Sunday , April 5 2020
Home / Firqah / Koalisi Internasional adalah Penyaringan & Ujian Bagi Orang Beriman

Koalisi Internasional adalah Penyaringan & Ujian Bagi Orang Beriman

(Mata-Media.Net) – Sunatullah akan terus berlangsung sejak zaman ke zaman, termasuk sunatullah adanya orang-orang Kafir (Yahudi dan Nashrani) dan Musyrik di seluruh dunia yang bersatu padu untuk memusuhi dan memerangi kaum Muslimin. Begitu pula yang terjadi pada zaman sekarang ini. Adanya Koalisi Internasional yang dipelopori oleh kaum Yahudi la’natullah ‘alaihim dan kaum Musyrik merupakan upaya untuk memadamkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menghalangi syariat Allah tegak dan berlaku di muka bumi. Oleh karena itu, bersatunya kaum Yahudi dan Musyrik yang tergabung dalam Koalisi Internasional sesungguhnya sebuah proses penyaringan dan ujian bagi kaum Muslimin, orang beriman dan para mujahidin di seluruh dunia. Berikut ini artikel lengkapnya:

التحالف العالمي تمحيص وابتلاء

KOALISI INTERNASIONAL ADALAH PENYARINGAN DAN UJIAN

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Robb semesta alam, yang atas rohmah-Nya –subhanahu wa bihamdih- telah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman (manhaj) untuk umat Islam ini. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad ibnu Abdillah yang telah bersabda :

تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أبدا؛ كتاب الله وسنتي

“Aku tinggalkan untuk kalian, yang jika kalian berpegang teguh dengannya niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selama-lamanya, yakni Kitabulloh (Al-Qur’an) dan Sunnahku (hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)”. (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan yang lainnya)

Saudara-saudaraku yang mulia dan dirahmati Allah, Allah Yang Maha Mulia dan Maha Suci nama-nama-Nya mengetahui akan kelemahan umat ini, mengetahui fitnah-fitnah dan musuh-musuh kejam yang menantinya, maka dari bentuk kemuliaan dan kedermawanan-Nya, Allah senantiasa menjaga atas ummat ini manhajnya (pedomannya), Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah (Allah) yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti kami pula yang memeliharanya”. (QS. Al-Hijr 15 : 9)

Al-Qur’an terjaga oleh penjagaan Allah Jalla Jalaaluh. Adapun kitab-kitab terdahulu yang terjaga pada kita hingga hari ini adalah sebatas nama-namanya. Sedangkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan di dalam kitab-kitab tersebut berupa syari’at, telah terkotori oleh tangan-tangan pendosa. Di dalamnya meraka mencampur adukkan (kebenaran dengan kebatilan), menyelewengkan maknanya, dan menjual ayat-ayat Alloh dengan harga yang sedikit.

Lalu muncullah Manhaj Pemelintiran (Manhaj at-Tahrif), yang Alloh ta’ala sebutkan untuk kita agar kita mengetahui para pelakunya dan agar ummat ini tidak tertipu oleh mereka, agar mereka mengetahui orang yang benar (Jujur) dan siapa mereka yang membuat kedustaan, siapa orang-orang yang memiliki kepentingan yang benar (jujur) dan siapa saja yang mengulurkan tangannya pada kekufuran dan berbicara dengan (mengutip) kalam Alloh dan Rosul-Nya shollallohu ‘alayhi wasallam.

Seluruh bentuk konggres kekafiran hari ini, sejak diutusnya Nabi shollallohu ‘alayhi wasallam hingga hari ini, hingga Alloh membangkitkan makhluq-Nya kelak, seluruh konggres dan konspirasi, Alloh ta’ala telah meringkasnya untuk kita dalam satu ayat atau sebagian dari ayat. Alloh ta’ala berfirman :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho kepadamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti millah mereka.” (QS. Al-Baqoroh 2 : 120)

Oleh karena itu Alloh ta’ala juga berfirman,:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maaidah 5 : 82)

Pada hari ini kaum Yahudi dan Salibis beserta para pengikutnya, mereka ini berjalan diatas apa yang telah digariskan oleh kakek moyang dan bapak-bapak mereka, sebagaimana firman Alloh ta’ala :

أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

“Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu, sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Adz-Dzariyat 51 : 53)

Maka, pasukan Ahzab pada hari ini, mereka adalah perpanjangan dari pasukan Ahzab terdahulu. Pasukan Ahzab terdahulu yang menjadi pelopor siapa? Ulama Bani Nazhir. Merekalah yang mempelopori untuk melawan Nabi shollallohu ‘alayhi wasallam, bersama mereka kaum Musyrik Quroisy, Ghothofan dan yang lainnya. Mereka menyulut kelompok-kelompok kekafiran hingga meraka sampai di kota Madinah.

Maka untuk itu, pada hari saat terjadinya perang Ahzab, Alloh ta’ala mensifati keadaan kaum Muslimin karena kerasnya permusuhan melawan mereka,. Alloh ta’ala berfirman kepada kaum Mukminin :

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا (10) هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا (11)

“(yaitu) ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika penglihatan kalian terpana dan hati kalian menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian berprasangka yang bukan-bukan terhadap Alloh, di situlah diuji orang-orang yang Mukmin dan diguncangkan hatinya dengan guncangan yang dahsyat.” (QS. Al-Ahzab 33 : 10 -11)

Pada hari ini dikatakan kepada kaum Mukminin seperti ini; “hari ini ummat dalam keadaan jika tidak melewati sunnah (ketetapan) ini, setidaknya mendekati sunnah ini.” Akan tetapi manusia itu terbagi (menjadi beberapa golongan) dalam situasi seperti ini. Diantara mereka ada yang isi hatinya keluar, ternyata hatinya penuh dengan nifaq, dan Islam yang ia klaim, tidak lain hanya untuk mendapatkan kemashlahatan duniawi. Ia berjalan bersama para penyeru syari’ah dan ia memakai pakaian Islam demi kepentingan pribadi. Maka selama Islam masih memberi harapan baik padanya, berupa makanan, minuman dan tempat tinggal, dia tidak segan untuk menisbatkan diri padanya.

Akan tetapi,

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

“Alloh tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kalian sekarang ini.” (QS. Ali ‘Imron 3 : 179)

Harus ada pemisahan (pembersihan) barisan. Maka saat terjadi kondisi seperti ini, berbicaralah sifat kemunafiqannya, mereka mengatakan:

مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

“yang dijanjikan Alloh dan rosul-Nya kepada kami hanyalah tipu daya belaka.” (QS. Al-Ahzab 33 : 12)

Alloh juga berfirman tentang mereka di ayat yang lain,

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

“tatkala orang-orang munafiq dan orang-orang yang hatinya berpenyakit mengatakan, “yang di janjikan Alloh dan rosul-Nya kepada kami hanyalah tipu daya belaka”. (QS. Al-Ahzab 33 : 12 )

Dan Alloh berfirman :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka sesungguhnya Alloh maha perkasa lagi maha bijaksana.” (QS. Al-Anfal 8 : 49)

Jadi Alloh ta’ala dalam kondisi seperti ini memberikan kita sebesar-besar gambaran (sifat) dari sel-sel yang paling berbahaya dalam masyarakat, yaitu nifaq, orang-orang munafiq, para pemilik jenggot panjang, pakaian (celana) cingkrang dan mereka hadir di masjid-masjid, sosok mereka menyerupai sosok orang-orang Mukmin, akan tetapi hati-hati mereka terpisah dari orang-orang Mukmin. Mereka bergabung dengan pasukan kekufuran, bergabung dalam satu parit kekufuran, mereka berhubungan dengannya sepanjang malam dan siang.

Terhadap Mereka itu … ummat sangat membutuhkan penjelasan Alloh akan sifat-sifat mereka, menampakkan aib-aib mereka dan agar mereka menampakkan diri mereka pada pergolakan semacam ini, mereka berceloteh, dan pada hari ini, alhamdulillah … mereka jatuh, kelompok-kelompok yang banyak dari mereka, dan kita bisa melihatnya di layar-layar kaca, ulama suu’ dan ulama negeri, kita bisa melihat analisa mereka pada berita-berita di channel-channel mereka dan selain mereka, kita bisa melihat di majlis-majlis yang mengatasnamakan Islam dan kaum Muslimin.

Jadi pada hari ini kita, perkara kita adalah seperti halnya perkara kemarin, yaitu perkara Diin, perkara aqidah, perkara ikatan dengan Alloh Jalla Jalaaluhu. Kekufuran hari ini, ketika berkembang ditengah-tengah ummat di setiap tempat, fenomena ini memberikan kabar gembira dengan kebaikan, alhamdulillah… Fenomena ini membuat orang yang beriman bergembira karenanya, tidak sebagaimana firman Alloh ta’ala terhadap suatu kaum, “mereka berbalik ke belakang, merugi di dunia dan di akhirat.” (QS. Al-Hajj 22 : 11)

Bahkan Alloh ta’ala memberi kabar tentang hamba-hambaNya yang terdahulu yang mengikuti orang-orang yang telah berjumpa (dengan-Nya), Alloh ta’ala berfirman: “(Yaitu) orang orang (yang menaati Alloh dan Rosul Nya) ketika ada orang-orang mengatakan kepada mereka: ”orang-orang (Quroisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah pada mereka”. Apa yang terjadi? Bertambah keimanan, bukan gentar dan ketakutan,.. Alloh ta’ala hanya berifirman,: (Ucapan itu) menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab “Cukuplah Alloh menjadi penolong bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali ‘Imron 3 : 173)

Dengan demikian ketika Alloh memperlihatkan dengan pandangan kita tetang jumlah kekafiran dan pasukannya, mesin-mesin mereka yang berada di udara dan mesin-mesin mereka yang berada di lautan, ketika Alloh memperlihatkan melalui pandangan kita, kemudian kita menganalisa permasalahan-permasalahan dan kita membuat gambaran dari masalah itu dengan mata hati kita, jadi beresekutunya kaum Kafir pada hari ini perkara yang menakutkan atau menggembirakan? Dalam tolok ukur syari’at menggembirakan, sedangkan dalam tolok ukur manusiawi itu menakutkan dan menggentarkan, bukankah demikian ?

Maka yang membaca di channel-channel, yang membaca di surat-surat kabar dan seluruh media informasi, akan mengatakan apa? Bahwa masalahnya telah ditetapkan (semoga Alloh menguatkan kalian) oleh anggota dewan, selesai. Mereka adalah para pembuat keputusan, bukankah demikian?

Yaa, akan tetapi bagi yang menelaah Al-Qur’an, dia mendengar bahwa Alloh Ta’ala berfirman,:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Kafir itu menginfaq kan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Alloh, mereka (terus) menginfaq kan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan, ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang Kafir itu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal 8 : 36)

Jadi, inilah timbangan kita. Dengan kadar kekuatan keimanan kita, akan terjadi. Dengan kadar kekuatan aqidah kita, akan terjadi. Maka kita di zaman ini, terkhusus di saat ini, perkara paling wajib diantara kewajiban-kewajiban lain adalah lari kepada Alloh Jalla Jalaaluhu, yaitu kembali kepada Alloh subhanallohu Wa bihamdihi, memohon pertolongan kepada Nya Jalla Jalaaluhu.

Dia adalah maha dekat yang maha mengabulkan do’a ketika kalian memohon pertolongan pada-Nya, dan pertolongan Alloh paling agung terhadap para hamba-Nya adalah Dia Alloh menurukan ketenangan kepada mereka, apabila Alloh menurunkan ketenangannya kepada mereka, maka artinya adalah Alloh mendatangkan kemenangan pada mereka disetiap tempat. Dan musibah terbesar yang Alloh timpakan terhadap musuh-musuh-Nya adalah rasa takut, ketika Alloh Ta’ala menetapkan rasa takut kepada musuh-musuh-Nya, maka di sanalah kekalahan yang sebenarnya.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

“Ingatlah ketika Robb mu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kalian maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”, kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang Kafir, maka pukullah diatas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.” (QS. Al-Anfal 8 : 12)

Kita memohon kepada Alloh yang maha Agung, Robb pemilik ‘Arsy yang mulia, agar meneguhkan hati-hati kaum Muslimin dan terkhusus para mujahidin, dan menurunkan kepada mereka ketenangan, menyatukan barisan mereka, menguatkan keimanan mereka, serta menjadikan pertolongan kepada mereka adalah bentuk kemenangan bagi kaum Muslimin di belahan bumi timur dan barat.

Hendaklah setiap Muslim mengetahui dengan seyaqin-yaqinnya, bahwa Daulah Islam ini, demi Alloh, Alloh lah yang menjadi penolongnya. Demi Alloh ia adalah Daulah yang dimenangkan dengan pertolongan dan janji Alloh terhadapnya.

Dan hendaklah setiap orang mengetahui, baik yang dekat ataupun yang jauh, bahwa Daulah ini tidak dibangun di atas kemashlahatan kepentingan tertentu, tetapi Daulah ini terbangun urusannya untuk menegakkan syari’at Alloh, maka Alloh adalah yang menjadi penolong dan pembelanya.

Dan siapa saja yang akan menangis maka menangislah untuk dirinya sendiri, siapa saja yang ingin bersedih hati, bersedihlah untuk dirinya sendiri, dan siapa saja yang berprasangka bahwa Daulah ini akan terkalahkan, sungguh dia telah berburuk sangka kepada Alloh Jalla Jalaluhu. Demi Alloh, Dialah Alloh yang menjadi penolongnya, sebagaimana Ia telah menolong Rosul-Nya shollallohu ‘alayhi wasallam di gua Tsaur, dan Alloh yang memberikan tamkin selama Daulah menolong agama-Nya, selama Daulah menegakkan syari’at Alloh Jalla Jalaaluhu. Maka ini adalah janji Alloh, dan Alloh tidak akan pernah menyalahi janji-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya,

Adapun negeri-negeri kufur, maka ia akan dikalahkan, demi Alloh ia akan terkalahkan, dan yang mengalahkan di hari kemarin, yang memprakarsai pasukan Ahzab kemarin, mereka akan dikalahkan pada hari ini. Alloh Jalla Jalaaluhu berfirman,

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (QS. Al-Qomar : 45)

Dan Alloh juga berfirman,

 قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ

“Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang Kafir, “kalian (pasti) akan dikalahkan dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam.” (QS. Ali ‘Imron 3 : 12)

Tapi tidak tawaakal (hanya bersandar tanpa membuat sebab) tapi dengan apa? Dengan tawakkal (bersandar setelah dan membuat sebab). Alloh ta’ala Yang berfirman :

 وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

“Dan janganlah orang-orang kafir mengira bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Alloh), sungguh mereka tidak dapat melemahkan (Alloh).” (QS. Al-Anfal 8 : 59)

Setelah itu Dia juga Yang berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuataan yang kalian miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh-musuh Alloh dan musuh-musuh kalian.” (QS. Al-Anfal 8 : 60)

Maka hendaklah para mujahidin dan setiap orang yang jujur bergembira bahwa pertolongan Alloh akan datang, dan itu hanya dalam beberapa hari yang sudah ditentukan.

Firman Alloh ta’ala telah menetapkannya untuk ummat Islam, sebagaimana ketetapan sabda Nabi shollallohu alayhi wasallam setelah kalahnya kaum Ahzab, “pada hari ini kita yang memerangi mereka dan mereka tidak lagi menyerang kita.” Maka besok kita akan mendengar Amiirul Mukminin dengan perkataan seperti itu di atas setiap mimbar, “pada hari ini kita yang memerangi mereka dan mereka tidak lagi memerangi kita, dengan izin Alloh Ta’ala.”

سبحان ربك رب العزّة عمّا يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين, وصلى الله وسلّم على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه أجمعين.

[AR/Maktabah Al-Himmah/dbs]

Check Also

Dalam Sehari, Hampir 1.500 Orang di AS Tewas Karena Virus Corona

WASHINGTON (Mata-Media.Net) – Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sejak pandemi virus Corona atau Covid-19 ...