Wednesday , August 21 2019
Home / Firqah / Pengantar Kajian Misiologi (Bagian 2)

Pengantar Kajian Misiologi (Bagian 2)

Oleh: MC. Amino Sitohang

(Mata-Media.Com) Misiologi adalah ilmu strategi menang didalam “Perang Aqidah”. Pada artikel yang bagian pertama kemarin, para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) semuanya sudah kami terangkan tentang pengertian Misiologi. (Baca: Pengantar Kajian Misiologi (Bagian 1)

Secara tauhid, setiap orang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya wajib “memusuhi” dua (2) golongan;

1) Golongan yang dinyatakan sebagai musuh oleh Allah

 اِنَّ الْـكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَـكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا.

“Sesungguhnya orang Kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. An-Nisa’ 4 : 101)

2) Golongan yang memusuhi Allah, Rasul-Nya dan ajaran-Nya

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰٓئِکَتِهٖ وَ رُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰٮلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ

“Barangsiapa memusuhi Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang Kafir”. (QS. Al-Baqarah 2 : 98)

Oleh karena itu, kewajiban turunan dari “memusuhi” adalah “menaklukkan” dalam pengertian luas dan cerdas, sebagaimana penaklukkan terhadap musuh orang-orang beriman yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.

Ada tiga (3) langkah penaklukkan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya;

1. Dakwah target. Dalam hal ini maksudnya adalah menargetkan orang-orang Kafir menjadi penguat Islam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah berdoa, “Yaa Allah, kuatkanlah Islam dengan salah seorang yang Engkau cintai, Abu Jahal atau Umar”. (Al-Hadits)

Dalam redaksi lainnya, “Yaa Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam”.

Dakwah target ini dilakukan dengan langkah-langkah strategis, seperti mengenalkan, mengajak, mendidik dan mengutus. Hal ini dapat kita lihat dari catatan sejarah, bahwa setiap sahabat difungsikan untuk menaklukkan aqidah kaum Kafir dan memenangkan aqidah tauhid didalam jiwa-jiwa orang Kafir.

2. Mengkondisikan orang-orang Kafir untuk tunduk pada perundang-undangan Islam dan melindungi mereka sesuai ketentuan syariat Allah.

َ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْـكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ

“Orang-orang yang telah diberikan kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”. (QS. At-Taubah 9 : 29)

3. Memerangi orang-orang kafir yang menghalangi dakwah.

وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ  لِلّٰهِ ۗ  فَاِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيْنَ

“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan kecuali terhadap orang-orang dzalim”. (QS. Al-Baqarah 2 : 193)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, ilmu Misiologi adalah ilmu yang memfokuskan diri pada khazanah “Dakwah Target” untuk mengenalkan aqidah tauhid pada orang-orang Kafir. Allah berfirman,

وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا   ۙ  اللّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا   ۗ  قَالُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat diantara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau di azab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa”. (QS. Al-A’raf 7 : 164)

Selain itu, tujuan dakwah target itu juga untuk menghancurkan upaya-upaya pemurtadan, kristenisasi, liberalisasi dan sebagainya terhadap umat Islam. Allah berfirman,

وَاِنْ نَّكَثُوْۤا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ فَقَاتِلُوْۤا اَئِمَّةَ الْـكُفْرِ ۙ  اِنَّهُمْ لَاۤ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ

“Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin Kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti”. (QS. At-Taubah 9 : 12)

Berdasarkan pertimbangan taktik dan strategi, sasaran dakwah tauhid didalam khazanah Misiologi secara spesifik diarahkan kepada orang-orang kafir yang Allah sebut didalam Al-Qur’an,

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ.

“Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah”. (QS. Al-Baqarah 2 : 120). [Edt; Abd/RMC]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...