Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Inilah Kandungan & Rahasia Dibalik Surat Al-Baqarah Ayat 216

Inilah Kandungan & Rahasia Dibalik Surat Al-Baqarah Ayat 216

Oleh: Abu Mu’adz al-Jawiy

(Mata-Media.Com) – Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٢١٦﴾

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah 2 : 216)

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata mengenai ayat diatas,

ففي هذه الآية  عدة حكم وأسرار ومصالح للعبد  فإن العبد إذا علم أن المكروه قد يأتي بالمحبوب  والمحبوب قد يأتي بالمكروه  لم يأمن أن توافيه المضرة من جانب المسرة  ولم ييأس أن تأتيه المسرة من جانب المضرة  لعدم علمه بالعواقب  فإن الله يعلم منها ما لا يعلمه العبد وأوجب له ذلك أمورا

Didalam ayat ini terkandung beberapa hukum dan rahasia serta kemashlahatan bagi hamba. Jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci bisa datang dari sesuatu yang disukai, dan sesuatu yang disukai bisa datang dari sesuatu yang dibenci, maka ia merasa tidak aman bahwa datangnya mudhorot bisa dari sisi yang menyenangkan. Namun ia juga tak putus asa jika ada sesuatu yang menyenangkan datang dari sisi yang mendatangkan mudhorot. Karena ia tak tahu bagaimana kesudahannya, sedangkan Allah mengetahui apa yang tidak diketahui seorang hamba. Hal ini menghadirkan beberapa hal bagi seorang hamba, diantaranya:

منها: أنه لا أنفع له من امتثال الأمر وإن شق عليه في الابتداء  لأن عواقبه كلها خيرات ومسرات ولذات وأفراح  وإن كرهته نفسه فهو خير لها وأنفع  وكذلك لا شيء أضر عليه من ارتكاب النهي  وإن هويته نفسه ومالت إليه  فإن عواقبه كلها آلام وأحزان وشرور

1) Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba kecuali mengikuti perintah Robb-nya, meskipun pada mulanya perintah itu terasa berat. Sebab (segala perintah dan syariat Allah itu) kesudahannya adalah kebaikan dan menggembirakan, kenikmatan dan kesenangan. Meskipun jiwanya tidak suka, tapi hal itu lebih baik dan bermanfaat baginya. Sebaliknya, tidak ada yang lebih mudhorot bagi dirinya sendiri selain dari melakukan apa-apa yang dilarang, meskipun diinginkan oleh jiwanya dan ia cenderung padanya, yang mana akibatnya adalah penderitaan dan kesedihan, keburukan dan musibah.

ومصائب  وخاصية العقل  تحمل الألم اليسير لما يعقبه من اللذة العظيمة والخير الكثير  واجتناب اللذة اليسيرة لما يعقبها من الألم العظيم والشر الطويل

Kekhususan orang yang berakal ialah bersabar menghadapi sedikit penderitaan, karena kesudahannya adalah kenikmatan yang besar dan kebaikan yang melimpah, dan menjauhi kesenangan yang sedikit karena mendatangkan penderitaan yang besar dan berkelanjutan di kemudian hari.

ومن أسرار هذه الآية: أنها تقتضي من العبد  التفويض إلى من يعلم عواقب الأمور  والرضى بما يختاره له ويقضيه  لما يرجو فيه من حسن العاقبة

2) Diantara rahasia di balik ayat ini adalah keharusan bagi seorang hamba untuk tafwîdh (menyerahkan diri) kepada siapa yang lebih mengetahui kesudahan segala urusan –yakni Allah Ta’âla– , lalu ridho terhadap pilihan dan ketetapan-Nya, dan tidak sekedar mengharapkan kesudahan yang baik semata.

ومنها: أنه لا يقترح على ربه ولا يختار عليه  ولا يسأله ما ليس له به علم  فلعل مضرته وهلاكه فيه وهو لا يعلم  فلا يختار على ربه شيئا  بل يسأله حسن الاختيار له  وأن يرضيه بما يختاره فلا أنفع له من ذلك

3) Tidak selayaknya seorang hamba membuat usulan terhadap Allah, menetapkan pilihan dan meminta sesuatu yang dia tidak memiliki pengetahuan atasnya. Sebab boleh jadi didalamnya ada kehancuran baginya, sedangkan ia tidak mengetahuinya. Tidak seharusnya pula dia membuat pilihan atas Robb-nya, tapi dia meminta kepada-Nya pilihan terbaik baginya (menurut hawa nafsunya) dan hendaknya ia ridho terhadap pilihan-Nya. Sebab tiada yang lebih bermanfaat bagi dirinya selain dari hal itu.

ومنها: أنه إذا فوض أمره إلى ربه ورضي بما يختاره له  أمده فيما يختاره له بالقوة عليه  والعزيمة والصبر  وصرف عنه الآفات التي هي عرضة اختيار العبد لنفسه  وأراه من حسن عواقب اختياره له  مالم يكن ليصل إلى بعضه بما يختاره هو لنفسه

4) Jika hamba menyerahkan segaal sesuatu kepada Robb-nya dan ridho kepada pilihan-Nya, tentu Dia akan membantunya dengan kekuatan, semangat dan kesabaran, menyingkirkan bencana yang biasanya menyertai pilihan hamba bagi dirinya sendiri. Lalu Dia juga memperlihatkan kesudahan yang baik dari pilihan-Nya itu, apa-apa yang takkan diperolehnya jika ia menentukan pilihannya sendiri.

ومنها: أنه يريحه من الأفكار المتعبة في أنواع الاختيارات  ويفرغ قلبه من التقديرات والتدبيرات  التي يصعد منها في عقبة وينزل في أخرى  ومع هذا  فلا خروج له عما قدر عليه  فلو رضي باختيار الله  أصابه القدر وهو محمود مشكور ملطوف به فيه  وإلا جرى عليه القدر وهو مذموم غير ملطوف به فيه  لأنه مع اختياره لنفسه 

5) Allah akan membuatnya tenang dari berbagai pikiran yang biasa menyertai berbagai macam pilihan dan mengosongkan hatinya dari berbagai pertimbangan, yang grafiknya cenderung semakin meningkat di belakang hari, lalu berakhir pada sesuatu yang berbeda. Meskipun begitu, hamba tersebut tidak bisa keluar dari apa yang ditetapkan baginya. Sekiranya dia ridho terhadap pilihan Allah, maka taqdir tetap berlaku baginya, dan dia dalam keadaan terpuji dan disyukuri serta dikasihani. Jika tidak, maka taqdir tetap pula berlaku baginya dan dia dalam keadaan tercela dan tidak dikasihani.

ومتى صح تفويضه ورضاه  اكتنفه المقدور مع العطف عليه واللطف به  فيصير بين عطفه ولطفه  فعطفه يقيه ما يحذره  ولطفه يهون عليه ما قدره

Selagi penyerahan diri dan ridhonya benar, maka ia akan dikelilingi kasih sayang dan kelemahlembutan tentang apa yang ditaqdirkan baginya, sehingga dia berada diantara kasih sayang Allah dan kelemahlembutan-Nya. Kasih sayang Allah melindunginya dari apa yang harus dihindari, dan kelemahlembutan-Nya membuat seorang hamba mengabaikan apa yang ditaqdirkan baginya.

قدره  إذا نفذ القدر في العبد كان من أعظم أسباب نفوذه تحيله في رده  فلا أنفع له من الاستسلام  وإلقاء نفسه بين يدي القدر طريحا كالميتة  فإن السبع لا يرضى بأكل الجيف

Jika taqdir terjadi pada diri seorang hamba, maka diantara sebab terbesar terjadinya taqdir itu adalah alasan untuk menolak taqdir tersebut. Maka tiada yang lebih bermanfaat baginya kecuali berserah diri ke tangan-tangan taqdir, layaknya mayat yang tidak bisa berbuat apa-apa. Sesungguhnya binatang buas pun tak suka memakan bangkai. -Selesai perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah-.

[Diambil dari kalimat Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar al-Husainiy al-Qurosyiy al-Baghdâdiy yang berjudul “Dan Berilah Kabar Gembira Kepada Orang-Orang Yang Bersabar” berdurasi 54:43 menit, di mana beliau mengutip ibâroh dari Imâm Ibnul Qayyim dalam Kitâb al-Fawâid halaman 136-138/Edt; Abd]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...