Tuesday , August 20 2019
Home / Berita / Korban Salah Tangkap: Polisi Baik Itu Hanya Ada di TV

Korban Salah Tangkap: Polisi Baik Itu Hanya Ada di TV

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Salah satu warga masyarakat yang menjadi korban salah tangkap aparat kepolisian, Agra Putra Samosir alias Ucok mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk mengakui sebagai pelaku pembunuhan karena disiksa oleh polisi.

Hal ini diungkapkan Ucok dalam sebuah acara FAKTA di TV One berjudul “Agra Putra, Korban Salah Tangkap: Polisi Baik Itu Hanya Ada di TV” yang dipubliksikan di Youtube pada Senin (5/8/2019). Untuk melihat kesaksian Agra Putra bisa dilihat didalam video link Youtube berikut ini => https://m.youtube.com/watch?v=d4MaxBb70es. “Jujur yaa, saya bicara dari dalam lubuk hati saya, polisi-polisi yang baik itu cuma ada di TV,” tegas Agra Putra Samosir.

Sebelumnya, para korban salah tangkap kasus pembunuhan sesama pengamen di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan mengaku sempat diminta jadi saksi dan diberi iming-iming uang oleh polisi sebelum disiksa agar mengaku sebagai pelaku.

Kasus ini diusut pertama kali pada tahun 2013. Keempat korban salah tangkap yang merupakan pengamen itu adalah Fikri, Fatahillah, Ucok dan Pau. Mereka kemudian mempraperadilankan penangkapan itu dan menuntut agar Polda Metro Jaya, Kejati DKI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membayar kerugian sebesar Rp 750,9 juta.

Salah satu korban salah tangkap, Agra alias Ucok (19 tahun) yang pada 2013 berusia 13 tahun mengaku tak curiga saat diajak pihak kepolisian untuk menjadi saksi.

“Karena kami kan kasih tahu ada yang meninggal. Artinya polisi nyari saksi atas kejadian itu siapa. Lalu kami datang. Katanya enggak diapa-apain cuma dimintai keterangan aja nanti pulangnya mau dìkasih uang,” ungkap Ucok di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu (17/7/2019).

Nyatanya, Ucok mengaku bahwa dirinya dipaksa mengaku sebagai pelaku dengan cara dipukuli. Menurutnya, dia dipaksa mengaku setelah dua (2) orang teman lainnya sudah mengaku terlebih dulu.

Ucok kemudian terpaksa mengaku karena tidak mau disiksa lagi. Kedua temannya pun, kata dia, meminta dirinya untuk mengaku saja dari pada dipukuli lagi.

“Habis dari Polsek dibawa ke Polda (Polda Metro Jaya) saya diinjak (badannya). Dibawa ke lapangan. Setelah itu dibawa ke TKP di kolong jembatan. Itu saya dikemplangin lah kepala. Dikerubutin polisi,” jelasnya. [Abd/dbs]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...