Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Jangan Lupa Puasa Arafah 9 Dzulhijjah; Hapuskan Dosa Tahun Lalu & Akan Datang

Jangan Lupa Puasa Arafah 9 Dzulhijjah; Hapuskan Dosa Tahun Lalu & Akan Datang

Oleh: Abu Muhajir

(Mata-Media.Net) – Salah satu amal ibadah yang bisa dilakukan oleh umat Islam pada bulan Dzulhijjah dan di awal sepuluh (10) hari bulan Dzulhijjah sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha atau yang biasa dikenal dengan Hari Raya Qurban adalah ibadah puasa Arafah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Qotadah Al-Anshoriy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang”. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim no. 1162)

Intinya, puasa Arafah tersebut memiliki tuntunan dan keutamaan. Adapun dalil yang menunjukkan istimewanya puasa di awal Dzulhijjah karena dilakukan pula oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana diceritakan dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan (9) hari awal Dzulhijjah, pada hari ‘Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga (3) hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis”. (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, selain berpuasa sunnah Arafah, ada beberapa amalan yang harus dilakukan oleh umat Islam ketika bulan Dzulhijjah telah datang. Misalnya adalah keharusan untuk berqurban, baik dengan sapi, kerbau, unta atau kambing dan domba bagi siapa saja yang mampu untuk menunaikannya. Bahkan bagi seseorang yang tidak mau berqurban sedangkan dia mampu, maka akan mendapatkan ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka sholatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan (untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala)”. (QS. Al-Kautsar 108 : 2). Pada ayat tersebut, Allah Ta’ala memerintahkan bagi kaum Muslimin untuk menunaikan ibadah qurban, dan pada dasarnya suatu perintah itu mengandung sebuah kewajiban.

Dalil lainnya yang menunjukkan tentang kewajiban berqurban bagi orang-orang yang mampu adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ibnu Majah 3123, Ahmad 2/321, al-Hakim 4/349, ad-Daruquthni 4/285, al-Baihaqi 9/260)

Puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan oleh seorang Muslim pun karena bisa menghapuskan dosa kecil dari tahun lalu dan yang akan datang, sebagaimana hadits dari Abu Qotadah diatas. Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ (6 : 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah adalah, disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummu Fadhl”.

Ibnu Muflih dalam Al-Furu’ yang merupakan kitab Hanabilah (3 : 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan (9), yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama”.

Adapun dalil bahwa orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah adalah,

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummu Fadhl binti AlHarits, bahwa orang-orang berbantahan didekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa’. Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa’. Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, dan ketika beliau sedang berhenti diatas unta beliau, maka beliau meminumnya”. (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123)

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf di padang Arafah), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya”. (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, maka para ulama berselisih pendapat tentang hal itu. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil, namun ada pula yang berpendapat lainnya.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, semoga ditinggikan derajat”. (Syarh Shahih Muslim, 8 : 51)

Sedangkan jika melihat dari penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah bukan hanya dosa kecil yang diampuni, namun dosa besar bisa juga terampuni karena hadits diatas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Fatawa, 7 : 498-500)

Setelah kita mengetahui hal tersebut, maka sekarang ini yang lebih penting adalah tinggal memprakteknya. Jika artikel yang singkat dan sederhana ini bisa disampaikan kepada keluarga, kerabat, saudara, teman dan tetangga kita yang lainnya, maka itu lebih baik daripada meributkan atau memperdebatkan apakah dosa yang diampuni Allah itu dosa besar atau kecil.

Ajakan untuk berpuasa Arafah dan mengajak orang lain untuk berpuasa itu agar kita dapat pahala, dan juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam)”. (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam hadits lainnya Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”. (HR. Muslim)

Selain itu, hari Arafah juga merupakan salah satu hari yang paling utama. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda,

 مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Tidak ada hari yang Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari (siksa) api neraka daripada hari Arafah, dan sungguh Allah akan mendekatinya dan menampakkan keutamaannya di hadapan Malaikat, lalu Allah berfirman: “Apa yang mereka inginkan?”. (HR. Muslim)

Demikianlah artikel singkat tentang anjuran untuk berpuasa sunnah di hari Arafah, yang di mana salah satu keistimewaannya adalah dapat melebur dosa di masa lalu dan yang akan datang dengan izin Allah Ta’ala. Selain itu, hari Arafah adalah salah satu hari istimewa di mana Allah membebaskan hamba-hamba-Nya yang berada didalam neraka. Wallahu a’lam.. [RMC]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...