Monday , October 14 2019
Home / Berita / [Video] Detik-Detik Ustadz Aman Divonis Mati & Sujud Syukur di Ruang Sidang

[Video] Detik-Detik Ustadz Aman Divonis Mati & Sujud Syukur di Ruang Sidang

JAKARTA (Mata-Media.Com) – Ustadz Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari Jumat ini (22/6/2018). (Baca: Ustadz Aman Abdurrahman Dijatuhi Vonis Hukuman Mati oleh Hakim)

Setelah membacakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pledoi (pembelaan) dari ustadz Aman dan kuasa hukumnya, akhirnya ustadz Aman dijatuhi vonis hukuman mati hakim di PN Jaksel. Ustadz Aman dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait aksi bom Thamrin dan Kampung Melayu.

“Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman mati,” kata ketua majelis hakim, Akhmad Jaini saat membacakan putusan hakim, di PN Jaksel pada Jumat. (Baca: Jaksa Anita Penuntut Hukuman Mati Ustadz Aman Justru Tak Hadir dalam Sidang Vonis, Kemana Dia?)

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim itu sama dengam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa Anita Dewiyani di PN Jaksel pada Jumat (18/5/2018) lalu menuntut ustadz Aman dengan pidana hukuman mati. Berikut ini video detik-detik saat hakim Jaini membacakan vonis putusan mati terhadap ustadz Aman: https://www.youtube.com/watch?v=WfSmMoRtJ48

Sesaat setelah hakim Jaini menjatuhkan vonis mati, ustadz Aman Abdurrahman kemudian interupsi sambil mengangkat tangannya dan berbalik badan. Berikut ini video detik-detik saat ustadz Aman interupsi kepada hakim: https://www.youtube.com/watch?v=DM7CXj20SXM

Setelah itu, usatdz Aman langsung bersujud dengan membelakangi majelis hakim. Sujud syukur itu dilakukan Ustadz Aman di ruang sidang sebelum Hakim Ketua Akhmad Jaini selesai membacakan putusan. (Baca: Divonis Mati, Ustadz Aman Langsung Sujud Syukur di Ruang Sidang & Tolak Banding)

Belasan polisi Brimob bersenjata laras panjang yang mulanya berdiri di samping kiri dan kanan ruangan persidangan langsung maju dan mengelilingi ustadz Aman, serta membentuk barikade pemisah antara pengunjung sidang dengan ustadz Aman.

Hakim Jaini sempat menghentikan dulu pembacaan surat putusannya. Suasana cukup heboh saat awak media berusaha mengabadikan momen langka berupa sujud syukur yang dilakukan oleh ustadz Aman tersebut. Tak lama setelah itu, Jaini meminta polisi bersenjata kembali ke tempat mereka semula. Jaini kemudian membacakan surat putusan sampai akhir.

Meskipun dijatuhi vonis hukuman mati, namun ustadz Aman Abdurrahman menolak untuk mengajukan banding atas vonis mati tersebut. “Saya tidak ada banding,” ujar usatdz Aman secara singkat seusai Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini membacakan putusan.

Berbeda dari ustadz Aman, kuasa hukum ustadz Aman, yakni Asludin Hatjani menyatakan masih akkan pikir-pikir atas vonis mati yang dijatuhkan kepada kliennya tersebut. “Kami dari kuasa hukum menyatakan pikir-pikir-pikir,” ujar Asludin.

Majelis hakim memberikan waktu selama tujuh (7) hari untuk memutuskan upaya hukum atas putusan vonis tersebut, sebelum dilakukan tahapan selanjutnya, baik eksekusi mati atau upaya hukum lainnya yang akan ditempuh oleh kuasa hukum. [Abd/dbs]

Check Also

Ciduk Terduga Teroris di Cengkareng, Densus 88 Geledah Rumah di Bekasi

BEKASI (Mata-Media.Net) – Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menciduk seorang warga yang diduga sebagai teroris di Cengkareng, ...