Sunday , December 8 2019
Home / Berita / 500 Lebih Murid Pria Jadi Korban Pelecehan Seks Para Guru & Pejabat Afghanistan

500 Lebih Murid Pria Jadi Korban Pelecehan Seks Para Guru & Pejabat Afghanistan

KABUL (Mata-Media.Net) – Lebih dari 500 murid pria di Provinsi Logar, Afghanistan diyakini telah menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh para guru dan pejabat setempat.

Tindakan bejat itu dan kasus yang mengguncang Afghanistan dan memicu keprihatinan masyarakat internasional ini diungkap oleh dua (2) aktivis, Musa Mahmudi dan Ehsanullah Hamidi. Demikian laporan BBC pada Kamis (28/11/2019).

Namun, kedua aktivis itu sempat ditangkap oleh badan intelijen Afghanistan sebelum kemudian dibebaskan.

Kepada koran Inggris, The Guardian, Mahmudi mengungkapkan setidaknya 546 anak laki-laki diduga mengalami pelecehan seksual oleh jaringan pedofil yang melibatkan guru dan pejabat.

Beberapa korban menceritakan apa yang mereka alami kepada The Guardian, surat kabar Amerika Serikat (AS) The New York Times dan stasiun televisi berita independen Afghanistan, ToloNews.

The Guardian juga memberitakan bahwa beberapa korban “telah dibunuh”. Dikatakan pula, para pegiat sudah mendapatkan lebih dari 100 bukti berupa rekaman video.

Salah seorang korban, remaja laki-laki berusia 14 tahun kepada The New York Times mengatakan, seorang guru memanggilnya dan memberitahu ia akan lulus ujian jika “melakukan hal kecil” untuk sang guru.

Remaja ini menuturkan guru tersebut “membawanya masuk ke ruang perpustakaan sekolah, mengunci pintu, dan kemudian memperkosanya”.

Di sekolah yang sama, seorang murid laki-laki berusia 17 tahun mengatakan “mengalami hal yang sama dari kepala sekolah”. Ia mengatakan kepala sekolah “akan membunuhnya jika menceritakan kejadian yang ia alami kepada orang lain”.

Beberapa pegiat melakukan serangkaian wawancara kepada korban dan menemukan bahwa “di tiga sekolah saja di Logar, ada sedikitnya 165 murid laki-laki yang mengaku menjadi korban pelecahan seksual di lingkungan sekolah”.

Setelah kasus ini ramai dibicarakan, badan intelijen menangkap 2 pegiat, Mahmudi dan Hamidi, dengan alasan “mengganggu ketertiban umum”. [AR/dbs]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...