Sunday , April 5 2020
Home / Berita / Tak Hanya Terduga Teroris, Orang Kaya Juga Tak Mau Bermasyarakat

Tak Hanya Terduga Teroris, Orang Kaya Juga Tak Mau Bermasyarakat

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Selama ini, terduga teroris sering dicitrakan buruk oleh aparat dan media massa misalnya dianggap jarang bersosialisasi dan bermasyarakat serta bergaul dengan tetangga. Namum ternyata, yang mempunyai perilaku seperti itu juga orang-orang kaya seperti pejabat dan pengusaha.

Bahkan, mantan Wakil Presiden (Wapres), Try Sutrisno mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat sekarang ini, terutama orang-orang kaya yang dia katakan semakin susah untuk diajak berkegiatan dan gotong-royong dalam masyarakat.

“Makin di kota, orang bukan makin gotong-rotong, tetapi makin individualis. Jarang ketemu tetangga,” kata Tri Sutrisno di Jakarta pada Selasa (19/11/2019).

Hal itu dia sampaikan saat Pembekalan Materi Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Penceramah, Pengajar, dan Pemerhati yang digelar di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Hotel Borobudur, Jakarta. Ia adalah wapres terakhir pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Wakil ketua Dewan Pengarah BPIP itu juga mengatakan, momentum pertemuan di masyarakat sekarang ini makin jarang, bahkan hanya sekali atau dua kali dalam setahun.

“Ketemunya setahun sekali, saat 17 Agustus, atau Lebaran. Itu kalau RT-nya aktif, dikumpulkan,” ujarnya.

Namun, dia akui, masih saja ada orang-orang kaya yang enggan datang pada acara masyarakat semacam itu, dan menggampangkannya dengan membayar iuran. “Orang-orang kaya sulit dipertemukan, tahunya bayar. Duit itu perlu, sebagai alat, tetapi jangan untuk memperalat orang,” ucapnya.

Individualisme masyarakat di perkotaan, kata dia, ditunjukkan dengan model-model hunian yang mengadopsi pagar besar, tinggi, dan tertutup. “Peraturannya, pagar itu tingginya 1,5 meter dan terbuka. Tetapi lihat, ada rumah dengan pagar beton, tinggi, tidak ada lubang. Itu mesti ditegur,” katanya.

Selain menyalahi aturan, kata dia, keberadaan bangunan pagar yang semacam itu juga melanggar budaya dan etika bermasyarakat di Indonesia. [Abd/dbs]

Check Also

Walikota Prabumulih Sebut Meliburkan PNS & Sekolah Tak Cegah Corona

PRABUMULIH (Mata-Media.Net) – Media sosial (medsos) pada Sabtu (4/4/2020) dihebohkan oleh video viral Walikota Prabumulih, ...