahui, Fachrul adalah sosok berlatar belakang militer dan sempat menjadi Wakil Panglima TNI. Pangkat terakhirnya adalah Jenderal TNI. Dia merupakan salah satu Tim Bravo 5 bersama-sama dengan Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi tim sukses Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. [Abd/dbs]

Check Also

Demo Tolak Kenaikan BBM di Iran Tewaskan 106 Lebih Orang Syiah

TEHERAN (Mata-Media.Net) – Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara Syiah Iran mengakibatkan sebanyak 106 orang ...