Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Azab Yang Pedih Pasti Terjadi Untuk Penyiksa & Pembunuh Orang Beriman

Azab Yang Pedih Pasti Terjadi Untuk Penyiksa & Pembunuh Orang Beriman

Oleh: Abu Muhajir

(Mata-Media.Com) – Dalam aktivitas dakwah menyeru manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sebuah perjuangan untuk menegakkan aturan dan syariat Islam serta meninggikan kalimat Allah pasti akan ada pasang surut didalamnya, serta duri-duri yang menjadi penghalang dan rintangannya. Tak hanya duri, kadang kala berupa siksaan, ancaman teror hingga pembunuhan juga kerap mengiringi setiap langkah perjuangan.

Resiko-resiko bagi orang beriman ketika berdakwah menyampaikan al-haq (kebenaran) kepada manusia dan berjuang serta berjihad untuk meninggikan kalimat Allah agar supaya aturan dan syariat Allah bisa tegak dan berlaku di muka bumi ini sejatinya telah menjadi sunatullah dan sudah dialami serta dilalui oleh para Nabi dan Rasul, sejak Rasul pertama Nuh ‘alaihissalam hingga Rasul terakhir dan penutup para Nabi, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, resiko dalam mengemban risalah Islam ini juga dialami oleh para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhu ajma’in, para tabiin, para tabiut tabi’in, para ulama salafush-shalih hingga sekarang ini para mujahidin dan aktivis Islam yang betul-betul beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menyampaikan risalah Islam sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala (Al-Qur’an) dan dibawa oleh Rasulullah (Al-Hadits) secara jujur dalam penyampaiannya.

Halangan, rintangan, siksaan dan bahkan hingga hilangnya nyawa karena pembunuhan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, itu semua terjadi tidak lain dikarenakan kebencian dan permusuhan yang tertanam secara menghujam dan dari lubuk hati yang paling dalam dari orang-orang Kafir kepada setiap Muslim karena keimanan mereka.

Meskipun seorang Muslim yang Mukmin itu tidak mengangkat senjata, dan hanya berdakwah dengan lisan atau tulisannya untuk menyampaikan inti dakwah para Nabi dan Rasul, yakni menyeru manusia agar beribadah kepada Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dan menjauhi Thaghut (lihat QS. An-Nahl 16 : 36), pasti orang-orang beriman itu akan dimusuhi oleh orang-orang Kafir. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ ﴿٨﴾

“Dan mereka (orang-orang Kafir) tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. (QS. Al-Burruj 85 : 8)

Mari kita tengok kebelakang kisah nyata yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika para sahabat yang masih dalam kondisi lemah maupun kuat menampakkan keimanan mereka kepada orang-orang dan para pembesar kaum Kafir Quraisy, misalnya yang paling masyhur adalah kisah Bilal bin Robbah dan Amar bin Yasir beserta kedua orang tuanya, yakni Yasir dan Sumayyah yang disiksa dan bahkan ada yang dibunuh karena keimanan mereka kepada Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad.

Apakah mereka disiksa dan dibunuh karena melawan dan mengangkat senjata? Tidak. Apakah mereka disiksa dan dibunuh karena sebelumnya mencaci maki dan mengumpat kepada pembesar Quraisy? Tidak. Apakah mereka para budak yang mengikuti Nabi Muhammad itu disiksa dan dibunuh karena mengambil harta majikannya? Tidak, sekali-kali tidak. Para sahabat yang disiksa dan ada pula yang dibunuh oleh kaum Kafir Quraisy itu tidak lain karena mereka menyampaikan dakwah tauhid serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, inilah sunatullah yang akan terus terjadi hingga hari kiamat nanti, di mana orang Islam nan beriman yang menampakkan keimanannya dan juga menyampaikan dakwah tauhid pasti akan dimusuhi, dibenci, dikucilkan dan bahkan akan disiksa serta berusaha dibunuh oleh orang-orang Kafir.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sekarang ini para dai, muwwahid, mujahidin dan aktivis Islam di belahan bumi manapun yang ada didunia ini yang dengan lantang menyampaikan dakwah tauhid dan bahkan menyeru umat Islam agar berhijrah dan berjihad ke Darul Islam sebagai bentuk realisasi perintah Allah Ta’ala sebagaimana yang dulu juga dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya seperti yang termaktub didalam surat An-Nisaa’ ayat ke-97 dan 100 akan ditentang, dibenci, dimusuhi, dikriminalisasi, dicari-cari agar supaya dijebloskan ke penjara dan bahkan diancam untuk dibunuh.

Akan tetapi dalam ayat selanjutnya masih di surat Al-Buruuj, Allah Ta’ala memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman agar jangan sampai sedih dan putus asa akan ujian dan cobaan yang mereka terima itu, meskipun pahit, perih, pedih dan berbagai macam siksaan yang bisa menghilangkan nyawa. Karena sesungguhnya, azab dari Allah Ta’ala yang pedih dan keras pasti akan terjadi dan menimpa parra penyiksa dan pembunuh orang-orang beriman dimanapun mereka berada. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ ﴿١٠﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang Mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar”. (QS. Al-Buruuj 85 : 10)

Dalam selanjutnya, Allah Ta’ala kemudian menegaskan lagi bahwa azab Allah kepada orang-orang Kafir yang menahan, menyiksa dan membunuhi orang-orang beriman pasti akan terjadi, baik didunia ini atau nanti ditangguhkan saat diakhirat nanti, dan itu pasti terjadi. Allah berfirman,

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ﴿١٢﴾

“Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras”. (QS. Al-Buruuj 85 : 12)

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, maka sesungguhnya kita tak perlu bersedih hati dan merasa takut serta gentar dengan semua ujian dan cobaan tersebut karena hakikatnya ujian itu hanya sementara saja. Mari kita tengok sejenak kisah nyata yang dialami oleh keluarga Yasir. Orang-orang Kafir Quraisy menangkap Yasir, Summayyah dan Ammar bin Yasir ketika mengetahui keislaman dan keimanan mereka kepada Allah dan Rasulullah.

Kemudian, mereka membawa ketiga ke padang pasir yang sangat terik di sekitar kota Makkah, lalu memakaikan baju besi dan menjemur mereka di bawah terik matahari. Mereka tidak memberi minum kepada ketiganya dan para pembesar kaum Quraisy beserta anak buahnya saling memukuli ketiganya secara bergantian.

Dan soal penyiksaan mereka, hal itu diserahkan kepada Bani Makhzum. Setiap hari baik Yasir, Sumayyah dan Ammar dibawa ke padang pasir Makkah yang demikian panas, lalu didera dengan berbagai azab dan siksa.

Penderitaan dan pengalaman Sumayyah dari siksaan ini amat ngeri dan menakutkan hingga manusia pada zaman setelahnya pun takkan mau membayangkannya. Namun, Sumayyah telah menunjukkan sikap dan pendirian yang tangguh, yang dari awal hingga akhirnya telah membuktikan kepada seluruh manusia suatu kemuliaan yang tak pernah hapus dan kehormatan yang pamornya tak pernah luntur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengunjungi tempat-tempat yang diketahuinya sebagai arena penyiksaan bagi keluarga Yasir dan sahabat Muslim lainnya. Ketika itu tidak suatu apa pun yang dimilikinya untuk menolak bahaya dan mempertahankan diri.

Rasulullah kemudian melewati mereka pada suatu hari ketika mereka bertiga sedang disiksa. Beliau sangat berduka karena tidak mempunyai kekuatan untuk menolong mereka. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berhenti dan bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga”.

Yaa.. balasan kepada Yasir, Sumayyah, Ammar dan orang-orang beriman lainnya baik zaman dulu maupun sekarang ini yang tetap teguh dalam keimanannya dan tidak murtad dari agama Islam ketika mereka dipenjara, disiksa dan diancam untuk dibunuh adalah surga. Maka tubuh mereka yang pada awalnya tersiksa, hati mereka menjadi tenang dan mata mereka menjadi tentram serta wajah yang mendung berganti dengan senyuman yang ceria penuh kerelaan setelah mendengar kabar gembira tersebut.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, pengorbanan mulia yang dahsyat ini tak ubahnya dengan tumbal yang akan menjamin bagi keberlangsungan agama Islam dan aqidah serta keteguhan yang takkan lapuk. Mereka juga menjadi contoh teladan yang akan mengisi hati orang-orang beriman dengan rasa simpati, kebanggaan dan kasih sayang. Mereka pula adalah menara yang akan menjadi pedoman bagi generasi-generasi mendatang untuk mencapai hakikat agama, kebenaran dan kebesarannya.

Demikianlah Allah menjadikan hal itu sebagai sebuah pembuktian keimanan seseorang agar iman itu tidak hanya sebatas pemanis di lisan. Hal ini telah dijelaskan pula oleh Al-Qur’an kepada Kaum Muslimin, dan bukan hanya pada satu atau dua ayat saja. Allah berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman” padahal mereka belum lagi diuji? Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut 29 : 2-3)

Dalam ayat yang lainnya Allah juga berfirman, “Apakah kalian mengira akan dapat masuk surga, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang diantara kalian, begitu pun orang-orang yang tabah?”. (QS. Ali-‘Imran 3 : 142)

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ ﴿١١﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar”. (QS. Al-Buruuj 85 : 11). Wallahu a’lam… [Edt; Abd]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...