Monday , February 24 2020
Home / Berita / Mantan Ketua MUI & Muhammadiyah: WNI Eks IS/ISIS Wajib Dilindungi

Mantan Ketua MUI & Muhammadiyah: WNI Eks IS/ISIS Wajib Dilindungi

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM), Din Syamsuddin mengatakan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada warganya di Suriah yang bergabung dengan IS/ISIS dan kini berada didalam tahahan dan kamp-kamp. Din menuturkan, didalam konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945, mengamanatkan negara melindungi warganya.

“Selama mereka masih berstatus WNI. Sekali lagi selama mereka masih berstatus WNI, maka negara harus memberikan perlindungan, itu amanat Konstitusi bahkan amanat dari pembukaan UUD 1945 bahwa negara antara lain melindungi seluruh rakyat dan tumpah negara Indonesia kalau tidak salah bunyinya seperti itu,” kata mantan Ketua MUI Pusat itu di Sekretariat DN-PIM, di Jalan Warung Jati Timur Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2020).

Din mengingatkan setiap WNI memiliki hak dilindungi. Meski ada pelanggaran, mantan Ketua PP Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa pemerintah bisa menghukum mereka setelah memulangkannya dari Suriah kalau terbukti bersalah.

“Maka, mereka punya hak untuk dilindungi bahwa memang ada pelanggaran hukum, seandainya ada pelanggaran hukum ya silahkan mereka juga tidak terluput dari objek atau subjek penegakan hukum,” ujar Din.

Din mengaku mendapat informasi warga negara asing (WNA) yang hendak menjadi WNI dipermudah prosesnya. Maka hal itu menjadi sebuah ironi saat pemerintah menolak masuk warganya sendiri.

“Masa warga negara asing yang mau jadi WNI kan banyak itu, dan bahkan ada saya dengar dimudahkan untuk jadi WNI. Masa terhadap mereka (WNI Eks IS/ISIS) negara… itu kedzaliman negara. Ini pendapat saya, saya mengacu pada konstitusi,” tegas Din. [Abd/dbs]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...