Wednesday , August 21 2019
Home / Berita / Polisi di Kendari Pilih Ngojek Daripada Jadi Anggota Polri

Polisi di Kendari Pilih Ngojek Daripada Jadi Anggota Polri

KENDARI (Mata-Media.Net) – Seorang polisi perwira pertama (pama) Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ipda Triadi memilih untuk ngojek daripada menjadi anggota Polri. Triadi akhirnya dipecat jadi anggota Polri dari jabatannya lantaran 62 hari tidak dinas tanpa keterangan. Dalam sidang kode etik, Ipda Triadi mengaku meninggalkan tugas karena sibuk menjadi tukang ojek.

Informasi tersebut mulanya disampaikan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt pada Sabtu (10/8/2019). Sidang itu dipimpin langsung Kabid Propam Polda Sultra selaku ketua Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) AKBP Agoeng Adi Koerniawan.

Harry menyebut Ipda Triadi telah melakukan Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri berupa meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Hal ini melanggar Pasal 13 ayat (1) Jo pasal 14 ayat 1 huruf a PP RI No 1 Tahun 2003 dan Pasal 7 ayat 1 huruf e Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Dalam sidang diketahui, Ipda Triadi sejak menjabat Wakapolsek Waworete Polres Kendari meninggalkan tugas secara berturut-turut sejak 1 Agustus 2018 hingga 26 Agustus 2018. Dia kembali mengulangi perbuatannya meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja sejak dimutasikan sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari sejak 27 Agustus 2018 hingga 15 Oktober 2018.

Total keseluruhan Ipda Triadi tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan selama 62 hari kerja. Ipda Triadi mengaku tidak melaksanakan tugas tanpa izin ke pimpinan karena lebih memilih menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari.

Hasil putusan sidang menjatuhkan sanksi bersifat etika dan administratif. Sanksi etika, perilaku Ipda Triadi dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Sedangkan sanksi administratif, Ipda Triadi direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat atau PTDH) sebagai anggota Polri. Ipda Triadi menerima putusan tersebut.

Namun alasan Triadi tidak masuk kerja karena sambilan sebagai tukang ojek pun dipertanyakan Polda Sultra.

“Yang jelas yang bersangkutan mengakui kesalahannya, yaitu meninggalkan tugas dalam waktu 62 hari. Dia itu pama di Polres Kendari,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt, pada Minggu (11/8/2019). [Abd/dbs]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...