Wednesday , August 21 2019
Home / Ragam / Akhir Zaman / Bersegera Menyambut Imam Mahdi Walau Merangkak Diatas Salju

Bersegera Menyambut Imam Mahdi Walau Merangkak Diatas Salju

Oleh: Furqon

(Mata-Media.Net) Pada akhir zaman nanti, akan ada seorang pemimpin bagi umat Islam yang membawa kesejahteraan, keamanan, kemenangan dan kejayaan bagi Islam dan kaum Muslimin. Dia adalah Khalifah Al-Mahdi atau Imam Mahdi. Apabila Al-Mahdi telah muncul, maka setiap Muslim diwajibkan untuk segera berbaiat kepadanya.

Bagaimanapun situasinya, setiap Muslim mesti berusaha untuk memastikan dirinya bergabung ke dalam pasukan yang dipimpin oleh Imam Mahdi. Di bawah komando beliaulah umat Islam akan diajak bersama meninggalkan babak keempat penuh kedzaliman ini menuju tegaknya babak kelima penuh keadilan kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah Ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah Ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) diam”. (HR. Ahmad, Shahih)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, jika kita rinci, maka hadits diatas menunjukan bahwa Akhir Zaman akan melalui 5 masa atau fase, yakni:

  1. Masa kenabian (yakni umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad)
  2. Masa Khilafah ‘Ala Minhajin-Nubuwwah (masa Khulafa’ur-Rasyidin, Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khaththab dan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhum)
  3. Masa kerajaan yang menggigit (Mulkan Adhon)
  4. Masa kerajaan diktator (Mulkan Jabariyyah), seperti pada zaman dan masa sekarang ini
  5. Masa kembali pada Khilafah ‘Ala Minhajin-Nubuwwah

Menurut beberapa riwayat yang kuat, pada saat atau masa Khilafah ‘Ala Minhajin-Nubuwwah, umat Islam terlebih dahulu akan dipimpin oleh seorang Khalifah, yang mana tugas Khalifah ini adalah untuk menyiapkan sebuah pasukan yang nantinya menjadi pasukan akhir zaman dibawah panji Imam Mahdi. Setelah itu, Khalifah dan pasukannya ini akan bersama-sama berbaiat kepada Imam Mahdi di kota Makkah. Oleh karena itu, Rasulullah juga menyeru umat Islam untuk berbaiat kepada Imam Mahdi, walaupun dengan merangkak diatas salju. Rasulullah bersabda,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Ketika kalian melihatnya, maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi”. (HR Ibnu Majah 4074)

Dalam hadits lainnya dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمُ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لاَ يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلاً لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ

“Ada tiga (3) orang yang akan saling membunuh di dekat harta simpanan kalian (manusia). Mereka semua putra khalifah. Kemudian simpanan itu tidak dikuasi salah satu dari mereka. Hingga muncul bendera-bendera hitam dari arah timur, lalu mereka akan memerangi kalian dengan peperangan yang tidak pernah dilakukan oleh satu kaum pun”.

Kata Tsauban: “lalu beliau menuturkan sesuatu yang tidak aku hafal, kemudian beliau bersabda,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ؛ فَبَايِعُوْهُ، وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ؛ فَإِنَّهُ خَلِيْفَةُ اللهِ اَلْمَهْدِيُّ

“Jika kalian melihatnya, maka bai’atlah dia! Walaupun dengan merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah Khalifah Allah Al-Mahdi”. (HR. Ibn Majah 4222, Hakim dalam Al-Mustadrak 4/463, dishahihkan Hakim dan disetujui Adz-Dzahabi. Dan sanadnya dinilai kuat dan shahih oleh Ibnu Katsir)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan hadits ini,

والمقصود أن المهدي الممدوح الموعود بوجوده في آخر الزمان يكون أصل ظهوره وخروجه من ناحية المشرق، ويبايع له عند البيت، كما دل على ذلك بعض الأحاديث

Maksud hadits, bahwa Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kehadirannya di akhir zaman, munculnya dari arah timur, dan beliau di baiat di sisi Ka’bah. Sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hadits.

Akan tetapi, sebagian manusia karena ketidaktahuannya atau karena peremehan terhadap suatu masalah,  mereka lalu berkata ; NANTI BILA IMAM MAHDI SUDAH KELUAR BARU KITA BERBAIAT KEPADANYA.

Ketahuilah para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, sesungguhnya perintah berbaiat kepada pasukan dengan bendera hitamnya atau kepada Imam Mahdi itu bukan perkara mudah seperti yang dibayangkan oleh manusia. Maka dari itu, Rasulullah telah bersabda dengan suatu penekanan yang berat,

فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Barangsiapa dari kalian mendapatinya (Imam Mahdi), maka berbaiatlah kepadanya walau dalam keadaan merangkak diatas salju”.

Merangkak diatas salju bukan perkara mudah dan bukan andai-andai, karena sebelumnya telah didahului dengan adanya kalimat perintah untuk berbaiat. Kalimat merangkak diatas salju itu sebagai gambaran betapa beratnya perjalanan menuju Imam Mahdi dan pasukannya.

Didalam hadits disebutkan pasukan Imam Mahdi adalah dari BANI ASFAR (Bule) dan BANI ISHAQ (Khurosan, yang meliputi wilayah Iran, Afghanistan, Pakistan dan sekitarnya)  dan BANI TAMIM (Yaman) dan PENDUDUK IRAQ serta PENDUDUK SYAM.

Lalu kemanakah orang Arab atau Jazirah Arab?? Pada saat itu, kebanyakan orang Arab TELAH MURTAD seperti yang dijelaskan di dalam surat Al-Maa’idah ayat 54 dan surat Muhammad ayat 38. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maa’idah 5 : 54)

Lalu kemanakah bangsa Al-Jawi,  Al-Bugisi, Al-Indonesiyi atau Nusantara ini??? Wallahu a’lam… Bisa jadi mereka telah ditenggelamkan ke dalam bumi atau mereka kembali dengan agama animismenya. Sebab pada saat itu, iman akan kembali berkumpul di Kota Madinah dan Makkah, kemudian keimanan menuju ke bumi Syam.

إِنَّ السَّاعَةَ لَنْ تَقُومَ حَتَّـى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ… (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَثَلاَثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْـمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ.

Sesungguhnya Kiamat tidak akan tegak hingga kalian melihat sepuluh (10) tanda… (lalu beliau menyebutkan, diantaranya) Dan tiga (3) penenggelaman ke dalam bumi, penenggelaman di sebelah timur, penenggelaman di sebelah barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.

Penenggelam di Jazirah Arab adalah ketika datangnya pasukan dari Syam yang hendak memerangi Imam Mahdi. Sedangkan penenggelaman bumi di bagian timur dan bagian barat, itu terjadi sebagai tanda keluarnya Imam Mahdi. Namun Allah Maha Tahu akan yang ghoib. Allahu a’lam..

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

“Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah seperti seekor ular yang kembali ke lubang sarangnya”. (Muttafaqun ‘alaihi)

فَقَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهَا خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ

Beliau berkata: Hendaknya kalian menetap di Syam karena sesungguhnya Syam adalah bumi Allah yang paling terpilih, Allah memilih hamba-hamba pilihannya menuju kepadanya. Adapun jika kalian menolak maka hendaknya kalian menetap di Yaman.

Oleh karena itu, jika kita sebagai umat Islam yang mengaku beriman benar-benar ingin menjadi umat dan pasukannya Imam Mahdi, maka sedari dini persiapkan bekal yang dibutuhkan, dan berusahalah sekuat tenaga agar bisa sampai ke bumi Syam atau ke Kota Makkah, karena disanalah Imam Mahdi akan di baiat. Wallahu ‘alam.. [Edt; Abd/MMC]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...