Monday , February 24 2020
Home / Berita / Seorang Tentara Thailand Tembaki Kuil Buddha & Mall, 53 Orang Tewas & Terluka

Seorang Tentara Thailand Tembaki Kuil Buddha & Mall, 53 Orang Tewas & Terluka

BANGKOK (Mata-Media.Net) – Seorang tentara Thailand bernama Jakraphanth Thomma dilaporkan membunuh dan melukai 53 orang, termasuk aparat keamanan ketika dia menembaki kuil Buddha dan pusat perbelanjaan atau mall pada Sabtu (8/2/2020).

Polisi menyerbu mall Terminal 21 di kota Nakhon Ratchasima, yang dikenal juga sebagai Korat, setelah Jakraphanth Thomma datang dan menyerang warga.

Dia menyerang kuil Buddha dan pusat perbelanjaan di Korat menggunakan senapan mesin dan amunisi yang dia curi dari gudang di kamp militer.

Dalam perkembangan pertama sejak baku tembak terdengar, setidaknya satu orang dari pihak keamanan termasuk dalam 20 korban tewas.

Tidak ada detail baru tentang sepak terjang tentara Thailand berusia 32 tahun itu. Sebab, otoritas keamanan sudah melarang media melakukan siaran langsung.

Selain korban tewas, 33 orang terluka, dengan otoritas Negeri “Gajah Putih” tidak percaya kabar adanya mayat di dalam mall.

Seperti dilansir Sky News, penegak hukum menyatakan bahwa mereka menerima laporan bahwa Jakraphanth Thomma melakukan penembakan massal pada pukul 15.30 waktu setempat.

Si prajurit disebut awalnya pergi ke sebuah rumah dan menembak mati dua orang, sebelum pergi ke markas dan mencuri senjata beserta amunisi.

“Kematian tidak akan bisa dihindari oleh semua orang”. Demikianlah keterangan status yang diunggah Jakraphanth Thomma di akun Facebook.

Kemudian saat melakuakn penembakan massal, dia masih sempat menulis status yang menanyakan apakah dia perlu untuk menyerah.

Atau dalam unggahan lain di mana dia membuat gestur tengah menarik pelatuk. “Aku sudah lelah. Aku tak sanggup lagi melakukannya,” katanya. [AR/dbs]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...