Saturday , September 21 2019
Home / Berita / Rusuh di Papua Ditunggangi OPM Biasa Saja, Ada Isu ISIS di Papua Polri Akan Terjunkan Densus 88

Rusuh di Papua Ditunggangi OPM Biasa Saja, Ada Isu ISIS di Papua Polri Akan Terjunkan Densus 88

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Ketika di Papua terjadi kerusuhan berhari-hari yang diduga kuat didalangi dan ditunggangi oleh kelompok separatis teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM), tak terlihat adanya Densus 88 Antiteror yang diturunkan oleh Mabes Polri ke Papua.

Namun ketika muncul isu adanya ISIS/IS di Papua dan ikut ‘nimbrung’ dalam kerusuhan di Papua, Polri seolah sigap dan melakukan respon super cepat dengan mengatakan akan menerjunkan tim Densus 88. Namun kenapa hal itu tidak dilakukan Polri diawal-awal terjadinya kerusuhan di Papua?

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menyebut ada 3 kelompok di Papua, yakni kelompok pemberontak bersenjata, kelompok kriminal bersenjata dan kelompok klandestin. Salah satu kelompok tersebut telah terafiliasi dengan ISIS dan menyerukan jihad di Papua.

“Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di Tanah Papua. Kelompok pemberontak Papua merdeka saat ini telah membentuk tentara baru yaitu west papua army yang merupakan gabungan tiga kelompok itu. Yang di bawah komando ULMWP yang dipimpin oleh Benny Wenda,” ujar Ryamizard saat pemaparan dalam rapat bersama Komisi I dan Menlu-Menkominfo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis (5/9/2019).

Selain itu, Ryamizard Ryacudu juga mengatakan ada kelompok yang berafiliasi dengan ISIS yang menyerukan jihad di tanah Papua. Mabes Polri sendiri sudah mendeteksi keberadaan ISIS di tanah Papua sejak 2 tahun ke belakang.

“Jadi untuk jaringan ISIS yang di Papua memang sudah dideteksi sekitar 2 tahun belakangan ini,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/9/2019).

Meski telah berada di Papua sejak 2 tahun lalu, namun aktivitas ISIS di Papua baru terlihat dalam 1 tahun ini. Salah satu aktivitas ISIS yang terdeteksi Densus 88 adalah rencana pengeboman di Polres Manokwari.

“Ada 1 sudah dilakukan penegakan hukum oleh Densus 88, jaringan ini rencana akan melakukan pengeboman di Polres Manokwari tapi berhasil diamankan. Jadi ada di Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, Merauke, dan ada beberapa wilayah di situ sel-selnya memang dia masih melakukan rekrutmen,” katanya.

Selain melakukan merekrut anggota di beberapa wilayah di Papua, ISIS juga terus berupaya menguasai wilayah dan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri. Densus 88 pun siap diterjunkan ke Papua untuk memburu anggota ISIS.

“Masih kita dalami terus (ISIS di Papua). Keterkaitannya dengan kerusuhan (Papua) tentunya masih didalami juga. Nanti dari Densus akan melihat apakah ada fakta hukum keterkaitannya dari beberapa jaringan ISIS di Papua maupun di Papua Barat terkait menyangkut masalah kerusuhan ini atau tidak,” paparnya. [Abd/dbs]

Check Also

Mantan Presiden Diktator Tunisia Ben Ali Tewas di Saudi

JEDDAH (Mata-Media.Net) – Mantan presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, pemimpin pertama yang digulingkan oleh ...