Thursday , December 12 2019
Home / Headline / Sejumlah Amalan Pada 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Sejumlah Amalan Pada 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Oleh: Abdurrahman

(Mata-Media.Net) – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه البخاري)

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal/pertama Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fie sabiilillaah?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fie sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid)”. (HR. Bukhari)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah Ta’ala semuanya, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah 1440 Hijriyah (H). Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan didalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas (12) bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Diantaranya empat (4) bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu mendzalimi dirimu dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum Musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa”. (QS. At-Taubah 9 : 36)

Didalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر، الذي بين جمادى وشعبان

“Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Diantara bulan-bulan tersebut ada 4 bulan yang haram (berperang didalamnya). Tiga (3) bulan berturut-turut, yaitu: Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, (dan yang terakhir) Rajab Mudhar, yaitu bulan diantara bulan Jumadi dan Sya’ban”. (HR. Bukhari)

Sedangkan didalam bulan Dzulhijjah ada hari-hari yang dipilih oleh Allah Ta’ala sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Allah Ta’ala berfirman,

والفجر وليال عشر

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh (10). (QS. Al-Fajr 89 : 1-2)

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan 10 malam yang dimaksud oleh Allah Ta’ala dalam ayat tersebut. Penafsiran para ulama ahli tafsir mengerucut kepada 3 pendapat:

Pertama: 10 hari pertama bulan Dzulhijjah

Kedua: 10 malam terakhir bulan Ramadhan

Ketiga: 10 hari pertama bulan Muharram

Akan tetapi pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, hal ini berdasarkan atas 2 hadits sebagai berikut,

1. Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma,

إن العشر عشر الأضحى، والوتر يوم عرفة، والشفع يوم النحر

“Sesungguhnya yang dimaksud dengan 10 itu adalah 10 bulan Al-Adh-ha (Idul Adha atau bulan Dzulhijjah), dan yang dimaksud dengan “ganjil” adalah hari Arafah, dan yang dimaksud dengan “genap” adalah hari raya Idul Adh-ha”. (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, hadits ini dinilai shahih oleh Al-Haakim dan penilaiannya disepakati oleh Adz-Dzahabi)

2. Konteks ayat dalam surat Al-Fajr. Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan Al-Fajr dalam ayat tersebut adalah fajar pada hari raya Idul Adha. Oleh karena itu yang dimaksudkan dengan “10 malam” yang termaktub dalam ayat kedua surat tersebut adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini lebih sesuai dengan konteks antar ayat. Wallahu a’lam...

Sementara itu, para ulama Ahlu Sunnah wal-Jama’ah terlah menjelaskan bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mensyari’atkan sejumlah amalan atau amal-amal shalih pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah yang mana umat Islam akan diberi ganjaran yang luar biasa. Diantara amal-amal tersebut adalah sebagai berikut,

 1. Puasa & Khususnya Puasa Arafah

Tidak syak (ragu) lagi bahwa berpuasa termasuk amal shalih yang sangat disukai oleh Allah Ta’ala. Disamping anjuran melakukan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka Allah menyukai para hamba-Nya yang memperbanyak puasa di hari-hari sebelumnya (dari tanggal 1 sampai dengan 8 Dzulhijjah) berdasarkan keumuman nash-nash hadits tentang keutamaan berpuasa. Rasulullah bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ

“Puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allâh, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya”. (HR. Muslim no. 1162 dan 196)

والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada wangi minyak kasturi”. (Muttafaqun ‘alaih)

2. Tilawah AlQur’an

Rasululaah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

القرآن أفضل الذكر

“AlQur’an adalah sebaik-baik dzikir”. (HR. Ibnu Khuzaimah, shahih)

Adalah hal yang sangat baik jika dalam waktu 10 hari tersebut, kaum Muslimin dapat mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an dengan membaca 3 juz setiap harinya. Hal ini sebenarnya mudah untuk dilakukan bagi yang berkeinginan kuat untuk melakukannya, yaitu dengan memanfaatkan waktu sebelum dan sesudah shalat fardhu. Dengan membaca 3 lembar sebelum shalat dan 3 lembar sesudah shalat, insya Allah dalam 10 hari kita mampu mengkhatamkan Al-Qur’an. Intinya adalah mujaahadah (bersungguh-sungguh).

3. Sedekah

Diantara yang menunjukkan keutamaan bersedekah adalah cita-cita seseorang yang sudah melihat ajalnya di depan mata, bahwa jika ajalnya ditangguhkan sebentar saja, maka kesempatan itu akan digunakan untuk bersedekah. Allah Ta’ala berfirman menceritakan saat-saat seseorang menjelang ajalnya,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih”. (QS. Al-Munafiqun 63 : 10)

4. Kurban Pada Hari Raya Idul Adha & Hari Tasyrik

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فصل لربك وانحر

“Maka shalatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!”. (QS. Al-Kautsar 108 : 2)

Kurban adalah ibadah yang disyari’atkan setahun sekali dan dilaksanakan di bulan Dzulhijjah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صلى صلاتنا، ونسك نسكنا، فقد أصاب النسك. ومن نسك قبل الصلاة فلا نسك له

“Barangsiapa yang shalat seperti kita shalat, dan berkurban seperti kita berkurban, maka sungguh dia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barangsiapa yang menyembelih kurbannya sebelum shalat Idul Adha, maka kurbannya tidak sah”. (HR. Bukhari)

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kurban itu merupakan kekhususan dan syi’ar Islam yang hanya terdapat di dalam bulan Dzulhijjah. Kurban ini pun adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Rasulullah,

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

Berkurban dengan menyembelih dua (2) ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu“. (Muttafaqun ‘alaih)

5. Haji & Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“.

Allah Ta’ala juga berfirman,

الحج أشهر معلومات

“Haji itu pada bulan-bulan yang tertentu”. (QS. Al-Baqarah 2 : 197)

Yang dimaksudkan dengan haji dalam ayat di atas adalah ihram untuk haji bisa dilaksanakan dalam bulan-bulan yang sudah ditentukan, yaitu: Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Selain bulan-bulan tersebut, maka ihram seseorang untuk haji tidak sah. Bahkan hampir sebagian semua prosesi manasik haji dilakukan pada bulan Dzulhijjah.

6. Takbir & Dzikir

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. (QS. Al-Hajj 22 : 28)

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan 10 hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid“. (HR. Ahmad)

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada 10 hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq rahimahullah meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan,

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. (QS. Al-Baqarah 2 : 185)

7. Melaksanakan Shalat Idul Adha & Mendengarkan Khutbah Ied

Setiap Muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari Raya adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan, janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan kemaksiatan yang sejenisnya. Yang mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama 10 hari.

Oleh karena itu, ketika tanggal 10 Dzulhijjah, fokus dan kusyu’lah dalam melaksanakan sholat Idul Adha dan mendengarkan khutbah serta amal sholih lainnya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, masyarakat Madinah memiliki dua (2) hari yang mereka rayakan dengan bermain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: ‘Dua hari apakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Kami merayakannya dengan bermain di 2 hari ini ketika zaman Jahiliyyah”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا؛ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Sesungguhnya Allâh  telah memberikan ganti kepada kalian 2 hari yang lebih baik; Idul Fithri dan Idul Adha”. (HR. Ahmad III/103, 178, 235, 250; Abu Dawud no. 1134 dan An-Nasa’i III/179-180)

Terakhir, mari kita memohon kepada Allah Ta’ala agar diberi kemudahan, kekuatan dan taufiq-Nya agar kita bisa mengisi 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah dengan amal-amal shalih, dan semoga amalan kita tersebut diterima oleh Allah Ta’ala sebagai pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat nanti. Aamiin.. [Edt; Abd]

Check Also

Menag Fachrul Razi Sebut Radikalisme Menyusup di PAUD

JAKARTA (Mata-Media.Net) – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi kembali melontarkan pernyataan kontroversial dan meresahkan umat ...