Wednesday , August 21 2019
Home / Firqah / Mustahil Jika Bible Sebagai Firman Tuhan (Bagian 1)

Mustahil Jika Bible Sebagai Firman Tuhan (Bagian 1)

Oleh: Zakir Khan

(Mata-Media.Com) – Bismillah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, hamba bersaksi tiada Ilah yang berhak di ibadahi selain Engkau, suci Dzat, Nama dan Sifat-Mu, dan tidak ada seorangpun seperti dan semisal Engkau. Hamba bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu, serta Isa putra Maryam adalah hamba, Rasul, kalimat dan ruh dari-Mu sebagaimana seluruh makhluk bernyawa seluruhnya adalah ciptaan-Mu.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, diantara rukun iman yang wajib diyakini sepenuhnya adalah beriman kepada kitab-kitab Allah, yang Allah turunkan kepada para Nabi dan Rasul sebagai pedoman jalan hidup, dan rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Tidak sah pula iman seseorang tanpa beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur’an, sehigga selain beriman kepada al-Qur’an, maka wajib bagi setiap Muslim untuk beriman kepada seluruh kitab-kitab Allah secara global maupun terperinci.

Karena dasar itu, sering kali para misionaris Kristen menjebak umat Islam yang awam dengan pertanyaan: “Bukankah iman kepada Taurat, Injil, Zabur juga merupakan kewajiban dalam Islam?” Jika dijawab iya, maka mereka akan segera menjejalkan ayat-ayat Bible atau Injil yang berkaitan dengan masalah kekristenan, terutama tentang Trinitas, ketuhanan Yesus dan penyaliban serta kebangkitan.

Gerakan kristenisasi atau pemurtadan memang sangat gencar dilakukan para evangelis di Indonesia, karena didukung dana super besar. Mereka juga mengadakan pemurtadan terselubung dimana-mana, dan ternyata umat Islam hanya sedikit sekali yang peduli akan hal ini.

Gerakan pemurtadan ini sejatinya terus berjalan sesuai dengan rule yang telah ditentukan. Julius Richter, D.D merekomendasikan resep yang bisa dijadikan modus untuk memurtadkan umat Islam, yaitu: 1. Medical Mission, 2. Distribution of Cristian literature, 3. Cristian Schools, dan 4. Women’s Work.

Misi Kristen didunia Islam terutama di Indonesia nampaknya belum keluar dari resep yang diajukan oleh Julius Richter tadi. Hal ini terbukti dengan menjamurnya sekolah-sekolah Kristen di lingkungan mayoritas berpenduduk Muslim, dan banyaknya rumah sakit Kristen di pedesaan, yang secara terselubung maupun terang-terangan menjajakan kekristenan mereka.

Agaknya cara para missionaris ini sangat efektif, disamping keawaman masyarakat Muslim tentang ajaran Islam, dan keberhasilan mereka menaklukkan para petinggi Negara, juga dikarenakan faktor ekonomi yang banyak menjerat rakyat Indonesia.

Kasus terakhir, PT Telkom mengalokasikan mayoritas dana sumbangannya yang sangat besar untuk kepentingan pembangunan gereja (rumah ibadah kaum Nashrani). Sedangkan untuk pembangunan masjid sangat sedikit sekali. (Baca: Dana CSR Telkom 3,5 Miliar Untuk Gereja & Hanya 100 Juta Untuk Masjid, PBNU & Muhammadiyah Protes)

Terbukti, jumlah pemeluk Nashrani di Indonesia melonjak tajam. Pada tahun 1999, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menyebut bahwa jumlah orang Kristen (Protestan, jangan keliru Prosetan, -pent) sudah lebih dari 20% dari seluruh penduduk Indonesia. Inilah akibat terjadinya pembaptisan-pembaptisan massal di berbagai daerah. Padahal di tahun 1990, jumlah umat Kristiani tak lebih dari 6%.

Data PGI diatas juga diamini oleh Global Evangelization Movement Database yang menyebutkan bahwa jumlah orang Nashrani di Indonesia lebih dari 40 juta jiwa. Setiap tahun secara internasional jumlah umat Kristen meningkat 6,9%. Sampai sekarang, jumlah kaum Nashrani juga sudah mencapai 2 miliar jiwa lebih. (Majalah Rohani Populer BAHANA, September 2002).

Sekolah Kristen banyak menjadi suksesor misi Kristenisasi di Indonesia. Dalam mata pelajaran agama Katolik untuk pendidikan dasar dan menengah yang diterbitkan oleh Depdikbud tahun 1992 menyebutkan antara lain tujuan pendidikan agama Katolik adalah: “Siswa mengenal dan mencintai tokoh-tokoh kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam keseluruhan sejarah keselamatan”.

Dikarenakan kaum Kristen diberi kebebasan oleh Thaghut dalam menjajakan agamanya, maka sebagai umat Islam seharusnya perlu dan merasa harus membentengi umat Islam dari bahaya pemurtadan tersebut dengan mengungkap apa saja isi Alkitab yang mereka pasarkan pada saat ini.

Apakah Alkitab atau Bible kaum Nashrani tersebut jauh dari kebenaran ataukah justru sangat banyak kesalahan didalamnya.

Tokoh kita saat ini adalah Tuhan, Iblis, Adam dan Hawa (Perlu diperhatikan meskipun kami menukil ayat-ayat dalam Bible, bukan berarti itu menjadi sudut pandang keimanan kami, dan mengolok-olok Allah. Kami mengkhawatirkan jika para pembaca akan segera menghujamkan vonis terhadap hal ini). Kekufuran dimanapun itu harus dihinakan, kekufuran juga harus ditelanjangi, dan siapapun yang mengaku Alkitab-nya paling benar, maka harus lolos dari batu ujian. Apakah Bible lolos? Mari kita buktikan!!

Dalam Kitab Kejadian Pasal 3; “Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa”

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati”. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati”.

Dapatkah para pembaca menangkap dan memahami di mana letak kekonyolan ayat didalam Bible diatas? Ular itu adalah Iblis Laknatullah yang merayu Hawa si perempuan pertama sejarah umat manusia untuk memakan buah larangan itu. Awal mula sang Hawa menolak karena takut ancaman Allah bahwa jika “kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati”. (Kejadian 3 : 3)

Dalam ayat ini, Tuhan jelas mengatakan bahwa jika buah itu sampai diraba apalagi dimakan, maka ia akan mati. Namun Iblis ternyata lebih berkuasa dan lebih benar janjinya daripada “Tuhan” versi Bible, Iblis mengatakan kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati”, dan benar kata Iblis setelah Adam dan Hawa ‘alaihimassalam memakan buah pohon terlarang itu, keduanya tidak mati, karena mereka berdua tetap hidup. Ternyata menurut Alkitab, Iblis lebih mengerti daripada Tuhan, dan lebih benar ucapannya.

Ini jelas tertolak oleh akal sehat, di mana Iblis adalah penipu sedangkan Tuhan adalah Maha Benar. Namun apa sih yang tidak mungkin terjadi didalam Alkitab? Hal-hal yang imposible dalam film-pun bisa jadi mungkin menurut Alkitab. Ini jelas pelecehan terhadap Dzat dan Ilmu Allah. Jika Allah saja telah dilecehkan oleh Alkitab, lalu bagaimana dengan selain-Nya?! Baru kali ini ada humor kacau jika Iblis mengalahkan “Tuhan”. Tapi kekonyolan Bible tidak berhenti sampai disitu saja.

Iblis melanjutkan rayuannya: “Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”. (Kejadian 3 : 5)

Dan benar saja, setelah memakan buah pengetahuan itu, Adam dan Hawa jadi tahu yang baik dan yang buruk. Padahal sebelum memakannya, mereka berdua tidak merasa malu meskipun telanjang bulat, karena belum mengerti, seperti tertulis:

“Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu”. (Kejadian 2 : 25)

Namun setelah memakannya, “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat”. (Kejadian 3 : 7)

Subhanallah, Maha Suci Allah dari penghinaan semacam ini. Hal ini tidak cukup Iblis lebih tahu daripada Allah, akan tetapi Bible justru lancang terhadap firman Allah. Bagaimana mungkin sebuah kitab suci yang mereka yakini huruf per-huruf adalah firman-Nya bisa segitu vulgar, apakah Tuhan tidak memiliki tata-bahasa dan kosa kata yang lebih baik atau majaz yang dapat dipergunakan untuk memperhalus bahasa itu? Jika lembaga sensor film mengetahui hal ini, mungkin saja “firman-firman” diatas akan di sensor atau minimal di blur-kan.

Penghinaan Alkitab tidak berhenti sampai disitu saja. “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman”. (Kejadian 3 : 8)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, semua orang terutama anak-anak akan membayangkan “bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan” bahwa Allah itu seperti manusia. Dia berjalan-jalan mencari hawa sejuk, dan langkah kakinya bersuara. Apa yang sedang Anda bayangkan? (Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan).

Setelah kedua manusia itu mendengar langkah Tuhan Allah, “bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah diantara pohon-pohonan dalam taman”. (Kejadian 3 : 8)

Seakan-akan Allah tidak mengetahui apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan memang menurut Bible, Tuhan Allah tidak mengetahui, jangankan hal yang ghaib, dengan kedua makhluk yang baru saja diciptakan-Nya yang sedang bersembunyi “diantara pohon-pohonan dalam taman”. (Kejadian 3: 8), Tuhan tidak mengetahui, sehingga Tuhan bertanya: “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Dimanakah engkau?”. (Kejadian 3 : 9)

Seperti ketika saya sedang main petak umpet dengan anak saya Zakir, saat pulang dari safar saya ketok pintu sambil berucap: “Assalamu’alaikum!”, Zakir-pun membukakan pintu sambil membalas salam saya: “Wa’alaikumussalam bapak!”, tapi saya pura-pura tidak tau, “Wah Zakir, dimana kamu?” Dia menjawab: “Aku disini pak, didepanmmu”, sambil bercanda saya tetap berpura-pura tidak melihatnya, “Wah, kok Zakir gak ada ya?”. “Zakir disini bapak, didepanmu!” sambil melompat dia memeluk tubuh bapaknya, dan berjalan dengan langkah kaki yang terdengar oleh sang ibu yang sedang goreng ikan asin.

Subhanallah! Penghinaan macam apa ini wahai manusia yang berakal? Dimana ke-Maha Tahuan Allah? Masihkah meyakini Alkitab itu murni dari Allah?

Tuhan masih penasaran dengan kedua manusia itu, setelah berbicara sambil ngumpet “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi”.

Dalam “benak” Tuhan versi Alkitab, “Siapa sih yang ngasih tahu mereka berdua, kok sampai ngerti kalau mereka telanjang?” Jangan-jangan: “Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”. (Kejadian 3: 11)

Tak mau disalahkan, Adam sebagai lelaki berusaha lari dari tanggung jawab dan melemparkan kesalahan kepada Hawa, ia menjawab pertanyaan dari Tuhannya: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan”. (Kejadian 3 : 12)

Disitulah kenapa Bible selalu mendiskreditkan wanita, karena wanitalah sebab terusirnya Adam dan anak-cucunya dari Surga Eden.

Sekali lagi ini bukan sudut pandang penulis. Akan tetapi penulis meyakini dengan pasti bahwa kebenaran cerita Adam dan Hawa telah tertulis dengan penuh keindahan dan kesopanan tata-bahasa didalam kitab suci Al-Qur’an yang telah Allah jaga ke-otentikannya hingga hari kiamat nanti.

Maka dari itu,  jika para misionaris Kristen mendatangi kita, dan menekan kita bahwa kita harus percaya kepada Injil dan Bible, maka jawablah: “Iya, saya percaya kepada kitab Injil yang diturunkan kepada Isa al-Masih putra Maryam ‘alaihimassalam, bukan kitab Injil versi Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Karena yang saya imani adalah Injil versi Isa. Tunjukkan dimana Injil Isa itu?!”

Dan jika perlu diketahui bahwa syariat dan agama terdahulu telah dihapus dengan diutusnya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, tidaklah seorangpun dari umat ini Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentangku, kemudian ia mati sedangkan belum beriman kepada (Risalah) yang aku bawa, kecuali pasti ia termasuk penghuni neraka”. [HR. Muslim; 1: 134, Bab: Wajibnya ahli kitab beriman kepada Risalah Islam). [Joko Tarub/Edt; Abd/Bersambung]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...