Wednesday , August 21 2019
Home / Firqah / Pandangan Orang Kristen Soal Hormat Bendera & Demokrasi

Pandangan Orang Kristen Soal Hormat Bendera & Demokrasi

(Mata-Media.Net) – Pernah ada sebuah kejadian sekitar kurang lebihnya setahun yang lalu, bahwasanya di Papua ada anak-anak sekolah yqng tidak mau ikut upacara bendera dan hormat bendera.

Kemudian ketika ditanya, kenapa tidak mau hormat kepada bendera, lalu anak-anak itu menjawab bahwa perbuatan itu adalah berhala..!!

Sontak para guru pun terkejut mendengar jawaban tersebut, dan akhirnya mencurigai bahwa anak ini adalah anak teroris Islam radikal.

Namun ternyata setelah di telusuri, anak itu adalah anak dari keluarga Kristen yang taat. Luar biasa bila melihat kejadian tersebut, di mana Kristen “Salaf” (baca; Ortodok) kadang lebih faham apa itu berhala daripada yang mengaku umat umat Islam.

Kristen Ortodok yang belajar kitab juga tahu kalau Demokrasi itu adalah berhala. Karena Demokrasi-lah yang menggulingkan kekuasaan gereja pada zaman dahulu.

Berikut ini pemahaman berhala menurut agama dan umat Kristen yang banyak sekali kesamaannya dalam Islam.

Salah satu sifat Allah adalah cemburu, dan dia tidak ingin disekutukan dengan berhala. Mengapa Allah cemburu? Alasannya adalah karena Anda (manusia) adalah ciptaan-Nya dan kesayangan-Nya. Dia tidak ingin Anda jatuh dalam api dan dikuasai iblis. Dalam kitab Keluaran, dengan jelas menjelaskan bahwa Allah adalah pecemburu ketika disekutukan.

A) Keluaran 20:5

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci aku.

Jelas ini sangat berbeda dengan sifat manusia yang cemburu. Manusia yang cemburu cenderung berarti iri hati. Manusia lebih suka memperhatikan apa yang orang lain punya, dibanding mensyukuri apa yang ada padanya.

B) Galatia 5:20

Penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah.

Kerinduan Tuhan adalah selalu ingin bersekutu dengan anak-anaknya. Dia ingin selalu menjadi nomor satu dalam hidup Anda. Tuhan layak mendapatkan tempat pertama dalam hidup Anda. Dia adalah pencipta semua makhluk di dunia ini. Dan Dia berhak atas kepunyaan-Nya.

Zaman dulu yang disebut penyembahan berhala adalah menyembah patung atau pohon. Sebagai umat Kristen kerap kali banyak orang yang merasa pada zona nyaman. Dan tidak menyadari bahwa dirinya terjebak pada berhala modern zaman ini. Apa sajakah berhala modern zaman ini :

1) Berhala Hawa Nafsu

Efesus 5:18 : Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

Banyak orang yang berpikir bahwa memiliki nafsu itu wajar. Namun, jika nafsu itu menjadi hal yang utama, berarti bisa menjadi berhala. Nafsu bisa diartikan pada keinginan yang harus terpenuhi.

2) Berhala Cinta Manusia

Yohanes 4:18 : Sebab engkau sudah mempunyai lima (5) suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar”.

Semua manusia pasti memiliki keluarga. Dan wajar sekali apabila suami mengasihi isteri dan juga sebaliknya. Namun, yang menjadi tidak wajar adalah jika rasa cinta itu melebihi rasa cinta kepada Tuhan.

3) Berhala Penerimaan

Matius 10:37 : “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu.

Nah, ini mungkin menjadi peringatan bagi setiap orang yang takut kehilangan orang tua atau anaknya. Ingatlah, bahwa Tuhan adalah sang pencipta, dan Dia berhak penuh atas ciptaanNya. Maka dari itu, tetaplah untuk tetap mengutamakan Tuhan di atas segalanya.

4) Berhala Prestasi

1 Korintus 8:1 -2 : “Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan. Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Manusia diberikan kemampuan atau talenta. Namun, terkadang talenta itu dipakai untuk menyombongkan diri. Maka dari itu, persembahkanlah talenta yang Anda punya hanya untuk kemuliaan Tuhan.

5) Berhala Harta

Kolose 3:5 : Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

Siapakah manusia yang tidak ingin kaya? Atau siapa manusia yang tidak menginginkan uang? Yang menjadi dosa bukanlah harta atau uangnya, namun cinta akan harta dan uang tersebut.

6) Berhala Tradisi

Markus 7:9 : Yesus berkata pula kepada mereka : “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

Banyak orang yang mengutamakan tradisi nenek moyangnya dibanding mengutamakan perintah Allah. Dan dalam ayat ini sangatlah jelas bahwa Tuhan tidak ingin dikesampingkan karena tradisi nenek moyang.

7) Berhala Cinta Diri Sendiri

1 Timotius 3:1-2 : Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterimakasih, tidak mempedulikan agama.

Ini adalah berhala yang banyak orang tidak sadari. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat membuktikan apakah Anda mencintai diri sendiri atau mencintai Tuhan. Di akhir zaman ini akan banyak orang yang berontak kepada orang tua, bahkan tidak tahu berterimakasih kepada orang lain.

Nah, tetaplah mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya. Dengan merendahkan hati, berdoa dan selalu merenungkan firman Tuhan maka Anda bisa menjauhkan berhala-berhala dalam hidup Anda.

Matius 13: 44-46

Hal kerajaan surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal kerajaan surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu”.

Semoga artikel singkat ini bisa memberikan manfaat pada umat Islam yang lainnya. [Abu Syafaat/dbs]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...