Sunday , April 5 2020
Home / Islamiyyah / Aqidah / Inti Ajaran Islam yang Kerap Dilupakan & Tidak Diamalkan

Inti Ajaran Islam yang Kerap Dilupakan & Tidak Diamalkan

Oleh: Abdurrahman

(Mata-Media.Net) Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada dasarnya, sistematika dan pengelompokkan ajaran Islam secara garis besar adalah tentang persoalan aqidah, syariah dan akhlaq.

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, ajaran Islam bisa sampai kepada kita salah satunya karena termaktub dan dituliskan didalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pokok ajaran Islam sebagaimana yang telah diketahui, bahwasanya ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna dan kaffah (menyeluruh), karena memang semuanya ada dalam Islam.

Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam, pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga (3) hal yaitu tauhid, taat dan baro’ah (berlepas diri). Inilah inti ajaran para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Ta’ala kepada umat manusia seluruhnya, baik umat Islam maupun umat-umat agama lain.

Pemaknaan konsep ajaran Islam dilakukan dengan tiga (3) pokok, yaitu berserah diri kepada Allah dengan merealisasikan tauhid, tunduk dan patuh kepada Allah dengan sepenuh ketaatan, memusuhi dan membenci syirik dan pelakunya. Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, Islam harus dihayati dan diamalkan secara kaffah (utuh dan menyeluruh), tidak sepotong-potong atau sebagian.

Islam sesungguhnya mempunyai karakter sebagai agama yang penuh kemudahan yang termanifestasi secara total dalam setiap syari’atnya jika seorang hamba betul-betul mau meresapi, memahami dan merealisasikannya. Didalam kitab الاصول الثلاثة karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab juga telah jelas disebutkan bahwa inti ajaran Islam itu adalah,

الاستسلام لله بالتوحيد، والانقياد له بالطاعة، والبراعة من الشرك واهله

“Penyerahan diri kepada Allah dengan cara bertauhid dan sebenar-benarnya dalam menunggalkan serta beribadah hanya kepada Allah; ketundukan kepada Allah disertai dengan ketaatan secara mutlak dalam mentaati-Nya; dan menjauhi, meninggalkan, membenci (dan arti البراعة lainnya) serta memusuhi kesyirikan dan orang-orang yang berbuat syirik (orang-orang Musyrik)”. (Kitab Utsuluts-Tsalatsah hal. 56, Cet. Darul Aqidah)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, inilah inti ajaran Islam yang harus kita jadikan pedoman dalam mengarungi kehidupan, khususnya dalam menerapkan al-Wala wal-Baro’.

Namun sayangnya pada saat sekarang ini, banyak pedoman didalam ajaran Islam yang sebetulnya sangat simpel untuk kita pelajari dan fahami kemudian kita amalkan, justru banyak yang tidak dilakukan dan dikerjakan. Misalnya adalah dalam mengaplikasikan inti ajaran Islam seperti diatas.

Tentu saja ada banyak faktor kenapa umat Islam malah capek-capek mempelajari dan memahami atau memperdebatkan di media sosial (medsos) misalnya sesuatu hal yang “jlimet” dan ribet diluar batas keilmuan dan kapasitasnya, ketimbang mempelajari kemudian mempraktekkan pokok ajaran Islam seperti diatas. Hal itu bisa terjadi salah satunya karena faktor kejahilan, cari sensasi, ingin dianggap berilmu dan sholih, faktor untuk mencari pengagum dan pengikut, atau bisa saja hanya untuk membuat syubhat ditengah-tengah umat.

Dalam hal mempraktekkan baro’ah kepada orang-orang Musyrik dan Kafir saja misalnya, baik Kafir asli dan Kafir karena Murtad (karena pada zaman now, tidak sedikit umat Islam yang KAFIR TANPA SADAR), tidak sedikit umat Islam yang masih diselimuti kecintaan kepada orang tuanya, anak-anaknya, temannya, pasangannya dan harta bendanya. Sehingga dengan hal itu, ia akhirnya lebih memilih tetap bersama dan enggan untuk meninggalkannya (baro’ah) meskipun sudah berbeda keyakinan dan pemahaman.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan agar manusia itu lebih mencintai Allah, Rasul-Nya dan berjihad fie sabilillah daripada yang lainnya.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ ﴿٢٤﴾

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS. At-Taubah 9 : 24)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semua untuk mempelajari pokok ajaran Islam dan memberikan taufik kepada kita untuk memprioritaskan hal itu dalam hal pelaksanaannya. Semoga, Allah juga selalu memberikan kita kekuatan dan ketabahan untuk tunduk dan patuh terhadap segala syariat-Nya baik yang kita sukai dan tidak kita sukai. Aamiin.. [Abd/dbs]

Check Also

Dalam Sehari, Hampir 1.500 Orang di AS Tewas Karena Virus Corona

WASHINGTON (Mata-Media.Net) – Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sejak pandemi virus Corona atau Covid-19 ...