Wednesday , August 21 2019
Home / Berita / Demo Terus Terjadi & Makin Memanas, Bandara Hong Kong Lumpuh Total

Demo Terus Terjadi & Makin Memanas, Bandara Hong Kong Lumpuh Total

HONG KONG (Mata-Media.Net) – Demonstrasi yang dilakukan oleh warga Hong Kong masih terus terjadi dan semakin memanas. Bandara Internasional Hong Kong pun lumpuh total pada Senin (12/8/2019). Semua penerbangan dibatalkan karena bandara tersebut dipadati dan diduduki setidaknya 5.000 pendemo.

Seperti dilansir dari CNNInternasional, belum diketahui apa tindakan kepolisian atas kejadian ini. Namun sekitar 700 orang telah ditangkap polisi sejak demontrasi besar-besaran dimulai sejak tanggal 9 Juni 2019 lalu.

Pada akhir pekan lalu, demonstrasi sempat memanas karena pendemo melempar bom molotov ke para polisi yang berjaga. Pejabat Negara Komunis China menyebut aksi para demonstran sebagai perilaku teror.

“Pendemo yang radikal secara terus menerus sudah menggunakan alat yang sangat berbahaya, untuk menyerang polisi. Dimana dalam konstitusi kita, hal ini adalah kejahatan yang serius dan tanda-tanda terorisme,” tegas juru bicara pemerintah urusan Hong Kong dan Macao, Yang Guang seperti dikutip AFP.

Akhir pekan lalu juga, Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengatakan bahwa komunitas bisnis sangat khawatir tentang konsekuensi jangka panjang dari serangkaian demo yang terus terjadi di pusat keuangan Asia itu.

“Tekanan yang membuat ekonomi menurun telah menghantam seperti ‘tsunami,” kata Lam kepada media, di tengah-tengah para pemimpin bisnis, seperti dilansir Reuters.

Seperti diketahui, dalam dua (2) bulan terakhir ini telah terjadi demo besar-besaran di Hong Kong. Demo yang dilakukan oleh ribuan hingga ratusan ribu orang tiap akhir pekan itu dipicu oleh rencana pemerintah Hong Kong yang memberlakukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi.

RUU Ekstradisi ini akan memungkinkan para kriminal Hong Kong dikirim dan diadili ke China. Namun banyak warga Hong Kong beranggapan langkah ini akan membuat para kriminal menerima perlakuan tidak manusiawi apabila diekstradisi ke China dan mengikuti hukum negara Komunis itu. [AR/dbs]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...