Sunday , December 8 2019
Home / Berita / AS & Malaysia Sebut IS Incar Asia Tenggara Jadi Markas Baru

AS & Malaysia Sebut IS Incar Asia Tenggara Jadi Markas Baru

BANGKOK (Mata-Media.Net) – Seorang pejabat kontra terorisme Amerika Serikat (AS), Nathan Sales mengatakan, ada indikasi para pejuang Islamic State (IS) tertarik untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai alternatif markas baru. Sisa-sisa pejuang IS itu mencari markas baru setelah kematian pemimpin tertinggi IS, Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi.

Menurut Sales, selain Asia Tenggara, Afrika adalah pilihan utama untuk merkas baru IS. “IS terus mempertimbangkan Asia Tenggara sebagai tempat berlindung yang aman yang dapat digunakan oleh para petempur asing sebagai pangkalan utama mereka,” tulis The Straits Times mengutip Sales pada Jumat (29/11/2019).

“IS di bawah kepemimpinan baru, masih menganggap Asia Tenggara sebagai tanah untuk melakukan jihad,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia, Muhyiddin Yassin dalam pertemuan ASEAN di Bangkok hari Rabu lalu memperingatkan bahwa IS sedang mencari basis operasi baru dan Asia Tenggara kemungkinan diincar sebagai pilihan.

Menurut Muhyiddin, pencarian basis operasi baru IS harus diwaspadai setelah IS kehilangan banyak wilayahnya di Suriah dan Iraq.

“Kami percaya bahwa kematian Al-Baghdadi akan membuka babak lain dalam operasi teror Daesh (IS). Setelah kehilangan banyak wilayahnya di Suriah dan Iraq, Daesh juga mencari pangkalan baru,” katanya seperti dikutip dari Bernama, pada Kamis (28/11/2019) malam.

Menurutnya, Malaysia akan tetap waspada terhadap para pejuang IS yang kembali dari luar negeri dan kemungkinan melakukan serangan tunggal. Muhyidin mengatakan, Malaysia sedang memantau radikalisasi online di media sosial dan pendanaan terorisme melalui jaringan intelijen keuangannya sebagaimana yang juga dilakukan oleh negara Asean lainnya. [AR/dbs]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...