Tuesday , August 20 2019
Home / Firqah / Muhammad Didalam Bible (Bagian 2)

Muhammad Didalam Bible (Bagian 2)

Oleh: Zakir Khan

(Mata-Media.Com) Risalah ini kami tulis sebagai lanjutan dari risalah sebelumnya, di mana kami akan membuktikan kebenaran Al-Qur’an tentang Muhammad bin Abdillah sang Nabi Agung yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai rahmatan lil ‘alamin. Sang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ternyata telah di nubuwatkan oleh para Nabi dan Rasul sebelum beliau.

Tentu saja bagi seorang Muslim jika kami katakan bahwa para Nabi dan Rasul terdahulu telah memberitakan akan kehadiran Nabi Agung ini, maka ia akan segera percaya, karena sebagai konsekwensi iman seorang Muslim terhadap kenabian Muhammad. (Baca: Muhammad Didalam Bible (Bagian 1)

Dan kita cukuplah menyebutkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an bahwa di masa Yahudi dan Nashrani-pun, para Nabi Bani Israel telah memberitakan kabar gembira ini, bahwa kelak akan diutus seorang Nabi yang bernama Ahmad atau Muhammad. Dan tentu saja hal itu akan menjadi sebuah keyakinan yang pasti bagi seorang Muslim, dan tidak perlu banyak pembuktian dan data yang berkepanjangan.

Namun bagaimana jika kita dituntut untuk membuktikan kebenaran Al-Qur’an tentang klaim bahwa Muhammad sesungguhnya adalah juru selamat yang di nubuwatkan oleh para Nabi terdahulu? Dan meyakinkan kaum agama-agama lain bahwa apa yang kita klaim adalah sebuah kebenaran yang tidak bercampur dengan kedustaan dan keraguan?

Untuk itu disini kami mencoba mengulas secara tuntas permasalahan diatas, dengan  pertolongan dan kekuatan dari Allah semata. Semoga risalah ini juga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca terutama bagi mereka yang cinta akan kebenaran.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah, perlu diketahui bahwa didalam Islam itu wajib meyakini akan ke-universalan syariat Muhammad dan wajibnya beriman kepada shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Rasulullah bersabda:

«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidaklah seorangpun dari umat ini Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentangku, kemudian ia mati sedangkan belum beriman kepada (risalah) yang aku bawa, kecuali pasti ia termasuk penghuni neraka”. (HR. Muslim; 1: 134, Bab: Wajibnya Ahli Kitab Beriman Kepada Risalah Islam). Dalam hal ini, silahkan membaca kembali tulisan saya yang telah dimuat pada artikel Muhammad Didalam Bible (Bagian 1).

Kita suci Al-Qur’an telah menjelaskan tentang Isa ‘alaihissalam yang memberikan kabar gembira akan kedatangan sang Nabi Agung ini. Allah berfirman, Dan (ingatlah) ketika ‘Isa putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. Ash-Shaff 61 : 6)

Untuk memudahkan pemahaman kita, maka fokuskan perhatian kita terhadap penekanan ayat yang mulia diatas yang bercetak miring dan tebal; Isa, Bani Israel, Kabar Gembira dan Ahmad, agar mudah bagi kita semua untuk memahaminya.

Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah Yang Maha Kuasa menempatkan nama “Ahmad” yang merupakan nama lain dari Muhammad dalam mulut Yesus. Para pendebat Kristen, pembangkang Injil dan pengabar kebenaran secara sembrono mengejek gagasan tersebut. Misionaris Kristen tidak menyangkal bahwa Yesus memang membuat sebuah ramalan tentang seseorang yang akan datang sesudahnya, akan tetapi kata “Ahmad” baginya kelihatan tidak masuk akal.

Nama yang paling umum diterima oleh umat Kristen adalah “Penghibur”. Namun tidaklah menjadi masalah penghibur atau istilah yang lain. Kami tetap menggunakan penghibur seperti digunakan dalam terjemahan populer “King James Version”. (The Choice, Syekh Ahmed Deedat)

Dalam bahasa Arab, kabar gembira menggunakan kata: Busyra (البشرى), namun jika kita anggap terjemahan “Penghibur” dalam Bible KJV adalah benar, maka kita bertanya: “Apakah Yesus menggunakan bahasa Inggris saat memberikan kabar gembira kepada Bani Israel akan kedatangan sang Penghibur ini?” Tentu saja tidak. Yesus tidak berbicara dengan bahasa inggris, Yunani, Arab apalagi Indonesia. Saat itu, Yesus berbicara dengan bahasa Ibrani yang menjadi bahasa ibunya.

Umat Kristen telah membual dengan cerdik bahwa mereka sekarang telah menterjemahkan Injil secara lengkap ke dalam ratusan bahasa yang berbeda dan lebih dari 2.000 Perjanjian Baru (didalamnya ramalan tersebut berlimpah-limpah) dengan bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Jadi orang-orang pintar Kristen telah menemukan lebih dari 2.000 nama dalam 2.000 bahasa yang berbeda untuk satu orang calon “Penghibur”.

Pemuka gereja juga telah membuat kesalahan dengan menerjemahkan nama orang, di mana mereka tidak berhak melakukan hal tersebut. Contohnya Esau menjadi Yesus, Messiah menjadi Kristus, Cephas menjadi Peter dan lain-lainnya.

Ada banyak dalam ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Muhammad adalah sang Penghibur atau pembawa kabar gembira, diantaranya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 119, Saba’ ayat 28 dan Faathir ayat 24. Allah berfirman,

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيراً وَنَذِيراً

“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. (QS. Al-Baqarah 2 : 119)

Namun kaum Nasrani akan keberatan jika kita berhenti pada pembuktian bahwa sang Penghibur itu adalah Muhammad berdasarkan Al-Qur’an, karena mereka tidak pernah mengimani Al-Qur’an sama sekali. Oke, jika begitu, maka pada umumnya kaum Nasrani akan ngotot bahwa sang Penghibur itu merujuk kepada Roh Kudus, berdalil dengan apa yang dikatakan oleh Yohanes, yang mana ia berkata:

Tetapi Sang Penghibur, yaitu ‘Roh Kudus’, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”. (Injil – Yohanes 14:26)

Tentu ayat ini tidak berdiri sendiri, sebab ayat ini disabdakan oleh Yesus dalam rangka menjanjikan Penghibur, kita harus melihat dengan kacamata kejujuran bahwa janji ini dimulai dari Yohanes 14 : 15, dan dalam ayat ke 16, Yesus berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selamanya”. (Injil – Yohanes 14 : 16)

Seorang penolong jelas-jelas merujuk pada manusia, lalu mengapa didalam Injil – Yohanes 14 : 26 tiba-tiba merujuk pada “Roh Kudus”? Jika kita biarkan bahwa sang Penghibur dan Penolong itu adalah roh sebagaimana yang kita fahami dalam perbincangan keseharian kita, yang berarti roh itu tidak terlihat, sering kita menggunakan kata roh itu untuk sesuatu yang telah mati, atau yang bersifat gaib, roh penasaran, arwah gentayangan, dan selainnya, maka disini akan menunjukkan bahwa Bible itu tidak konsisten. Atau, seandainya Roh Kudus yang merujuk kepada Jibril alaihissalam atau jika memang sang Penghibur itu adalah roh yang kita fahami selama ini, maka tentu disini lagi-lagi menunjukkan ketidak-konsistenan Bible, yang mana didepan mengatakan seorang, namun dibelakang mengatakan roh.

Namun siapapun yang meneliti literature ini akan mengetahui bahwa kata ‘Roh Kudus’ dalam Yohanes 14 : 26 adalah penambahan dan penekanan, dan bukan murni sabda Yesus. Maka disinilah sering kita dapati kelancangan para penerjemah Bible dalam berbagai macam bahasa didunia yang menambahkan kata-kata yang sebenarnya bukan bagian dari firman itu sendiri. Jika didalam terjemahan Al-Qur’an akan kita dapati penambahan atau penekanan itu berada dalam tanda kurung, atau catatan kaki, namun disiplin ini tidak diterapkan dalam penerjemahan Bible.

Penerjemahan Al-Qur’an selain menyertakan teks asli berbahasa Arab, dalam menyisipkan tambahan dalam artipun harus terpisah dari makna harfiyah. Alhamdulillah, ini merupakan bentuk penjagaan Allah kepada kitab suci Al-Qur’an.

Bukti bahwa penambahan roh dalam ayat tersebut berarti manusia, lebih jelasnya berarti Nabi, sehingga Roh Kudus adalah Nabi Suci, dan ada dalam surat Yohanes yang pertama: “Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”. (Injil – 1 Yohanes 4 : 1)

Dari sini kita dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan disini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah.

Lalu apa tanda kebenaran roh (baca: Nabi) menurut Yohanes dalam suratnya? Dia mengatakan: “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah“. (Injil-1 Yohanes 4 : 2)

Ciri kebenaran seorang Nabi yang akan datang setelah Yesus adalah bahwa sang roh tersebut akan memberitakan bahwa Yesus adalah Manusia. Lalu apakah Muhammad sesuai dengan cerita diatas? Seratus persen kita akan menjawab: Iya!

Satu-satunya roh (baca: Nabi) setelah Yesus yang bersikeras bahwa Yesus adalah manusia tidak lain adalah sang Penghibur, Manusia suci, Roh Kudus (Ma’shum) yaitu Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana hal itu bisa dibuktikan? Simaklah ulasan berikut ini.

Muhammad menyampaikan wahyu Allah bahwa Isa Putra Maryam adalah seorang Rasul yang juga makan sebagaimana manusia lainnya:

مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ

“Al-Masih purta Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa Rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. (QS. Al-Maa’idah 5 : 75)

Isa tidak lain adalah seorang Rasul seperti Rasul-Rasul sebelumnya, baik Nuh, Ibrahim maupun Musa juga Muhammad itu sendiri. Jika dikatakan roh (spritiual), maka hal itu tidak akan benar, karena rasul-rasul sebelum Isa semuanya dari jenis manusia. Tidak cukup sampai disitu, sebagai penyampai wahyu Allah, Muhammad telah menyampaikan apa adanya ayat itu, bahwa Allah berfirman: “Keduanya biasa memakan makanan”. Hal ini menunjukkan bahwa Isa atau Yesus adalah manusia yang membutuhkan makanan, sebagaimana manusia lainnya.

Sehingga menurut Yohanes dalam suratnya itu, bahwa siapa saja yang mengatakan Isa atau Yesus bukan manusia, maka dia bukanlah roh kebenaran: “Dan setiap roh yang tidak mengakui Yesus (sebagai manusia), tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh anti Kristus..”. (1 Yohanes 4 : 3)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah, saat ini setiap gereja mengatakan sejatinya Yesus bukanlah manusia, Yesus adalah Allah, yang menjelma kedalam tubuh manusia. Menurut Yohanes, berarti gereja-gereja yang percaya bahwa Yesus bukan manusia adalah roh-roh anti Kristus. Justru Muhammad yang datang 6 abad setelahnya meluruskan pandangan menyimpang ini, dan menegaskan Yesus adalah rasul, hamba Allah dan ruh dari-Nya, dan menjadikan persaksian ini sebagai syarat sah keimanan seorang Muslim dan kunci masuk surga eden. Rasulullah bersabda:

«مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ العَمَلِ»

“Siapa yang bersaksi: bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah saja yang tidak sekutu bagi-Nya, sesunguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa sesungguhnya Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, juga kalimat-Nya dia Dia tiupkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, surga adalah benar, dan neraka adalah benar, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga bagaimana-pun amalannya”. (HR. Al-Bukhari)

Siapapun yang mengucapkan persaksian ini dengan mengetahui maknanya, dan mengamalkan tuntutannya, secara lahir maupun batin, karena dua (2) kalimat syahadat haruslah berdasarkan ilmu dan keyakinan serta mengamalkan konsekwensinya, sebagaimana firman Allah:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah”. (QS. Muhammad  47 : 19)

Dan firman-Nya lagi:

إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)”. (QS. Az-Zukhruf 43 : 86)

Adapun sekedar mengucapkan tanpa mengetahui maknanya, tanpa keyakinan dan tanpa mengamalkan konsekwensinya; yaitu berlepas diri dari kesyirikan, mengikhlaskan ucapan dan amalan dalam hal ucapan hati dan lisan, amalan hati dan anggota badan, maka ucapan itu tidaklah bermanfaat. (Fathul Majid, hal: 39)

Jadi berdasarkan Bible, kita dapat membuktikan kebenaran Al-Qur’an bahwa Muhammad adalah Ahmad sang Penghibur, Holy Spirit, pembawa kabar gembira, yang telah dikuatkan ciri-cirinya oleh Yohanes dalam suratnya yang pertama.

Lalu kenapa Yesus menyebut Ahmad, bukan Muhammad? Apakah Ahmad adalah Muhammad? Temukan jawabannya pada episode berikutnya atau pada artikel “Muhammad Didalam Bible (Bagian 3)”, yang akan kita kupas apa dan siapa itu Ahmad, Muhammad dan Himdah (Haggai, ii.7) dan asal kata dari huruf Ha’(ح), Mim (م) dan Dal (د), Hamd, Himd, Himdah, Ahmad, Muhammad. Wallahu a’lam bish-shawab… [Joko Tarub/Edt; Abd]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...