Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Perumpamaan Orang Mukmin & Munafiq dalam Membaca Al-Qur’an

Perumpamaan Orang Mukmin & Munafiq dalam Membaca Al-Qur’an

Oleh: Abu Muhajir

(Mata-Media.Com) – Perumpamaan seseorang yang membaca kitab suci Al-Qur’an ternyata menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bermacam-macam. Bahkan setiap kali kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, entah seperti apapun bentuk aktivitasnya akan memiliki aroma dan rasa yang lain serta berbeda. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut ini.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ طَعْمُهَا حُلْوٌ وَلَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. رواه الدارمي

“Dari Anas bin Malik dari Abu Musa Al-Asy’ari dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah Utrujah yang harum baunya dan rasanya enak. Perumpaman orang Mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah At-Tamrah (kurma) yang rasanya manis namun tidak berbau harum. Perumpamaan orang Munafiq yang membaca Al-Quran seperti tanaman Raihanah yang berbau harum namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang Munafiq yang tidak membaca Al-Qur’an seperti tanaman Hanzhalah yang tidak berbau lagi rasanya pahit”. (HR. Darimi)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC)  yang dirahmati Allah semuanya, didalam hadist tersebut dijelaskan tentang empat (4) macam buah sebagai perumpamaan seseorang dalam membaca Al-Qur’an. Seseorang yang rajin membaca Al-Qur’an diibaratkan bagai buah Utrujah, buah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Karena jiwa pembacanya bagus, kalbunya baik dan ia juga mampu memberi kebaikan kepada orang lain.

Sedangkan seseorang yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah At-Tamrah atau kurma. Buah yang memang enak rasanya tapi memiliki aroma wangi. Jadi seseorang yang membaca Al-Qur’an jauh lebih utama dibanding yang tidak membaca Al-Qur’an.

Sementara itu, perumpamaan orang Munafiq namun rajin membaca Al-Qur’an diibaratkan seperti buah Raihanah, yakni buah yang aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang Munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur’an itu seperti buah Hanzhalah. Aromanya tidak wangi dan rasanya pun pahit.

Dan dalam hadits yang lainnya dengan redaksi yang hampir sama sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالأُتْرُجَّةِ ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ ، وَالْمُؤْمِنُ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالتَّمْرَةِ ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ لَهَا ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالرَّيْحَانَةِ ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْحَنْظَلَةِ ، طَعْمُهَا مُرٌّ – أَوْ خَبِيثٌ – وَرِيحُهَا مُرٌّ

Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah Utrujah, rasa dan baunya enak. Orang Mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang Munafik yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan Raihanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang Munafiq yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah Hanzhalah, rasa dan baunya pahit serta tidak enak”.

Oleh karena itu, orang yang membaca Al-Qur’an hendaknya bukan sekadar membaca dan menghafal saja. Namun hendaklah Al-Qur’an itu diamalkan juga setelah dibaca, dan direnungkan isinya. Semakin banyak mengkaji Al-Qur’an, semestinya semakin bagus iman dan akhlaqnya. Karena sifat orang yang membaca Al-Qur’an itu akan tercium wanginya, artinya ia akan terbukti dalam amal dan perilakunya sehari-hari.

Selain itu, membaca Al-Qur’an bukanlah sekedar dibaca. Namun yang terpenting dari itu semua adalah direnungkan dan diamalkan isi kandungannya. Banyaknya membaca Al-Qur’an jika dibandingkan dengan membaca Al-Qur’an dengan penuh renungan (tadabbur), tentu saja itu lebih utama (afdhal) jika direnungkan lalu diamalkan isinya dengan semampunya.

Menurut Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, selain keduanya juga, yakni merenungkan dan mengmalkannya, membaca Al-Quran dengan tartil dan penuh tadabbur (renungan) itu lebih utama daripada sekedar membaca Al-Qur’an dengan cepat meskipun mennghasilkan banyak bacaan. Karena memang maksud dalam membaca Al-Qur’an adalah memahami dan merenungkan isinya, juga ditambah dengan mengamalkan isi kandungannya. Sedangkan membaca dan menghafalkan Al-Qur’an merupakan jalan untuk boleh memahami maknanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”. (QS. Shaad 38 : 29)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC)  yang dirahmati Allah semuanya, oleh sebab itu, dari dulu yang namanya ahli Al-Qur’an adalah bukan yang fasih dalam membaca dan banyak hafalannya saja, namun ahli Al-Qur’an adalah orang yang faham dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Adapun jika ada orang yang menghafalkan Al-Qur’an namun tidak memahami dan juga tidak mengamalkan isinya, maka ia bukanlah ahli Al-Qur’an, walaupun dia piawai dan pandai dalam mengucapkan huruf-hurufnya.

Itulah perumpamaan seseorang yang membaca Al-Qur’an antara orang Mukmin dan Munafiq. Maka hendaklah mulai saat ini kita terus berusaha agar menjadi orang yang rajin membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benar bacaan, menghafalnya, kemudian mentadabburinya, dan mengamalkan isinya semampu kita sehingga seperti buah yang aromanya wangi dan rasanya pun enak. [Edt; Abd]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...