Saturday , September 21 2019
Home / Berita / Biadab!! Densus 88 Lecehkan Muslimah Saat Ciduk 3 Orang di Palu

Biadab!! Densus 88 Lecehkan Muslimah Saat Ciduk 3 Orang di Palu

PALU (Mata-Media.Net) – Densus 88 Antiteror kembali melakukan tindakan amoral dan biadab pada saat menciduk 3 orang di provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim Pengacara Muslim (TPM) membeberkan identitas 3 warga yang diculik Densus 88 tersebut, termasuk pelecehan yang dilakukan Densus 88 terhadap dua (2) Muslimah yang merupakan 2 orang yang diciduk Densus 88.

Kedua orang yang diciduk itu ialah Arkam (25 tahun) dan Hadi Saputra (21 tahun), warga Lorong Malaya, Jalan Towua, Kecamatan Palu Selatan, Palu. TPM juga mengatakan, selain 2 orang yang diciduk di Palu, ada juga 1 orang lagi yang diciduk Densus 88 di Parigi Muotong, atas nama Zainal Abidin.

Istri-istri orang yang diciduk Densus 88 mengaku telah dilecehkan di momen penangkapan suami mereka. Muslimah tersebut protes karena Densus 88 menerobos masuk saat dirinya belum mengenakan jilbab.

“Jam 12 malam sekitar 10 orang berpakaian preman datang ke kos dengan menggunakan senjata pistol. Saya bilang sabar, saya gunakan jilbab dulu, tapi pintu kos langsung didobrak, ditendang dan mengejar saya ke dalam kamar. Saya belum pake jilbab, tirai kamar dibuka petugas dan saya difoto-foto dan divideo,” ungkap Risnawati (30 tahun), istri salah seorang yang diciduk Densus sambil menangis dalam jumpa pers di Sekretariat AJI Palu, pada Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

“Saya ini menggunakan jilbab cadar karena syariat Islam, dan petugas tidak mengizinkan saya menggunakan jilbab. Katanya lama, mereka langsung masuk dan ini termasuk pelecehan, saya paham aturan hukum,” ujarnya.

Suami Risnawati yang diculik Densus 88 bernama Arkam (25 tahun). Arkam diculik Densua 88 saat membeli makanan sejak jam 20.00 Wita. Sementara kediaman Risnawati yang didatangi Densus ada di sebuah indekos di Lorong Malaya, Jalan Towua, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Pokoknya habis shalat isya, sekitar jam 8 malam, suamiku pergi beli makanan di depan lorong, sampai ada petugas melakukan penggeledahan di rumah dia tidak pulang. Saya tahu pergaulan suami saya seperti apa, karena dia hanyalah seorang buruh bangunan, pagi kerja sore sudah ada di rumah,” ucapnya.

Di kos-kosan itu, petugas menyita barang bukti berupa televisi, mesin jahit, topi dan senjata angin yang semuanya tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme.

“Polisi tidak menyertai surat penggeledahan, mereka datang langsung geledah isi kos pakai sepatu. Senjata angin yang digunakan memburu burung pun juga disita, bahkan televisi dan mesin jahit,” tuturnya.

Sementara itu, Rezki Hairulnisa (24 tahun), istri dari Hadi Saputra (21 tahun) yang juga diculik oleh Densus 88 juga menyampaikan keterangan serupa. Dia bahkan menyebut dipaksa oleh Densus 88 untuk mengaku bekerjasama dengan suaminya.

“Pokoknya kos langsung ditendang dan berteriak tangkap-tangkap dan dipaksa untuk mengaku sudah kerja sama yang dilakukan oleh suami saya, padahal suamiku juga hanya buruh bangunan,” tutur Rezki. [Abd/dbs]

Check Also

Mantan Presiden Diktator Tunisia Ben Ali Tewas di Saudi

JEDDAH (Mata-Media.Net) – Mantan presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, pemimpin pertama yang digulingkan oleh ...