Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Khutbah Idul Fitri 1440 H: Sebab-Sebab Utama Meraih Istiqomah dalam Iman & Taqwa

Khutbah Idul Fitri 1440 H: Sebab-Sebab Utama Meraih Istiqomah dalam Iman & Taqwa

Oleh: Ustadz Qutaibah Muslim

(Mata-Media.Net)  – Alhamdulillah wash-sholatu was-sallam ‘ala Rasulillah wa ba’du.. Tak terasa bulan Ramadhan 1440 Hijriyah (H)/2019 Masehi (M) sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita semua. Ramadhan pergi, maka datanglah Hari Raya Idul Fitri. Salah satu amal ibadah yang dilakukan saat Hari Raya adalah sholat Idul Fitri atau sholat ied. Dalam momen ini, redaksi situs online Mata-Media.Net (MMC) sajikan materi khutbah Idul Fitri agar bisa menjadi pegangan dan penyemangat bagi kaum Muslimin semua agar tetap istiqomah dalam iman dan taqwa meskipun ditinggal pergi bulan Ramadhan.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هُدَي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةَ ٌوَكُلَّ ضَلاَلةٍ فِي النَّارِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿102﴾ ) آل عمران

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿1﴾ ) النساء

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿70﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿71﴾ ) الأحزاب

اَللّهُ أَكْبَرُ، اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ، وَاللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

Pada pagi yang agung lagi berbahagia ini, yaitu yaumul Idul Fitri, marilah kita bersyukur serta memaksimalkan kesyukuran kita hanya kepada kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mencurahkan berbagai macam nikmat, hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, sehingga pada saat sekarang ini kita semua masih dipertemukan dengan hari yang agung ini dalam keadaan istiqomah, insya Allah dengan iman dan amal-amal sholih kita.

Mari kita bersyukur kepada Allah Ta’ala yaitu dengan cara memurnikan pengagungan kita hanya kepada Allah Ta’ala semata dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik hati, lisan dan amalan, karena sesungguhnya dipertemukannya kita semua oleh Allah dengan hari Idul Fitri ini, tidak lain adalah agar kita semua mengagungkan Allah Ta’ala sebagai bentuk rasa syukur kita kepada-Nya dengan sempurnanya kita menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan yang telah kita lalui bersama. Allah Ta’ala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur“. (QS. Al-Baqarah 2 : 185)

Shalawat dan salam selalu kita haturkan kepada uswah hasanah dan qudwah shalihah kita, imam bagi orang bertaqwa dan para mujahidin dimana saja berada, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk beliau. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 33 : 56)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Yang disebut orang bakhil adalah orang yang apabila namaku disebut, namun ia tidak bershalawat kepadaku”. (HR. Ahmad Ibnu Hibban dan Hakim)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Barangsiapa bershalawat kepadaku”, kata Nabi, “Maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh (10) kali”.

Tak lupa pula, shalawat dan salam semoga terlimpah ruah kepada keluarga beliau, para shahabat, para tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan benar hingga hari kiamat nanti. Semoga kita termasuk bagian dari mereka. Aamiin…

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahiil Hamd…

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Idul Fitri Yahdikumullah

Ketahuilah, sesungguhnya perkara terpenting setelah iman dan amal sholih adalah istiqomah. Karena itu, keimanan siapapun orang itu tidak akan pernah bisa dipisahkan dari istiqomah. Bahkan iman seseorang bisa menjadi sia-sia lagi tidak berguna tanpa adanya istiqomah. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat 42 : 30)

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”. (QS. Al-Ahqaf 46 : 13).

Pada dua (2) ayat diatas dijelaskan bahwa dengan iman dan istiqomah, maka seseorang akan mendapatkan pahala dan diberikan kabar gembira berupa jannah. Sehingga istiqomah merupakan kunci bermanfaatnya keimanan, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya shahabat Sufyan bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu tentang ucapan yang paling bermanfaat bagi keislaman seseorang, maka Rasulullah menjawab,

قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ , ثُمَّ اسْتَقِمْ . رواه مسلم

“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla,’ kemudian istiqomahlah”. (HR. Muslim no. 38)

Demikian pula halnya dengan ibadah dan amal sholih yang telah kita upayakan selama Ramadhan. Sungguh amalan itu bisa menjadi sia-sia tanpa makna jika kita tidak mengikatnya dengan ikatan istiqomah, dan bahkan orang-orang yang tidak istiqomah dengan amal sholih dan ketaatannya di bulan Ramadhan, di mana ia melakukan ketaatan di bulan Ramadhan, kemudian dia meninggalkan ketaatan tersebut di bulan Ramadhan, maka dia termasuk seburuk-buruk kaum, sebagaimana seorang salaf pernah berkata,

بئس القوم لا يعرفون الله إلا في رمضان

“Sejelek-jelek kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah (melakukan ketaatan) kecuali di bulan Ramadhan”.

Hal ini juga senada dengan firman Allah Ta’ala,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan diantara manusia ada orang yang beribadah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”. (QS. Al-Hajj 22 : 11)

Golongan tersebut rugi dunia dan akhiratnya dikarenakan mereka tidak memiliki sikap istiqomah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, di mana mereka hanya mau beriman dan beramal sholih di kala senang saja, sedangkan di kala tertimpa ujian, mereka meninggalkan iman dan amal sholih tersebut. Sama halnya dengan mayoritas orang-orang zaman sekarang, di mana mereka berlomba-lomba mendatangi masjid untuk sholat tarawih, mebaca Al-Qur’an, bersedekah dan amal sholih serta ketaatan lainnya hanya di saat bulan Ramadhan saja, tapi kemudian menjadi malas dan bahkan tidak lagi beramal sholih setelah bulan Ramadhan pergi. Wal-iyadzubillah..

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahiil Hamd…

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

Demikianlah pentingnya istiqomah bagi keimanan serta besarnya pahala yang dijanjikan Allah, begitu pula kerasnya ancaman Allah bagi orang-orang yang berpaling dari sikap istiqomah tersebut. Tetapi ketauhilah bahwa besarnya pahala istiqomah serta kerasnya ancaman bagi yang meninggalkannya, menjadikan istiqomah ini tidak mudah dan ringan untuk dijalani, bahkan istiqomah bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah perkara yang paling berat. Hal ini sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

مَا نُزِّلَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ- آيَةً هِيَ أَشَدُّ وَلَا أَشَقُّ مِنْ هذِهِ الآيَةِ عَلَيْهِ، وَلِذلِكَ قَالَ لِأ َصْحَابِه حِيْنَ قَالُوْا لَه: لَقَدْ أَسْرَعَ إِلَيْكَ الشَّيْبُ! فَقَالَ : (( شَيَّبَتْنِيْ هُوْدٌ وَأَخْوَاتُهَا )).

“Tidaklah ada satu ayat pun yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih berat dan lebih susah daripada ayat ini. Oleh karena itu, ketika beliau ditanya, ‘Betapa cepat engkau beruban?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada sahabatnya, ‘Yang telah membuatku beruban adalah surat Huud dan surat-surat semisalnya”. (HR. Tirmidzi no. 3297)

Ayat didalam surat Huud tersebut tidak lain adalah perintah untuk istiqomah,

{ فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ }

“Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Dan janganlah kalian  melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan”. (QS. Huud 11 : 112)

Jika seorang Nabi saja merasakan betapa beratnya perkara istiqomah ini, maka sudah barang tentu istiqomah itu juga terasa sangat berat bagi umat Nabi Muhammad.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahiil Hamd…

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

Namun sekalipun berat, ternyata Allah Ta’ala telah menjadikan sebab-sebab yang mendorong seorang untuk istiqomah. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi kita semua untuk memahami sebab-sebab utama yang menjadikan seseorang bisa istiqomah diatas keimanan dan ketaqwaan, terkhusus keistiqomahan kita dalam ketaatan dan amal sholih pasca Ramadhan ini.

1) Berpegang Teguh & Konsekuen Dengan Kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah

Kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah, selain disebut sebagai kalimat thoyyibah dan kalimat kunci jannah, disebut juga sebagai qoul tsabit yaitu kalimat yang teguh, yang mana dengan kalimat ini Allah Ta’ala meneguhkan hati orang-orang beriman diatas keimanan dan ketaatannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS. Ibrahim 14 : 27)

Namun kalimat Laa Ilaaha Illallah yang akan menjadikan seseorang itu bisa teguh dan istiqomah adalah kalimat Laa Ilaaha Illallah yang diucapkan dan disertai dengan berpegang teguh terhadap konsekuensi dari kalimat tersebut. Karena jika sedekar ucapan Laa Ilaaha Illallah saja tanpa merealisasikan konsekuensinya, maka kaum Munafiqin dan Kafirin juga bisa mengucapkannya. Akan tetapi ucapan tersebut sama sekali tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka, bahkan tidak bisa menjadikan mereka sebagai Muslim dan tidak bisa menyelamatkan mereka dari siksa neraka.

Karena itu, kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah yang hanya sekedar ucapan saja tanpa merealisasikan konsekuesinya, maka ucapan dan kalimat tersebut adalah sia-sia belaka dan tak ada artinya serta gunanya. Syaikh Sulaiman bin Abdillah rahimahullah berkata,

مجرد نطق الشهادة من غير علم بمعناها ولا عمل بمقتضاها من كفر بالطاغوت و ترك الشىرك الأكبر فإنها غير نافع بالإجماع.

“Sekedar mengucapkan syahadat (Laa Ilaaha Illallah) tanpa memahami maknanya dan merealisasikan konsekuensinya berupa kufur kepada Thoghut dan berlepas diri dari syirik akbar, maka ucapan tersebut tidak bermanfaat berdasarkan ijma'”. (Mufidul Mustafid)

2) Senantiasa Mentadabburi & Berpegang Teguh Dengan Al-Qur’an

Sesungguhnya diantara hikmah dan tujuan diturunkannya Al-Qur’an Al-Kariim adalah untuk meneguhkan hati kaum Mukminin. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ.

“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An-Nahl 16 : 102)

Oleh karena itu, kitab suci Al-Qur’an itu diturunkan secara beangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam ayat,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا

“Berkatalah orang-orang yang Kafir: “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)”. (QS. Al-Furqon 25 : 32)

Kitab suci Al-Qur’an adalah jalan utama agar seseorang bisa terus kokoh dalam agamanya, dikarenakan Al-Qur’an adalah petunjuk dan obat bagi hati yang sedang ragu dan galau. Allah Ta’ala berfirman,

هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

“Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Fushilat 42 : 44)

Karenanya, siapa saja yang dalam hidupnya senantiasa berpegang teguh terhadap Al-Qur’an dan juga sunnah Nabi Muhammad, maka akan di jamin senantiasa lurus (istiqomah) dalam kehidupannya serta selamat dari kesesatan, dan tidak akan celaka serta binasa di akhirat nanti. Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

“…Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku (Al-Qur’an), niscaya dia tidakakan sesat dan tidak pula celaka”. (QS. Thaha 20 : 123)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan pada kamu dua (2) perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasul-Nya”. (HR. Baihaqi dan Hakim)

3) Mengikuti & Mengamalkan Syari’ah Islam Secara Kaffah

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian”. (QS. Al-Baqarah 2 : 208)

Didalam ayat ini dijelaskan bahwa salah satu cara agar selamat dari langkah-langkah dan jejak-jejak syetan yang menyesatkan dan menjadikan seseorang tidak istiqomah di jalan Allah adalah dengan mengikuti dan mengamalkan syari’at Islam secara kaffah, yaitu secara keseluruhan dengan tidak pilah-pilih dan tidak kompromi dalam mengamalkannya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahiil Hamd…

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

Demikianlah beberapa sebab-sebab utama yang menjadikan seseorang bisa senantiasa istiqomah diatas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala dalam kehidupannya, serta mendapatkan kebahagiaan abadi di akhirat nanti.

Terakhir kalinya marilah kita berdoa kepada Allah, agar Allah Ta’ala menjadikan diri kita semua sebagai pribadi yang teguh dan istiqomah dalam memegang prinsip keimanan dan ketaqwaan, sehingga kita bisa terhindar dari fitnah akhir zaman dan Dajjal. Terkhusus, mari kita selalu memohon dan berdoa agar Allah Ta’ala menerima seluruh amal-amal sholih kita di bulan Ramadhan, yang dengan diterimnya amal sholih kita tersebut, bisa menjadikan kita semakin teguh dan istiqomah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Aamiin.. [Edt; Abd]

 اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وَتَهْلِيْلَنَا وَتَمْجِيْدَنَا وَتَحْمِيْدَنَا وَخُشُوْعَنَا يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ علَىَ عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الظّالِمِيْنَ

اَلَّلهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَناَ دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

الَّلهُمَّ ارْزُقْنَا قَبْلَ اْلمْوتِ تَوْيَةً وَعِنْدَ الْمَوْتِ شَهَادَةً وَبَعْدَ الْمَوْتِ رِضْوَانَكَ وَالْجَنَّةَ. اللَّهُمَّ أَحْيِنَا مُؤْمِنِيْنَ طَائِعِيْنَ وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ تَائِبِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأّلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الأَخِرَةِ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ رَايَةَ الْإِسْلَامِ فَوْقَ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَأَخْلِصْهَا مِنْ أَيْدِي الْيَهُوْدِ وَالنَّصَارَى اللَّهُمَّ احْفَظِ الْعُلَمَاءَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَ قُوَادَ الْمُجَاهِدِيْنَ وَ ثَبِّتْهُمْ عَلىَ مَنْهَجِ نَبِيِّكَ وَ السَّلَفِ الصَّالِحِيْنَ وَ اهْدِهِمْ سَبِيْلَ الْهُدَى وَ الرَّشَادِ وَوَفِّقْهُمْ لِلْحَقِّ وَ مُتَابَعَتِهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً للذين كفروا واغفر لنا ربنا إنك أنت العزيز الحكيم

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ونجنا برحمتك من القوم الكافرين

رَبَّنا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَينا وَعَلَى وَالِدَينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

اللهمّ انْصُر الإسْلَامَ والمُسْلِمِين، وَارْفَعْ عَناَّ الظُّلْمَ وَالطُّغْيَان، اللهمّ ارْحَمْ مَوْتَانا وتَقَبَّلْ شُهَدَائَنا، اللهمّ اشْفِ مَرْضَانا وَارْبِطْ بَيْنَ قُلُوبِنَا

اللهمّ ارْحَمْنا بِرَحْمَتِكَ يَا مَنْ وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ شَيْءٍ، اللهمّ عَلَيكَ بِالطُّغَاةِ الظَلَمَة، اللهمّ زَلْزِلْ عُرُوْشَهُم مَنْ تَحْتَ أَقْدَامِهِم، اللهمّ خُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِر، اللهمّ انْتَقِمْ مِنْهُمْ وَأَرِنَا فِيْهِم يوماً عَجَائبَ قُدْرتِك

، اللهمّ هذا دعاؤُنَا فَلاَ تَرُدَّنَا خَائِبِينَ

والحمد لله رب العالمين

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...