Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Anjuran Berpuasa 6 Hari di Bulan Syawwal

Anjuran Berpuasa 6 Hari di Bulan Syawwal

(Mata-Media.Net) Bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M yang penuh berkah, ampunan dan di mana pahala dilipatgandakan telah meninggalkan kita semua. Namun bukan berarti kita tidak bisa beribadah lagi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan banyak keutamaan didalamnya.

Salah satu ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah bulan Ramadhan selesai adalah berpuasa selama enam (6) hari di bulan Syawwal. Kaum Muslimin dianjurkan mengiringi puasa puasa Ramadhan dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal.

Ada banyak sekali hadits Nabi yang menerangkan tentang amal ibadah ini. Diantara hadits yang menjelaskan dan menerangkan tentang disyariatkannya kaum Muslimin untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawwal adalah:

1) Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam (6) hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa seperti setahun penuh”. (HR. Muslim no. 1164)

2) Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu –budak Rasulullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ  (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barangsiapa yang berpuasa enam (6) hari setelah Hari Raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa selama setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh (10) kali lipat”. (HR. Ibnu Majah no. 1715)

3) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صام رمضان وأتبعه بست من شوال فذلك صيام الدهر

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam (6) hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun”. (HR. Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj, no. 2180. Dinilai shahih oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 3/183)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, berpuasa selama 6 hari di bulan Syawwal hukumnya sunnah dan inilah pendapat mayoritas (jumhur) ulama, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Thawus, Asy-Sya’bi, dan Maimun bin Mihran. Pendapat ini pula yang dinyatakan oleh Abdullah bin Mubarak, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan ketika menjelaskan hadits pertama diatas,

فيه دلالة صريحة لمذهب الشافعي وأحمد وداود وموافقيهم في استحباب صوم هذه الستة

“Didalam hadits ini terdapat dalil yang tegas bagi madzhab Asy-Syafi’i, Ahmad, Dawud beserta para ulama yang sependapat dengannya tentang dianjurkannya berpuasa enam (6) hari (di bulan Syawwal)”. (Syarh Shahih Muslim, 8/56)

Adapun Imam Abu Hanifah dan Imam Malik bin Anas rahimahumallah berpendapat dibencinya puasa Syawwal (tidak disunnahkan) dengan alasan agar puasa Syawwal ini tidak dianggap sebagai puasa wajib yang harus dikerjakan setelah bulan Ramadhan selesai karena waktu pelaksanaannya yang sangat dekat dengan puasa Ramadhan.

Akan tetapi, kekhawatiran ini tidaklah tepat karena bertentangan dengan dalil-dalil yang shahih dan tegas tentang dianjurkannya berpuasa selama 6 hari di bulan Syawwal. (Shahih Fiqh Sunnah, 2/134)

Adapun keterangan yang paling baik tentang sebab pendapat Imam Malik bin Anas rahimahullah yang tidak tepat tersebut adalah sebagaimana penjelasan Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah –peneliti madzhab Maliki dan pensyarah kitab Muwaththo’ karya Imam Malik-, “Sesungguhnya hadits ini (hadits tentang anjuran puasa Syawwal) belum sampai kepada Imam Malik. Seandainya hadits ini sampai kepada beliau, tentu beliau akan berpendapat sunnahnya (puasa Syawwal)”. (Lihat Taudhiihul Ahkaam, 3/534)

Oleh karena itu, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan amal iabdah yang sangat mulia ini setelah bulan Ramadhan meninggalkan kita semua. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk melakukan puasa selama 6 hari di bulan Syawal ini setelah sebelumnya terlebih dahulu kita menunaikan puasa qodho’ Ramadhan bagi yang mempunyai hutang puasa Ramadhan. Wallahu a’lam.. [Abdurrahman/dbs]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...