Monday , October 14 2019
Home / Headline / Jangan Terperdaya dengan Hadiah & Pemberian Musuh

Jangan Terperdaya dengan Hadiah & Pemberian Musuh

Nasehat Bagi Ummahat & Ikhwan Aseer Agar Berhati-Hati Akan Tawaran Bantuan & Pemberian dari BNPT & Densus 88

Oleh: Himmah Aulia

(Mata-Media.Net) Perlu dicatat dan diingat baik-baik oleh kaum Muslimin bahwa sesungguhnya orang-orang Kafir dari kalangan Yahudi dan Nashrani beserta antek-anteknya dari kalangan Munafikin tidak akan pernah senang dan ridha, sampai umat Islam mengikuti millah (ajaran) mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al-Baqarah 2 : 120)

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Banyak diantara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi Kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka”. (QS. Al-Baqarah 2 : 109)

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah 2 : 217)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, permusuhan dan usaha dari kaum Yahudi dan Nashrani untuk memurtadkan kaum Muslimin dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang kasar, brutal, keras, tak berprikemanusian dan biadab, sampai dengan cara yang soft (halus). Salah satu cara halus yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan tawaran dan iming-iming kesenangan dunia, baik wanita maupun wanita. Oleh karena itu, waspadalah dan lebih baik hindarilah pemberian hadiah dan bantuan dari musuh-musuh Islam tersebut, misalnya pemberian dari Densus 88 ataupun BNPT dengan salah satu proyek Deradikalisasi-nya yang sejatinya adalah program Deislamisasi.

Kenapa kita harus waspada dan menghindari pemberian mereka? Karena sesungguhnya “tidak ada makan siang yang gratis” ayyuhal ikhah. Oleh akrena itu, hindarilah pemberian mereka (BNPT dan Densus 88)  yang diluar batas kewajaran, seperti hadiah, tunjangan buat keluarga atau santunan modal, dan lainnya jika ada syarat-syarat tertentu yang diberikan, terlebih jika syarat tersebut menuju kekafiran.

Selain tidak ada makan siang yang gratis, kita perlu menghindari pemberian bantuan dan hadiah tersebut karena dikhawatirkan hal itu bisa menimbulkan rasa simpati, empati dan kedekatan hati kita kepada mereka yang secara pasti bisa melenyapkan rasa kebencian dan rasa permusuhan terhadap mereka.

Sebab, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa pemberian hadiah itu adalah mematikan permusuhan dan menghidupkan kecintaan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تهادوا تحابوا

“Salinglah kalian memberikan hadiah, tentu kalian akan saling mencintai”. (Hadits hasan riwayat Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrod dan Abu Ya’la)

Ketahuilah ayyuhal ikhwah, bahwasanya bumi ini milik Allah Ta’ala dan semua makhluq adalah ciptaan dan hamba Allah Ta’ala, baik yang Mukmin maupun yang Kafir. Allah Ta’ala membenci kekafiran dan orangnya, dan andaikata Allah mau tentu mudah bagi Allah untuk membinasakan mereka semua. Namun Allah Ta’ala ingin menguji kita dengan sikap mereka, sebagaimana firman-Nya,

ذلك وَلَوْ يَشَاء اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْض

“Demikianlah sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kalian satu dengan sebagian yang lain”. (QS. Muhammad 47 : 4)

Maka dari itu ayyuhal ikhwah, bersabarlah terhadap segala kesulitan didalam memperjuangkan Islam dan mempertahankan tauhid. Bersabarlah terhadap jauh dan panjangnya jalan tauhid, hijrah dan jihad ini, dan sabarlah terhadap sedikitnya kawan dan banyaknya lawan, terlebih di masa akhir zaman seperti sekarang ini.

Jangan kalian terpesona dan terperdaya dengan manisnya lisan para kaum Munafikin, baik yang awam maupun ditokohkan dan di-ustadz-kan, sehingga kalian dengan ringan mengikuti mereka, menukar aqidah dan manhaj kalian dengan kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Jangan pula kalian merasa bahwa jalan perjuangan ini tidak ada duri dan rintangan yang menghalanginya.

Jangan puas pula dengan klaim sebagai Muwahid dan lalu merasa aman dari makar dan syubhat musuh-musuh Islam melalui antek-anteknya dari kalangan ulama suu’, yang disatu sisi menyerukan tauhid dan syiriknya sistem buatan dan hukum/aturan buatan manusia, tapi disisi lain mereka mengajak umat untuk memilih pemimpin dengan alasan pilihlah yang paling sedikit madhorotnya dari kedua kandidat didalam sebuah pemilihan umum dari tingkat pusat sampai daerah. Oleh karena itu, sekali lagi jangan terpesona dan terperdaya dengan keleluasaan orang-orang Kafir dan antek-anteknya di dunia ini,

لاَ يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ فِي الْبِلاَدِ، مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh keleluasaan orang-orang Kafir (bergerak) di seluruh negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka jahannam. (Jahannam) itu seburuk-buruknya tempat tinggal”. (QS. Ali ‘Imran 3 : 196-197)

Karena memang dunia adalah surga buat melampiaskan apa yang mereka inginkan, dan penjara pengekang hawa nafsu bagi orang Mukmin, sebagaimana sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الدنياسجن المؤمن وجنة الكافر

“Dunia adalah penjara orang Mukmin dan surga orang Kafir”. (HR. Muslim)

Oleh karena dia melampiaskan segala keinginannya di surga dunianya ini, maka kelak mereka orang-orang Kafir dan antek-anteknya akan dipenjarakan segalanya di neraka jahannam, sebagaimana firman-Nya,

وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرً

“Dan Kami jadikan jahannam itu sebagai penjara bagi orang-orang Kafir”. (QS. Al-‘Isra 17 : 8)

Dan sebaliknya, karena orang Mukmin memenjarakan hawa nafsu dan keinginannya di dunia ini dengan batasan ajaran Allah Ta’ala, maka kelak Allah Ta’ala memasukkan orang-orang beriman ke surga-Nya untuk mencapai segala yang diinginkannya,

الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ، ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ، يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan”. Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya”. (QS. Az-Zukhruf 43 : 69-71)

Semua ini Allah Ta’ala berikan sebagai balasan atas kesabaran orang Mukmin di dunia dalam memegang prinsip Al-Haq (kebenaran), tauhid dan manhaj perjuangan yang penuh dengan aral dan rintangan,

وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

“Dan Dia membalas mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra”. (QS. Al-Insan 76 : 12)

Bersabarlah dan berharaplah kepada Allah serta memelaslah kepada-Nya dengan doa, dzikir dan ketaatan ayyuhal ikhwah. Sesungguhnya perjuangan dalam memperjuangkan Islam ini ada konsekuensinya, bila tidak mendapatkan kemenangan berupa hidup dibawah pemerintahan Islam yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, maka konsekuensi lainnya adalah diburu, dijadikan DPO, ditangkap, disiksa, dipenjara atau mati syahid sebagai syuhada’. Maka dari itu, mintalah kepada Allah Ta’ala keteguhan dan peneguhan serta kesabaran dengan banyak mengucapkan doa,

اللهم يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ويا مصرف القلوب صرِّ قلبي عَلَى طاعتك وطاعة رسولك

“Ya Allah, wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati hamba di atas agama-Mu, dan wahai Dzat Yang Memalingkan hati, palingkanlah hati hamba kepada ketaatan kepada-Mu dan ketaatan kepada Rasul-Mu”.

Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kita kesabaran, kebatabahan, keistiqomahan dalam menapaki jalan perjuangan ini. Dan semoga kita diberi kecukupan rizki dalam menjalani dan mengarungi kehidupan ini sampai Allah mengambil nyawa kita sehingga kita tidak tergiur dan terperdaya dengan tawaran dan iming-iming pemberian dari musuh-musuh Islam. Aamiin.. [Edt; Abd/MMC]

Check Also

12 Masjid di Jerman Terima Ancaman Bom & Pesan Islamophobia

BERLIN (Mata-Media.Net) – Islamophobia masih juga belum hilang dari Eropa. Sejumlah masjid dan politisi di Jerman ...