Monday , October 14 2019
Home / Headline / Inilah Kata Ulama Ahlu Sunnah Tentang Makna Ied Sebenarnya

Inilah Kata Ulama Ahlu Sunnah Tentang Makna Ied Sebenarnya

(Mata-Media.Com) Ketika momen bulan Ramadhan telah selesai dan kemudian berganti dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawwal 1439 H, sebagian masyarakat biasanya saling mengucapkan mohon maaf lahir batin, dan ucapan lainnya yang semisalnya.

Bahkan, ketika bulan Ramadhan berada dalam penghujungnya atau ketika berada di akhir Ramadhan, tak sedikit masyarakat Muslim yang justru meramaikan pasar dan mall-mall daripada meramaika dan menghidupkan masjid-masjid, hanya untuk membeli baju baju bagi dirinya dan anggota keluarganya.

Seolah-olah, amal kebaikan di bulan Ramadhan sudah selesai dan di bulan Syawwal mereka bisa kembali berbuat sesuka hati sebelum bulan Ramadhan tiba. Namun yang perlu diperhatikan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini bukanlah saat-saat berakhirnya untuk berbuat kebaikan. Justru sebaliknya, bahwa Idul Fitri ini merupakan awal untuk memulai kehidupan baru dengan hati dan semangat yang baru, serta aqidah dan iman yang baru.

Lalu, apa makna Ied yang sebenarnya? Ayyuhal ikhwah, ketahuilah bahwasanya Idul Fitri bukan hanya semata tentang baju dan kain yang baru. Hal ini seperti dikatakan oleh Umar bin ‘Abdul ‘Azis:

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ, إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ.

“Bukanlah Hari Raya Ied itu bagi orang yang memakai pakaian baru. Akan tetapi Hari Raya Ied adalah bagi orang yang  takut dengan hari pembalasan”.

Para pembaca situs online Mata-Meda.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, salah satu ulama Ahlu Sunnah wal-Jamaah, yakni Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menyebutkan tentang makna Ied,

كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ.

“Setiap hari yang didalamnya tidak ada kedurhakaan kepada Allah, maka itulah hari raya. Dan setiap hari di mana seorang Mukmin tetap berada dalam ketaatan kepada Tuhannya serta senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada–Nya, maka bagi dia hari itulah adalah hari raya”.

Sedangkan salah satu ulama Ahlu Tsugur peletak dan pendiri Daulah Islamiyyah masa kini, yakni Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi rahimahullah juga berkata,

ليس العيد لمن لبس الجديد ..

Bukanlah ‘Ied (hari raya) itu bagi orang yang memakai pakaian baru,

ولكن العيد لم ن صدع بالتوحيد

Akan tetapi ‘Ied itu adalah bagi orang yang tegas menyatakan tauhid,

وليس العيد لمن لبس الجديد ..

Bukanlah ‘Ied itu bagi orang yang memakai pakaian baru,

 ولكن العيد لمن كفر بالشرك والتنديد

Akan tetapi ‘Ied itu adalah bagi mereka yang mengkufuri syirik dan tandingan Allah,

وليس العيد لمن لبس الجديد ..

Bukanlah ‘Ied itu bagi orang yang memakai pakaian baru,

 ولكن العيد لمن جاهد أولياء الشرك والتنديد

Akan tetapi ‘Ied itu adalah bagi mereka yang berjihad melawan pemimpin kesyirikan dan tandingan Allah,

والله غالب على أمره ولكن أكثر الناس لا يعلمون

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”.

Oleh karena itu, mari kita isi bulan Syawwal ini dengan peningkatan amal-amal sholih yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan yang telah lalu, dan bukan sebaliknya yakni penurunan amal ibadah kita. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan keistiqomahan oleh Allah dalam memegang aqidah dan manhaj, serta berjuang di jalan Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.. [Abdurrahman/dbs]

Check Also

12 Masjid di Jerman Terima Ancaman Bom & Pesan Islamophobia

BERLIN (Mata-Media.Net) – Islamophobia masih juga belum hilang dari Eropa. Sejumlah masjid dan politisi di Jerman ...