Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Keberkahan Saat Mengakhirkan Sahur & Menyegerakan Berbuka Puasa

Keberkahan Saat Mengakhirkan Sahur & Menyegerakan Berbuka Puasa

Oleh: Abdurrahman

(Mata-Media.Net) – Salah satu kebahagiaan dan nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi setiap Muslim adalah bisa mencintai dan mengikuti segala petunjuk dan tuntunan Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, ada juga sebagian kaum Muslimin yang tidak diberi anugrah oleh Allah untuk bisa mencintai Nabi Muhammad sembari melaksanakan segala apa yang diperintah, diajarkan dan dilarang oleh Rasulullah.

Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman bahwa ketika setiap Muslim itu benar-benar mencintai Allah, maka syarat mutlak yang harus ia laksanakan adalah agar dia mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١

“Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran 3 : 31)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat yang mulia ini adalah hakim (yang mengadili) bagi setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tidak berada di jalan (tuntunan) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam segala aktivitas kehidupannya di dunia). Dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuannya hingga dia mengikuti ajaran (dan tuntunan) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/467)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, salah satu aktivitas dan ibadah yang sudah dituntunkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti dan terlarang untuk kita selisihi adalah ketika bersantap sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat berkah”. (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam hadits lainnya dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ

“Makan sahur adalah berkah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang diantara kalian hanya minum seteguk air”. (HR. Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami’ Ash-Shaghir, 1/686 no. 3683)

Sedangkan waktu yang utama untuk makan sahur adalah dengan mengakhirkan waktunya hingga mendekati terbit fajar, atau 15 sampai 20 menit sebelum waktu adzan subuh. Mengakhirkan waktu sahur ini merupakan sunnah dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhuma, beliau bekata,

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاةِ. قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسِينَ آيَةً

“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) berkata, ‘Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar/subuh)?’ Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘50 ayat’”. (Muttafaqun ‘alaih)

Sementara untuk berbuka puasa, maka Rasulullah mengajarkan agar disegerakan, meskipun hanya dengan sebutir kurma basah (ruthob), kurma kering (tamr) atau air putih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan ifthor (berbuka puasa)”. (Muttafaqun ‘alaih dari sahabat Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu)

Al-Imam Ibnu Daqiq Al-‘Ied rahimahullah berkata, “Hadits ini merupakan bantahan terhadap orang-orang Syi’ah yang mengakhirkan berbuka puasa hingga tampak bintang-bintang”. (Disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari, 4/234)

Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مِنْ أَخْلَاقِ النُّبُوَّةِ؛ تَعْجِيْلُ الْإِفْطَارِ، وَتَأْخِيْرُ السَّحُورِ، وَوَضْعِ الْيَمِينِ عَلَى الشِّمَالِ فِي الصَّلَاةِ

“Tiga (3 perkara) termasuk akhlaq kenabian (yaitu): menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat”. (HR. Ath-Thabarani dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu)

Untuk doa berbuka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah adalah sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau berdoa,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta mendapat pahala insya Allah”. (HR. Abu Dawud, lihat Shahih Sunan Abi Dawud, 2/59 no. 2357 dan Al-Irwa’, 4/39 no. 920)

Dan kurma adalah santapan berbuka puasa yang sering didahulukan oleh Rasulullah. Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan ruthob sebelum melaksanakan shalat (Maghrib), maka jika tidak ada ruthob (beliau berbuka) dengan tamr, jika tidak ada (tamr) maka beliau berbuka dengan meneguk air”. (Hadits hasan shahih, riwayat Abu Dawud dan lainnya, lihat Shahih Sunan Abi Dawud, 2/59 no. 2356 dan al-Irwa’, 4/45 no. 922)

Kebahagiaan dan kenikmatan yang dirasakan orang berpuasa adalah saat tiba waktu berbuka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa umatnya senantiasa dalam kebaikan selama mereka selalu menyegerakan berbuka. Sementara untuk makan sahur, yang dianjurkan adalah mengakhirkannya karena didalamnya ada keberkahan.

Demikian sekelumit artikel dan hal yang dianjurkan Rasulullah saat berpuasa, yakni mengakhirkan sahur dan menyegerakan waktu berbuka puasa. Inilah yang dikatakan para ulama sebagai sunnah ketika berpuasa. Bahkan berbuka mesti ada karena Islam melarang melakukan puasa terus menerus tanpa ada waktu berbuka atau yang dikenal dengan istilah melakukan puasa wishol. Semoga kita semua bisa mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1440 H kali ini. Aamiin… [Edt; Abd]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...