Sunday , April 5 2020
Home / Berita / 6 Dokter di Indonesia Meninggal Usai Terpapar Virus Corona

6 Dokter di Indonesia Meninggal Usai Terpapar Virus Corona

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan sampai saat ini, sebanyak enam (6) dokter dilaporkan meninggal seusai terpapar atau terinfeksi virus corona atau Covid-19. Kabar kematian enam dokter IDI tersebut diberitakan langsung lewat akun Instagram IDI, @ikatandokterindonesia.

“IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19,” demikian keterangan unggahan foto 6 dokter tersebut yang diberitakan CNNindonesia pada Minggu (22/3/2020).

Berikut daftar nama keenam dokter yang meninggal dunia dikutip dari akun Twitter @PBIDI :

1. dr Hadio Ali SpS, IDI Cabang Jakarta Selatan
2. dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI Cabang Kota Bogor
3. dr Laurentius P, SpKJ, IDI Cabang Jakarta Timur
4. dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI Cabang Kota Bekasi
5. dr Ucok Martin Tambunan, SpP, IDI Cabang Medan
6. dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, belum bisa memastikan semua dokter yang meninggal tersebut karena positif terinfeksi penyakit Covid-19 akibat virus corona. Namun, dia memastikan beberapa diantaranya memang dinyatakan positif melalui hasil pemeriksaan swab di laboratorium.

“Dikonfirmasikan memang dari gejala dan kliniknya memang dia terduga PDP, daripada Covid-19,” kata Adib.

Ia menjelaskan, salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian 6 dokter IDI diduga karena jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang minim. Oleh karena itu, ia khawatir hal serupa bisa terjadi pada dokter atau tenaga medis lain di rumah sakit yang menangani pasien corona.

Adib mengatakan, kekurangan jumlah APD saat ini disebabkan karena stoknya yang menipis. Padahal, sejumlah rumah sakit sudah mengalokasikan dana untuk menyediakan fasilitas medis tersebut.

“Bisa membeli, uangnya ada, bahkan ada beberapa donatur untuk membantu membeli. Cuma masalahnya pengadaan barangnya dikeluhkan temen-temen di daerah itu tidak ada,” jelas Adib.

Menurut dia, kelangkaan APD itu saat ini hampir terjadi di semua rumah sakit. Kondisi itu yang kata Adib mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah agar persoalan tersebut bisa teratasi. Masalahnya, kata dia, meski bukan rumah sakit rujukan, para tenaga medis di rumah sakit yang minim APD itu boleh jadi telah berhadapan dengan pasien yang positif meski belum dinyatakan langsung. [Abd/dbs]

Check Also

Walikota Prabumulih Sebut Meliburkan PNS & Sekolah Tak Cegah Corona

PRABUMULIH (Mata-Media.Net) – Media sosial (medsos) pada Sabtu (4/4/2020) dihebohkan oleh video viral Walikota Prabumulih, ...