Wednesday , April 8 2020
Home / Berita / Pakar Hukum Tata Negara: Gerakan People Power Bukan Perbuatan Makar

Pakar Hukum Tata Negara: Gerakan People Power Bukan Perbuatan Makar

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyebut bahwa gerakan people power bukanlah merupakan perbuatan makar. Alasannya, masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa memiliki hak yang dijamin oleh undang-undang asalkan tidak melanggar hukum.

“Ya enggak mungkinlah makar. Makar itu kan menggulingkan pemerintahan, menyampaikan aspirasi bukan makar. Kalau people power menggulingkan pemerintahan tentu itu makar, tapi kalau people power hanya menyampaikan pendapat tidak masalah,” kata Refly pada Selasa,(7/5/2019).

Menurut Refly, apabila masyarakat mau datang mengadu tentang kecurangan Pemilu tahun 2019 dan meminta atensi KPU serta Bawaslu dan untuk menyampaikan aspirasi itu tidak masalah karena dijamin konstitusi. Namun, yang dilarang itu adalah melanggar hukum.

“Kalau menyampaikan aspirasi tidak masalah, kan dijamin konstitusi aspirasi baik secara lisan maupun tulisan. Yang penting tidak melanggar hukum. Demo boleh tapi tidak boleh bakar ban, tidak boleh karena itu sudah mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak orang lain,” ujarnya.

Refly mengingatkan semua pihak bahwa demokrasi diatur oleh konstitusi tapi demokrasi yang tidak mengganggu orang lain yang menjalankan kewajibannya. “Kalau menyampaikan aspirasi Bawaslu dan KPU lebih memperhatikan kecurangan menurut saya tidak ada masalah, tidak ada (aturan yang dilanggar). Saya tidak menanggapi people power, yang saya tanggapi kebebasan demonstrasi,” tuturnya.

Sebelumnya, ide gerakan people power disuarakan oleh mantan Ketua MPR, Amien Rais. Menurut Amien, rakyat bisa melakukan gerakan tersebut jika penyelenggaraan Pemilu penuh dengan kecurangan. [Abd/dbs]

Check Also

Update Corona di Indonesia 7 April: 221 Orang Meninggal & 2.738 Positif

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad  Yurianto melaporkan total kasus positif virus ...