Sunday , April 5 2020
Home / Berita / Keluarga Merasa Janggal dengan Kematian Napiter Asal Kaltim di Lapas Cikeas

Keluarga Merasa Janggal dengan Kematian Napiter Asal Kaltim di Lapas Cikeas

PENAJAM (Mata-Media.Net) – Kematian dua (2) narapidana terorisme (napiter) asal provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bernama Jahmat dan Fauzil Baghdadi alias Abu Ziel Al-Baghdadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (22/3/2020) menjadi misteri dan mengundang tanda tanya dari masyarakat luas maupun pihak keluarga.

Pasalnya yang pertama, alasan yang disampaikan pihak kepolisian dan Rumah Sakit (Polri) Kramat Jati Jakarta Timur terkait penyebab kematian Jahmat dan Fauzil terasa aneh dan janggal menurut pihak keluarga. Kedua, penyebab kematian kedua napiter asal Kaltim tersebut juga hampir sama dengan kematian napiter-napiter lain yang sebelumnya juga meninggal di LP atau Rutan, yakni keluhan atau penyebabnya ada pada bagian perut.

Sedangkan yang ketiga, kalau penyebab kematian Jahmat dan Fauzil itu wajar dan normal, kenapa pihak kepolisian menyuruh pihak keluarga untuk segera memakamkannya dan melarang pihak keluarga untuk membuka peti mati dan melihat kondisi jenazah Jahmat dan Fauzil.

Untuk kematian Jahmat, polisi memberitahukan kepada orang tua Jahmat ketika menjemput jenazah anaknya di Jakarta bahwa pemuda asal kabupaten Penajam itu meninggal dunia karena sakit maag akibat sering puasa sunnah Senin-Kamis. Namun pihak keluarga merasa aneh dan tidak masuk akal. Sebab hingga saat ini belum ada penelitian adanya kematian akibat seringnya puasa Senin-Kamis yang merupakan anjuran Nabi tersebut.

“Entah lah pak kita keluarga juga sebenernya janggal soalnya penjelasan polisi ke keluarga dirumah ga ada cuman ke orang tua jahmat itupun pas mereka di Jakarta. Baru kan orang tua jahmat sudah tua pak mereka dibilang gini2, yaa percaya aja iya iya aja,” kata salah satu anggota keluarga Jahmat, yakni Fadli (nama samaran) kepada kru MMC pada Minggu sore.

Namun karena mereka hanya rakyat kecil, orang tua dan pihak keluarga Jahmat hanya pasrah meskipun dalam suasana kesedihan dan kebingungan karena penyebab kematian Jahmat yang janggal dan tidak masuk akal. Menurut pihak keluarga, yang penting sekarang ini Jahmat sudah tidak merasakan sakit lagi, sebagaimana yang ia rasakan ketika di dunia ini.

“Itulah pak bingung juga kaya apa kebenaran sebenarnya. Yang penting beliau (Jahmat -red) sudah tidak merasa sakit2 lagi disana (akhirat -red),” jelasnya.

Sama seperti Jahmat, pihak keluarga Fauzil juga bertanya-tanya soal penyebab kematian yang sebenarnya dari pemuda asal kabupaten Tenggarong tersebut. Kalau dari pihak kepolisian mengatakan kepada pihak keluarga bahwa kematian Fauzil karena penyakit liver.

Akan tetapi, keluarga Fauzil juga tidak lantas percaya begitu saja sebagaimana keluarga Jahmat yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan polisi terkait penyebab kematian 2 pemuda tersebut. Kedua keluarga hanya bisa berdoa agar Jahmat dan Fauzil mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT, dan jikalau ada orang-orang dan pihak-pihak yang mendzolimi mereka, baik saat ditangkap Densus 88 pada tahun 2018 lalu maupun saat berada di Lapas agar dibalas oleh Alah di akhirat nanti.

Seperti diberitakan Mata-Media.Net sebelumnya, kasus napiter yang meninggal dunia saat berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) kembali terjadi. Terbaru, dua (2) pemuda asal provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bernama Jahmat dan Fauzil Baghdadi alias Abu Ziel Al-Baghdadi meninggal di LP Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (22/3/2020).

“Innallilahi wainnalilaihi rojiun…
Telah syahid Insyaa Alloh ikhwan kita dari sijjin cikeas bernama Fauzil Al Baghdadi dari kalimantan, status beliau bujangan, meninggal di RS Polri Kramat Jati semalam tgl 22 Maret 2020. Semoga Alloh menerima beliau dijannatul firdaus a’la.. Aamiin,” demikian bunyi informasi yang beredar di media sosial (medsos) sejak Minggu malam.

Kejadian ini menambah deretan panjang kematian para napiter secara misterius saat berada di Lapas. Sebelumnya, dua (2) orang napiter asal Padang dan Cirebon juga meninggal di LP Cikeas. Sedangkan napiter asal Cirebon bernama Sutomo itu baru meninggal sekitar 2 Minggu yang lalu atau awal Maret 2020 ini dengan sejumlah tanda tanya terkait penyebab kematiannya.

Sementara itu, terkait kematian 2 napiter asal Kaltim itu juga menjadi tanda tanya dan mengundang sejumlah pertanyaan para netizen di medsos. Ada yang menyebut, Jahmat dan Fauzil Baghdadi adalah satu (1) orang dengan 2 nama yang berbeda. Namun disisi lain, ada yang menyebut bahwa Jahmat dan Fauzil Baghdadi adalah 2 nama dengan 2 orang yang berbeda.

Dari penelusuran yang diperoleh kru Mata-Media.Net (MMC) pada Minggu siang, ternyata Jahmat dan Fauzil Baghdadi adalah 2 nama dengan 2 orang yang berbeda. Informasi dan fakta ini diperoleh kru MMC dari pihak keluarga kedua napiter tersebut. Anggota keluarga Jahmat dan Fauzil Baghdadi juga membenarkan tentang kematian keduanya.

Menurut salah satu anggota keluarga Jahmat, orang tua Jahmat yang menjemput jenazah Jahmat ke Jakarta. Setelah sampai rumah duka di kabupaten Penajam, Kaltim, jenazah Jahmat kemudian dimandikan, meskipun sempat ada larangan dari pihak kepolisian. Sebab polisi maunya jenazah Jahmat langsung dikebumikan. Namun karena orang tua Jahmat ingin melihat anaknya terakhir kali, akhirnya jenazah Jahmat dimandikan lagi dan kemudian dimakamkan.

“Jam setengah 4 jenazah tiba di rumah , di makamkan nya sekitar jam 4an selesainya hampir jam 6 sore tadi,” kata salah satu anggota keluarga Jahmat, yakni Fadli (nama samaran) kepada kru MMC pada Minggu sore.

Fadli menjelaskan, Jahmat diciduk Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada tahun 2018 lalu. “Di tangkapnya tanggal 20 Agustus 2018. Yang dijelaskan sama polisi di Jakarta sana sama orang tua jahmat dia sakit maag dan sudah parah penyebabnya karna dia terus maksain buat puasa senin-kamis,” jelasnya sembari tidak percaya dengan alasan polisi soal penyebab kematian Jahmat.

Sementara itu, salah satu anggota keluarga Fauzil juga mengungkapkan hal yang hampir sama. “Lebaran haji 2018 ditangkap, gak tau meninggal krna apa, cma lgsung jatuh aja,” kata Adelia (nama samaran) kepada kru MMC pada Minggu sore.

Sama seperti Jahmat, jenazah Fauzil juga langsung dimakamkan disekitar rumah duka di kabupaten Tenggarong, Kaltim pada Minggu sore sesaat setelah keranda jenazah Fauzil tiba di rumah orang tuanya. [Abd/dbs]

Check Also

Dalam Sehari, Hampir 1.500 Orang di AS Tewas Karena Virus Corona

WASHINGTON (Mata-Media.Net) – Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sejak pandemi virus Corona atau Covid-19 ...