Sunday , April 5 2020
Home / Headline / Sungguh Merugi Orang yang Mundur Kebelakang dalam Berjuang

Sungguh Merugi Orang yang Mundur Kebelakang dalam Berjuang

Oleh: Ustadz Qutaibah

(Mata-Media.Net) Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Sang Pencipta langit dan bumi ini menjadikan surga dan neraka sebagai tujuan akhir dari perjalanan dan perjuangan hidup yang ditempuh oleh seluruh manusia di dunia.

Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta’ala hanya memilihkan dua (2) jalan saja yang bisa dilalui dan ditapaki oleh manusia di dunia ini, yaitu jalan Allah yang akan menghantarkan sesorang ke surga, atau jalan setan yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman:

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua (2) jalan”. (QS. Al-Balad 90 : 10)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُمَا النَّجْدَانِ نَجْدُ الْخَيْرِ وَنَجْدُ الشَّرِّ، فَمَا جَعَلَ نَجْدَ الشَّرِّ أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنْ نَجْدِ الْخَيْرِ»

“Hai manusia, sesungguhnya keduanya adalah dua (2) jalan, yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan, maka apakah yang membuat jalan keburukan lebih disukai olehmu daripada jalan kebaikan?”. (HR. Ahmad dan Nasa’i)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah) yang tidak akan berubah sampai yaumul qiyamah bahwa jalan Allah itu bukanlah jalan yang mudah yang dihiasi dengan bunga-bunga nan indah. Akan tetapi, jalan Allah itu adalah jalan yang terjal, jalan yang dihiasi dengan duri dan dipenuhi dengan berbagai macam goncangan, kesulitan cobaan dan ujian, karena itu Allah memilihkan jalan ini hanya untuk orang-orang beriman yang mengharapkan keselamatan dan kemenangan, sekalipun jalan ini sangat terjal dengan berbagai macam cobaan yang akan terus menghadang. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَلا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

“Maka tidaklah sebaiknya manusia menempuh jalan yang terjal (sukar)”. (QS. Al-Balad 90 : 11)

Allah Ta’ala juga berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al-Baqarah 2 : 214)

Sehingga dengan adanya peringatan dan firman Allah diatas, maka tidak ada satupun dari para penempuh jalan Allah yang selamat dari mengalami kegoncangan, ujian, keletihan, rasa takut, ancaman dan siksaan, bahkan upaya pembunuhan ketika menapakinya, karena hal itu merupakan keniscayaan yang akan selalu dilalui dan dialami oleh para pejuang.

Maka dari itu, ingatlah selalu perkataan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berikut ini ketika menggambarkan dan mengisahkan jalan perjuangan para Nabi dan Rasul Allah:

“Jalan menuju Allah adalah jalan di mana;

Adam kelelahan..

Nuh mengeluh..

Ibrahim dilempar ke dalam api..

Ismail ditelentangkan untuk disembelih..

Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama bertahun-tahun..

Zakaria digergaji..

Yahya disembelih..

Ayyub menderita penyakit kulit (yg sangat menjijikkan)..

Daud menangis melebihi kadar semestinya..

Isa berjalan sendirian..

Dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mendapatkan kefakiran dan berbagai gangguan.

Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main…?? Demi Allah takkan pernah bisa terjadi. (Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)

Sedangkan jalan setan adalah jalan yang dipenuhi dan dihiasi dengan berbagai macam kenikmatan, kemewahan dan angan-angan, akan tetapi pada akhirnya mengantarkan para penempuhnya menuju neraka jahannam, wal-‘iyadzubillah.. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

«حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ». رواه مسلم (7308).

“(Jalan ke) surga dipenuhi dengan rintangan dan (jalan ke) neraka di penuhi dengan syahwat (kesenangan)”. (HR. Muslim no. 7308, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Dan sesungguhnya, terjal dan sukarnya jalan Allah dengan berbagai macam goncongan, ujian dan kesulitan didalamnya, hanyalah sebagai ujian dari Allah Ta’ala agar diketahui orang-orang yang jujur dalam menempuh jalan Allah dan sungguh-sungguh dalam memperjuangkan agama-Nya, serta menyingkap kedok para pendusta yang hanya bermain-main dijalan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al- Ankabut 29 : 3)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar”. (QS. Al-‘Imran 3 : 142)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu (iman)”. (QS. Muhammad 47 : 31)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, maka beruntunglah orang-orang yang tetap teguh, istiqomah dan selalu bersabar dalam berjuang serta memperjuangkan agama Allah, karena Allah telah menjanjikan dengan berbagai macam kebaikan dan kemenangan baik di dunia ataupun di akhirat berupa surga. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (QS. Ali-‘Imran 3 : 200)

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat 41 : 30)

Dan sungguh sangat merugi lagi celaka orang-orang yang mundur ke belakang dari jalan Allah dan berjuang di jalan Allah Ta’ala, dengan meninggalkan tauhid dan berhenti dari memperjuangkan dan menegakkan agama Allah, serta condong kepada para musuh-musuh Allah. Sungguh mereka itu adalah orang-orang yang tertipu lagi celaka baik di dunia dan akhirat nanti. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى ۙ الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ.ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ ۖ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ.

“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang Munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka”. (QS. Muhammad 47 : 25-26)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”. (QS. Al-Hajj 22 : 11)

Oleh karena itu, bersyukurlah kita kepada Allah atas nikmat iman dan tauhid yang diberikan kepada kita, dan pembelaan terhadap agama Allah yang ditanamkan didalam hati kita. Mintalah keteguhan kepada Allah dan pertahankanlah sekuat-kuatnya nikmat yang agung tersebut, karena sesungguhnya tidak ada kerugiaan yang lebih besar bagi orang beriman daripada berhenti dan mundurnya ia dari jalan Allah. Wallahu A’lam.. [Edt; Abd/dbs]

Check Also

Dalam Sehari, Hampir 1.500 Orang di AS Tewas Karena Virus Corona

WASHINGTON (Mata-Media.Net) – Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sejak pandemi virus Corona atau Covid-19 ...