Tuesday , February 25 2020
Home / Berita / Kemenkes: Vape atau Rokok Elektrik Terbukti Berbahaya

Kemenkes: Vape atau Rokok Elektrik Terbukti Berbahaya

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Beberapa waktu lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa yang tertuang pada surat keputusan Nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (rokok elektrik) atau vape pada 14 Januari 2020 dan diumumkan pada Jumat 24 Januari 2020 di Yogyakarta.

Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa rokok elektrik atau vape hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional karena berkategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menyatakan bahwa vape terbukti berbahaya.

Muhammadiyah menilai rokok elektrik membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap, sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi.

Kemenkes sebelumnya juga pernah menyebut bahwa rokok elektrik atau vape sudah terbukti lebih berbahaya dibanding rokok konvensional. Namun sayangnya belum ada regulasi yang jelas soal itu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Cut Putri Arianie mengatakan, hingga saat ini upaya pengendalian rokok elektronik ini masih belum jelas.

“Belum ada larangan diperjualbelikan dan larangan promosi terhadap rokok elektrik dan kewenangan pelarangan rokok elektronik bukan di Kementerian Kesehatan. Ini terkait perdagangan, peredaran, periklanan, cukai, kemudian baru pada dampak kesehatan, itu kan rangkaian kita memang di sini, di dampak kesehatan,” kata Cut beberapa waktu lalu seperti dilansir Vivanews pada Minggu (26/1/2020).

Cut kembali menegaskan, upaya yang diberikan Kemenkes hanya pada dampak kesehatannya saja. Sementara untuk peredarannya sendiri perlu pihak untuk mengatur perizinan. Lalu, apa upaya Kemenkes terkait pelarangan konsumsi vape ini?

“Nah kalau ditanya apa upaya Kementerian Kesehatan melarang atau tidak terkait dengan dampak konsumsi ini sudah jelas Undang-Undang Kesehatan nomor 36 Tahun 2009  pasal 116 bunyinya kami meminta kawasan tanpa rokok,” jelasnya.

Menurut Cut Putri Arianie, pelarangan tersebut semestinya juga diberlakukan pada sektor perdagangan, Kominfo dan sektor terkait lainnya.

Sementara itu, Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI), Sumarjati Arjoso, juga sepakat soal bahaya vape. Menurutnya rokok elektrik ini mengandung bahan kimia yang mudah terhirup paru-paru dan berbahaya bagi tubuh.

“Karena pada cairannya sering dicampur bahan kimia, yang memicu asma, merusak paru dan jantung, serta penyebab kanker. Jika digunakan pada usia lebih muda dapat dapat menghambat perkembangan otak,” tegasnya. [Abd/dbs]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...