Tuesday , August 20 2019
Home / Berita / Polri Minta Facebook Lebih Cepat Tindak Akun Radikal Penyebar Konten Radikalisme

Polri Minta Facebook Lebih Cepat Tindak Akun Radikal Penyebar Konten Radikalisme

JAKARTA (Mata-Media.Com) – Facebook (FB) Indonesia memenuhi undangan Mabes Polri untuk mengklarifikasi masalah kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia.

Selain membahas data pengguna Facebook yang bocor, polisi juga akan membahas sikap Facebook yang dinilai kurang kooperatif dalam menangani dan menindak sejumlah akun FB yang dinilai radikal.

“Hingga kini masih pemeriksaan. Karena kita tahu Facebook itu kan digunakan juga untuk menyebarluaskan konten-konten radikal, kita punya data. Dan selama ini Facebook juga kurang bekerja sama. Kalau kita minta untuk kerja sama dengan Facebook, lama,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (18/4/2018).

Setyo menjelaskan, lambatnya respons Facebook atas permintaan Polri untuk menindak lebih cepat akun-akun radikal yang membuat dan menyebarkan konten-konten radikalisme hingga tersebar luas membuat pihaknya akan bersikap tegas kepada Facebook.

“Sementara kontennya sudah menyebar luas ke mana-mana. Itu salah satu yang perlu kita bicarakan dengan Facebook juga,” ujar Setyo.

Setyo mengungkapkan, Facebook mendapat banyak keuntungan materiil dari penggunanya di Indonesia. Menurutnya, sudah sepatutnya Facebook menghargai dan memahami adat istiadat yang berlaku di Indonesia.

“Facebook itu harus menghargai dan menghormati adat istiadat di Indonesia. Itu yang harus dipahami. Karena dia dapat keuntungan banyak di Indonesia. Jadi dia tidak boleh menafikan itu,” tegas Setyo.

Setyo memberi salah satu contoh lambatnya respons Facebook, yaitu saat Divisi Humas Polri meminta Facebook menurunkan akun yang mencatut nama Polri.

“Contohnya saja ya kemarin ada akun Divisi Humas Polresta Surakarta. Kok ada Divisi Humas Polresta Surakarta gitu? Isinya konten-konten negatif semua. Itu kita minta di-take down saja, tiga hari kemudian baru turun. Maka itu susah sekali (meminta Facebook kerjasama, red),” jelas Setyo.

“Karena mereka menggunakan parameternya parameter di negara Amerika Serikat. Kalau menurut mereka tidak menyalahi aturan hukum di Amerika Serikat, ya sudah,” pungkasnya. [Abd/dbs]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...