Sunday , December 8 2019
Home / Berita / Ketum PP Muhammadiyah: Kenapa Cuma Masjid yang Diawasi Polisi?

Ketum PP Muhammadiyah: Kenapa Cuma Masjid yang Diawasi Polisi?

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengkritik keras wacana polisi yang hanya mengawasi masjid tempat ibadah umat Islam, sedangkan tempat ibadah lain tidak diperlakukan sama.

Oleh karena itu, Haedar berharap pemerintah Joko Widodo (Jokowi) tidak mengeluarkan kebijakan yang diskriminatif terhadap Islam dan umat Islam. Salah satunya dengan wacana pengawasan masjid oleh polisi, dengan alasan untuk menangkal radikalisme.

Menurut Haedar, wacana tersebut jangan sampai menimbulkan masalah baru dalam kehidupan beragama dan berbangsa. “Mengapa tempat ibadah lain dan tempat publik lain tidak diawasi? Sekali lagi hindari kebijakan yang diskriminatif,” tegas Haedar, pada Minggu (1/12/2019).

Haedar justru mempertanyakan apakah Indonesia dalam keadaan darurat radikalisme dan masjid menjadi sumber radikalisme. Pengawasan masjid justru akan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Menurut Haedar, pemerintah dan semua pihak hendaknya seksama dalam mengurus kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan merujuk pada konstitusi dasar dan tidak menimbulkan kontroversi yang menyebabkan retaknya kehidupan.

Saat ini, kata Haedar, kehidupan kebangsaan dan kenegaraan memerlukan visi yang luas dan jiwa kenegaraan yang mendalam.

Hal ini penting agar kebijakan yang kelihatannya untuk menyelesaikan masalah, tetapi faktanya malah menimbulkan masalah yang lebih berat. “Manakala ada masalah-masalah besar dan krusial sebaiknya ditempuh dialog dan musyawarah untuk ditemukan jalan keluar bersama sesuai prinsip persatuan Indonesia,” ujar Haedar.

Selain pendekatan hukum dan politik kekuasaan, menurut Haedar, perlu pendekatan yang berlandaskan jiwa sila keempat Pancasila. Hikmah kebijaksanaan dan musyawarah sebagai bagian dari karakter dasar bangsa dan negara Indonesia.

“Semua pihak harus bijak dan memiliki visi serta jiwa kenegaraaan, agar tidak salah langkah yang membuat kehidupan kebangsaan menjadi gaduh terus menerus dan penuh pertentangan berkepanjangan,” katanya.

Haedar mengimbau pemerintah Jokowi saat ini dan semua komponen bangsa harus belajar pada sejarah era Orde Lama dan Orde Baru agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, di mana saat itu, rezim Orde Lama dan Orde Baru yang anti Islam. [Abd/dbs]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...