Monday , February 24 2020
Home / Berita / Soal WNI yang Gabung IS/ISIS, Sudjiwo Tedjo: Tolak Ok, Tapi Usir Juga Koruptor dari Indonesia

Soal WNI yang Gabung IS/ISIS, Sudjiwo Tedjo: Tolak Ok, Tapi Usir Juga Koruptor dari Indonesia

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Wacana pemulangan sekitar 600 warga negara indonesia (WNI) yang bergabung dan menjadi anggota serta simpatisan IS/ISIS di Suriah akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat oleh publik.

Meski pemerintah Indonesiabbelum memutuskan memulangkan mereka, namun wacana tentang WNI eks IS/ISIS ini semakin mencuat ke publik. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan yang menyatakan secara pribadi menolak mereka kembali ke Indonesia.

Namun, budayawan Sudjiwo Tedjo ikut mengomentari wacana tersebut dan statemen Jokowi. Melalui akun Twitternya, Sudjiwo mengusulkan agar WNI eks IS/ISIS asal Indonesia diterima kepulangannya, namun tetap diadili dengan adil.

Pria yang juga dikenal sebagai dalang ini membandingkan kejahatan teroris dengan koruptor. Kalaupun WNI eks IS/ISIS ditolak kepulangannya oleh sebagian orang termasuk Jokowi, maka pemerintah juga harus mengusir para koruptor dari Indonesia.

“Usulku, militan eks ISIS asal Indonesia harus diterima kepulangannya, tapi diadili. Kalau kita langsung menolak saudara2 kita itu, ok.. tapi usir juga para koruptor dari negeri ini. Koruptor bahkan lebih sadis drpd teroris. Teroris membunuh seketika. Koruptor membunuh pelan2,” kata Sudjiwo melalui akun Twitternya, @sudjiwotedjo, pada Jumat (7/2/2020).

Sebelumnya, pada Rabu 5 Februari 2020, Presiden Jokowi mengatakan belum ada keputusan pemerintah terkait WNI eks IS/ISIS. Dia mengatakan bahwa hal ini akan dirapatkan terlebih dahulu dengan jajarannya.

“Sampai saat ini masih dalam proses pembahasan dan nanti sebentar lagi kita akan putuskan kalau sudah dirataskan. Semuanya masih dalam proses. Plus dan minusnya,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu 5 Februari 2020.

Namun Jokowi mengaku memiliki sikap tersendiri saat ini yakni menolak pemulangan WNI eks IS/ISIS. Apalagi mengingat banyak WNI eks IS/ISIS telah membakar paspornya. “Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas (rapat terbatas) ya. Kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang Tidak. Tapi, masih dirataskan,” tuturnya.

Dia melanjutkan keputusan akan dikeluarkan setelah melalui kalkulasi. Dia memastikan kalkulasi akan dilakukan secara detail. [Abd/dbs]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...