Tuesday , December 10 2019
Home / Headline / Kewajiban Menunaikan Ibadah Qurban Bagi Yang Mampu

Kewajiban Menunaikan Ibadah Qurban Bagi Yang Mampu

Oleh: Ustadz Qutaibah Muslim

(Mata-Media.Net) – Tak terasa sekarang ini sudah memasuki pertengahan bulan Dzulqo’dah 1440 Hijriyah (H). Artinya, kurang dua (2) pekan lagi kaum Muslimin akan memasuki bulan Dzulhijjah 1440 H, dan sepuluh (10) hari kemudian umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau yang biasa dikenal dengan istilah lain yakni Hari Raya Qurban.

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, salah satu amalan dan ibadah yang disyariatkan untuk dilakukan oleh umat Islam pada bulan Dzulhijjah adalah berqurban bagi orang-orang yang mampu dan mempunyai kelapangan harta atau rizqi, baik berqurban dengan kambing, domba, sapi, kerbau atau onta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka sholatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan (untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala)”. (QS. Al-Kautsar 108 : 2). Pada ayat tersebut, Allah Ta’ala memerintahkan bagi kaum Muslimin untuk menunaikan ibadah qurban, dan pada dasarnya suatu perintah itu mengandung sebuah kewajiban.

Dalil lainnya yang menunjukkan tentang kewajiban berqurban bagi orang-orang yang mampu adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ibnu Majah 3123, Ahmad 2/321, al-Hakim 4/349, ad-Daruquthni 4/285, al-Baihaqi 9/260)

Sedangkan hadits diatas menunjukkan bahwa berqurban hukumnya adalah wajib, karena beliau melarang orang yang mampu akan tetapi tidak mau berqurban agar tidak mendekati tempat sholat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau hukumnya sunnah, tentu saja tidak akan ada larangan seperti itu. Ada sebuah hadits Jundub bin Sufyan radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ ذَبَحَ مِنْكُمْ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيُعِدْ مَكَانَ ذَبِيحَتِهِ أُخْرَى ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ ذَبَحَ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ

“Barangsiapa diantara kalian yang telah menyembelih sebelum sholat (Idul Adha), maka hendaknya dia menggantinya dengan sembelihan lain. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, hendaknya dia menyembelih dengan nama Allah”. (HR. Bukhari 5562 dan Muslim 1960)

Dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الًّصَلاَةِ فَلْيُعِدْ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang telah menyembelih sebelum shalat, maka ulangi lagi”. (Muttafaqun ‘Alaih)

Sementara itu, perintah untuk mengganti hewan qurban diatas menunjukkan suatu kewajiban, karena sesuatu yang sunnah jika ditinggalkan, maka tidak perlu diganti. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

والأظهر وجوبها ( يعني الأضحية ) فإنها من أعظم شعائر الإسلام ، وهي النسك العام في جميع الأمصار ، والنسك مقرون بالصلاة ، وهي من ملة إبراهيم الذي أمرنا باتباع ملته ، وقد جاءت الأحاديث بالأمر بها.

“Pendapat yang lebih tepat bahwa berqurban hukumnya wajib, karena qurban merupakan salah satu syiar Islam yang paling agung. Qurban adalah ibadah tahunan yang berlaku di semua daerah, ibadah ini selalu disertai dengan sholat, dan merupakan ajaran Nabi Ibrahim yang kita diperintahkan untuk mengikutinya, dan banyak hadits-hadits yang memerintahkan untuk mengamalkannya”. (Majmu’ Fatawa 32/162-164)

Terakhir, kami wasiatkan kepada kaum Muslimin agar jangan sampai kita enggan berqurban karena takut harta berkurang, sedangkan kita mampu dan mempunyai kelebihan harta. Jangan sampai pula enggan berqurban karena khawatir akan kurang modal usaha.

Jangan sampai enggan berqurban karena khawatir tidak bisa hidupi lagi keluarga. Justru dengan berqurban harta semakin berkah, usaha semakin dimudahkan, segala kesulitan terangkat, lebih-lebih kesukaran di akhirat.

Dan sudah banyak juga buktinya, berqurban dan bersedekah tidak pernah menjadikan orang itu miskin. Atau ada yang pernah lihat ada orang yang jatuh bangkrut dan miskin gara-gara ikut berqurban? Justru yang pelit dengan hartanya yang biasa merugi dan jatuh pailit.

Oleh karena itu, tetap dasari semua amalan dan ibadah kita itu semata-mata ikhlas untuk meraih ridho dan pahala Allah Ta’ala. Ingatlah yang Allah Ta’ala janjikan,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ 34 : 39)

Ingat pula yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan tentang orang-orang yang gemar berinfaq dan bersedekah,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidaklah mengurangi harta”. (HR. Muslim no. 2558). [Edt; Abd]

Check Also

Saudi Bolehkan Pria & Wanita Makan Bersama di Restoran

RIYADH (Mata-Media.Net) – Negara Arab Saudi semakin bertambah liberal. Kini, pemerintah Arab Saudi dibawah kekuasaan Putra Mahkota, ...