Monday , February 24 2020
Home / Berita / Mahfud MD Haramkan Tiru Sistem Pemerintahan Nabi, Warganet: Lama-Lama Sunah Nabi Diharamkan

Mahfud MD Haramkan Tiru Sistem Pemerintahan Nabi, Warganet: Lama-Lama Sunah Nabi Diharamkan

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Warganet ataupun netizen ikut bersuara dan berkomentar soal kontroversi dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD yang menyebut bahwa meniru sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah haram hukumnya.

Netizen bahkan menyindir, jika lama kelamaan sunnah Nabi Muhammad yang begitu agung dan harus dijadikan contoh oleh kaum Muslimin diharamkan juga oleh Mahfud. “Lama2 sunnah Nabi diharamkan juga,” tulis akun Twitter @AlFatih pada Minggu (26/1/2020).

“Yg bikin aturan Haram halal itu Allah yang disampaikan melalui utusannya Nabi Muhammad Saw. Lalu orang yg namanya Mahfud yg tidak dikenal di peradaban dunia mengharamkan apa yg diajarkan Nabi Muhammad. Lucu….,” tulis akun Twitter @bening_saguling pada Minggu.

“Yg haram itu udah jls ada dalilnya dlm Al-Quran
Yg haram dan menjijikan itu yg dulunya kritis dg pemerintah dan setelah dpt jabatan sangat ngotot belain pemerintah walaupun pemerintah dzalim KPD rakyatnya,” tulis akun Twitter @MaosRegol pada Minggu.

“Haram memgikuti Mpud gak jelas..!,” tulis akun Twitter @KopiSore6 pada Minggu.

“Lebih haram klo percaya sm prov kemput,” tulis akun Twitter @eddycaksby pada Minggu.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa meniru sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah haram hukumnya. Ia menegaskan hal itu pada Diskusi Panel Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia bertema  di Gedung PBNU, Jakarta pada Sabtu (25/1/2020).

Menurut Mahfud, pemerintahan Nabi Muhammad menggunakan sistem legislatif, eksekutif dan yudikatif. Semua peran itu berada dalam diri Nabi Muhammad sendiri. Nabi berhak dan boleh memerankan ketiga-tiganya karena dia dibimbing langsung oleh Allah SWT.

Menteri Pertahanan (Menhan) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempertanyakan adakah umat Islam yang bisa memerankan ketiga-tiganya seperti Nabi Muhammad. Menurut dia, umat Islam tidak mungkin lagi ada yang menyamainya. Oleh karena itulah, menurut dia, dilarang mendirikan negara seperti yang didirikan Nabi Muhammad.

Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia ini lalu menawarkan konsep negara Islami, bukan negara Islam. Di dalam negara Islami, yang ditekankan adalah nilai-nilai Islam dipraktikkan oleh pemerintah dan masyarakatnya. Sementara bentuknya bermacam-macam seperti Malaysia berbentuk kerajaan dan Indonesia republik.

“Kita tak perlu negara Islam, tapi negara Islami,” katanya. Menurut Mahfud, negara di dalam negara islami penduduknya taat hukum, sportif, tepat waktu, anti korupsi, dan sifat-sifat lainnya yang diajarkan ajaran Islam.

“New Zealand islami itu, Jepang islami. Keduanya, Malaysia dan Indonesia ingin membangun masyarakat islami, tapi bukan teokrasi islam,” jelasnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan negara-negara Islam dengan bentuk negara berbeda-beda, tidak melanggar ajaran Islam sebab di dalam Al-Qur’an tidak menetapkan sama sekali bentuk negara yang harus dijalankan. Apa yang dilakukan di Indonesia dan Malaysia sama-sama benarnya.

Menhan Malaysia, Mohamad Sabu memperkuat pernyataan Mahfud MD. Ia menyebut penduduk negara Jepang itu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam seperti disiplin, tetap waktu, amanah, serta sifat-sifat positif lainnya.

Sehingga, kata dia, jika penduduk negara Jepang mengucapkan dua (2) kalimat syahadat, mereka adalah penduduk Muslim terbaik di dunia.

Pernyataan Mahfud inipun kemudian mengundang reaksi netizen. Mayoritas netizen dan warganet kemudian mempertanyakan posisi Mahfud sehingga menyatakan sesuatu itu apakah haram atau halal.

“Haram ? Semua haram ?,” tulis Muhammad Said Didu, mantan sekretaris Menteri BUMN melalui akun Twiternya pada Minggu (26/1/2020).

“Emang Beliau Itu Ulama Pak?,” tulis akun Twitter @hakaemel pada Minggu. [Abd/dbs]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...