Wednesday , April 8 2020
Home / Berita / KPAI: Pemerintah Wajib Lindungi Anak-Anak Anggota ISis asal Indonesia

KPAI: Pemerintah Wajib Lindungi Anak-Anak Anggota ISis asal Indonesia

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra pada Jumat (14/2/2020) menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkewajiban untuk memberikan perlindungan khusus terhadap anak-anak yang menjadi korban jaringan teroris, termasuk anak-anak anggota ISis asal Indonesia.

Hal itu ia sampaikan Jasra untuk merespons rencana pemerintah yang mempertimbangkan kemungkinan memulangkan WNI eks ISis yang masih berusia di bawah 10 tahun.

Jasra menyatakan, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyebutkan terdapat 15 kategori kondisi anak dimana pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus tersebut.

“Perlindungan khusus diberikan kepada 15 kategori di antaranya anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual dan anak korban jaringan terorisme,” kata Jasra.

Lebih lanjut, Jasra menjelaskan bahwa program perlindungan khusus bagi anak korban jaringan terorisme pernah dilakukan pemerintah melalui berbagai upaya. Diantaranya melalui pendidikan, edukasi ideologi, konseling tentang bahaya terorisme hingga rehabilitasi sosial.

Jasra menyebutkan pemerintah Indonesia pernah menerima 87 anak-anak setelah mereka dideportasi dari Suriah melalui Turki pada tahun 2017 lalu. Anak-anak itu, kata dia, telah menjalani tiga (3) bulan penanganan di Rumah Aman Kementerian Sosial (Kemensos).

“Dan kini telah dikembalikan ke masyarakat,” jelasnya.

Jasra lantas menyatakan pemerintah bila perlu merencanakan asesmen dan penanganan jangka panjang bila anak-anak WNI eks ISIS itu diputuskan kembali ke Indonesia. Sebab, nantinya mereka memiliki risiko terpisah dari orang tuanya yang berdampak pada psikologis anak.

“Jadi anak-anak yang sudah mengikuti program rehabilitasi dan deradikalisasi bisa ditempatkan pada orang tua asuh atau lembaga asuh, ketika tidak ada lagi keluarga derajat 1, 2, 3 baik ke atas maupun ke samping dimiliki oleh anak,” ujarnya. [Abd/dbs]

Check Also

Update Corona di Indonesia 7 April: 221 Orang Meninggal & 2.738 Positif

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad  Yurianto melaporkan total kasus positif virus ...