Tuesday , August 20 2019
Home / Headline / Khutbah Jumat; Tanda-Tanda Amal Ibadah yang Diterima oleh Allah

Khutbah Jumat; Tanda-Tanda Amal Ibadah yang Diterima oleh Allah

Oleh: Ustadz Qutaibah

(Mata-Media.Com)Jama’ah Jum’ah rahimakumullah… Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada syariatnya dari kami, maka amalan tersebut ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kehidupan dan kematian sebagai salah satu ujian kepada manusia untuk menunjukkan siapakah yang paling baik amalnya. Karena itu setiap amal manusia akan diberi balasan secara adil dan tiada sedikit pun kedzaliman didalamnya.

Ketahuilah, sesungguhnya didalam beribadah kepada Allah yang paling utama bukanlah selesainya ibadah yang kita kerjakan, akan tetapi sesungguhnya yang paling berat adalah bagaimana kita menjadikan apa yang kita kerjakan, ketaatan dan ibadah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Karena kalau kita hanya dibebankan tugas oleh Allah untuk beribadah saja, sampai tersempurnanya syarat dan sahnya ibadah itu adalah mudah.

Terbukti, shalat lima (5) waktu mampu selesai dalam 10 menit setiap waktunya, haji beberapa hari bisa terselesaikan, umrah beberapa jam mampu kita sempurnakan, dan ibadah lainnya. Tetapi bukan hanya itu saja yang diperintahkan Allah, namun lebih kepada agar amal kita diterima oleh Allah Ta’ala.

Karena itu ketahuilah ayyuhal ikhwah, sesungguhnya menjadikan amal dan ibadah yang kita kerjakan bisa diterima Allah itu merupakan perkara yang paling berat didalam kita beribadah kepada Allah. Sebab, berapa banyak orang yang beramal dan beribadah, akan tetapi amal shalihnya belum tentu sebagai jaminan akan diterima oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

 وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan 25 : 23)

 عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ. تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

“Bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka),” (QS. Al-Ghasyiyah 88 : 3-4)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

كونوا لقبول العمل أشد اهتماما من العمل من جنسكم

“Jadilah kalian orang-orang yang lebih memperhatikan bagaimana agar ibadah kalian diterima Allah, daripada menumpuk amal ibadah, tetapi tidak ada yang berkualitas.” Atau kata lainnya adalah, “jangan kalian pedulikan amal yang sedikit, tapi pedulikanlah agar diterima amal tersebut.”

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah… Lalu tanda-tanda apa saja yang nampak pada diri seseorang sehingga amal ibadahnya itu diterima oleh Allah Ta’ala?? Sehingga kita bisa mawas diri dan tidak mudah tertipu dengan banyaknya amalan yang telah kita kerjakan. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan, ada empat (4) tanda diterimanya amal shalih seseorang:

1. Ketaatan dan Amal Shalihnya Semakin Baik dan Bertambah

Suatu kebaikan pasti akan mendorong untuk melahirkan kebaikan-kebaikan yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى{5} وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى{6} فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى{7}

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail 92 : 5-7)

Kalau kita ingin mengukur amal yang kita lakukan apakah diterima oleh Allah atau tidak, maka lihatlah apakah setelah beramal kebaikan itu bisa melahirkan kebaikan-kebaikan lainnya atau malah sebaliknya.

Jika amal-amal shalih seperti puasa, shalat, haji, hijrah, ribath, jihad dan lain-lain tidak berbuah amal shalih dan menambah kebaikan pada seseorang atau malah ia terjatuh dalam berbagai kemaksiatan, maka itu merupakan tanda tidak diterimanya amal-amal shalihnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْواهُمْ (محمد: 17)

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad 47 : 17)

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

إن من جزاء الحسنة الحسنة بعدها، ومن عقوبة السيئة السيئةُ بعدها، فإذا قبل الله العبد فإنه يوفقه إلى الطاعة، ويصرفه عن المعصية

“Sesungguhnya diantara balasan amalan kebaikan ialah (dimudahkan Allah) melaksanakan kebaikan setelahnya. Dan diantara hukuman atas perbuatan buruk ialah melakukan keburukan setelahnya. Maka, apabila Allah telah menerima (amalan dan taubat) seorang hamba, niscaya Allah akan memberinya taufiq untuk melaksanakan ketaatan (kepada-Nya), dan memalingkannya dari perbuatan maksiat (kepadaNya).

Begitulah cara melihat secara zhahir amal seseorang itu diterima atau tidak disisi Allah Ta’ala. Jadi, barangsiapa yang dapat merasakan buah dari amalnya sekarang yakni di dunia ini, ia menjadi bukti diterima amalnya kelak di akhirat.

2. Bertambahnya Rasa Takut Dalam Hatinya dan Terkikisnya Kemungkaran

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah… Seorang Mukmin adalah orang yang semakin sungguh-sungguh dalam amal ibadahnya, maka dia tentunya akan semakin bertambah pula rasa takutnya kepada Allah, karena ia khawatir amal shalihnya belum diterima.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat ini:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ (المؤمنون: 60)

“Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan dari sedekah dengan hati penuh rasa takut.” (QS. Al-Mukminun 23 : 60)

“Apakah mereka yang minum khamr atau mencuri?” Beliau berkata: Bukan wahai binti Ash-Shidiq! Akan tetapi mereka yang sering berpuasa, shalat, dan bersedekah, sedangkan mereka takut tidak diterima dari mereka, merekalah orang yang bersegera dalam kebaikan. Seorang Mukmin tidak akan kenyang dari kebaikan yang ia dengar sampai tempat berakhirnya adalah jannah.” (HR. At-Tirmidzi)

Diantara bentuk tumbuhnya rasa takut kepada Allah adalah terkikis atau berkurang atau hilangnya kemungkaran dan kemaksiatan pada dirinya. Karena tidaklah kebaikan itu dikerjakan melainkan supaya mengikuti dan menghilangkan kemungkaran.

Maka jika ingin melihat diterimanya amal shalih kita, maka marilah kita lihat seberapa besar kemungkaran yang terkikis setelah amal sholeh yang kita kerjakan. Allah Ta’ala berfirman,

….. إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ ……. (العنكبوت: 45)

“…… Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar…..” (QS. Al-Ankabut 29 : 45)

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قاَلَ لِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.” (رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح)

“Dari Abu Dzar, dia berkata, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takutlah kepada Allah dimanapun kamu berada dan iringilah (balaslah) keburukan dengan kebaikan niscaya dia akan menghapusnya serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. At-Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

Hadits ini diantara kandungannya menjelaskan bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang kebaikannya mampu menghapuskan keburukan. Oleh karena itu, marilah kita ukur seberapa besar rasa takut kita kepada Allah yang tumbuh bersamaan dengan ketaatan yang kita kerjakan.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ جَمَعَ إِحْسَانًا وَشَفَقَةً ، وَإِنَّ الْمُنَافِقَ جَمَعَ إِسَاءَةً وَأَمْنًا

“Seorang Mukmin mengumpulkan antara perbuatan baik dan rasa takut kepada Allah Ta’ala. Sedangkan seorang Munafik mengumpulkan antara perbuatan jelek dan rasa aman dari siksa Allah.”

Oleh karena itu jika kita melakukan amal sholeh, akan tetapi belum bisa menghilangkan kemungkaran dan kemaksiatan pada diri kita, maka hendaknya dilihat kembali amal sholeh kita tersebut.

3. Diberikan Keistiqomahan Dalam Beramal

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah amalan yang dikerjakan secara istiqomah atau berkesinambungan (rutin), sekalipun sedikit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل. (متفق عليه)

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dirutinkan, sekalipun sedikit.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Istiqomah memang itu berat ayyuhal ikhwah, sebab kalau ringan itu namanya istirahat. Akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencapainya. Karena kenyataannya, para pendahulu kita bisa mencapainya. Rasulullah dalam suatu riwayat pernah ditanya oleh Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyalahu ‘anhu tentang rambut beliau yang cepat beruban. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab,

شَيَّبَتْنِي هُود وَأَخَوَاتهَا

“Surat Hud dan sejenisinya telah membuat rambutku beruban.”

Heran dengan ucapan yang disampaikan Rasulullah, ayah dari ‘Aisyah inipun melanjutkan pertanyaannya. “Apa saja saudaranya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Surah Al-Waqiah, Al-Mursalat, An-Naba dan At-Takwir. Semua membuatku beruban sebelum waktunya.” (HR. Tirmidzi, Thabrani dan Hakim)

Dan ternyata, ayat yang membuat cepat berubannya rambut Rasulullah adalah ayat 112 dalam surah Hud yang berbunyi:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Maka, seorang Mukmin hendaknya senantiasa intropeksi diri, jangan sampai seiring bertambahnya waktu, keistiqomahan pada dirinya juga semakin pudar. Karena kunci dari kebaikan adalah istiqomah.

4. Doanya Mustajab (Dikabulkan oleh Allah)

Seperti lantunan doa Rasulullah dan para salaful ummah yang selalu didengar dan diijabahi oleh Allah.

Kemudian juga hadits tentang tiga (3) orang yang terjebak dalam gua dan mereka masing-masing berdoa dengan berwasilah kepada amal ibadahnya yang telah lalu. Doa mereka terkabul karena amalan mereka diterima oleh Allah.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah… Demikianlah tanda-tanda pada diri seseorang yang amal sholehnaya diterima oleh Allah Ta’ala, yang pada dasarnya masih banyak tanda-tanda yang lainnya. Hendaknya kita selalu memperhatikan perubahan pada diri kita dengan amal shaleh yang kita kerjakan. Wallahu a’lam.. [RMC]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...