Sunday , December 8 2019
Home / Headline / Perjuangan Islam Tak Tergantung Pada Tokoh & Sosok Tertentu

Perjuangan Islam Tak Tergantung Pada Tokoh & Sosok Tertentu

Oleh: Ustadz Qutaibah Muslim

(Mata-Media.Net) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ﴿١٤٤﴾وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (Murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu. Dan barangsiapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami berikan balasan kepada orang yang bersyukur”. (QS. Ali ‘Imran 3 : 144 – 145)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, perlu diketahui bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah seorang nabi dan rasul yang berbeda dengan para nabi dan rasul yang lain. Rasulullah merupakan manusia biasa yang bisa meninggal seperti para nabi dan rasul lainnya, serta umat Islam pada umumnya.

Akan tetapi, Rasulullah mempunyai keistimewaan dari nabi dan rasul sebelumnya, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah khotamul-anbiya’ (penutup para nabi) dan syariatnya berlaku pada sleuruh manusia, dan tidak hanya bagi kaumnya saja sebagaimana nabi dan rasul terdahulu. Selain itu, kekhususan Nabi Muhammad adalah, beliau termasuk diantara para rasul yang memiliki tugas untuk menyampaikan risalah (ajaran) dari Rabb dan melaksanakan perintah-Nya serta mejauhi larangan-Nya kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman atau hari kiamat nanti.

Ketika kabar meninggalnya Rasulullah tersebar ke seluruh penjuru kota Madinah, maka para shahabat radhiyallahu ‘anhum pun merasakan kegoncangan dan kesedihan yang sangat dahsyat, sampai-sampai banyak diantara manusia ketika itu yang tidak percaya dan seolah-olah tidak terima dengan berita tersebut. Bahkan tidak sedikit pula yang kemudian sampai kembali kepada kekafiran (Murtad) dan keluar dari Islam.

Ditengah situasi yang menegangkan itu, maka tampillah shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu yang mengingatkan kaum Muslimin untuk tetap teguh diatas agama Allah Ta’ala karena seorang Mukmin itu beramal hanyalah untuk Allah Ta’ala saja. Sehingga dengan meninggalnya satu tokoh dan sosok atau pemimpin tertentu jangan sampai menjadikannya berpaling dari agama Allah Ta’ala. Sebab, dakwah Islam dan perjuangan untuk menegakkan dienul-Islam itu tidak terpaku dan tergantung pada tokoh dan sosok tertentu saja. Maka, Abu Bakar kemudian berkata dihadapan manusia setelah memuji Allah Ta’ala, dengan perkataannya yang masyhur,

أَلَا مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ.

“Ketahuilah, barangsiapa yang menyembah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Muhammad sekarang sudah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup tidak wafat”. Kemudian beliau (Abu Bakar) membacakan sebuah ayat,

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ وقال وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ قَالَ فَنَشَجَ النَّاسُ يَبْكُونَ … (رواه البخاري، رقم 3670)

“Sesungguhnya engkau akan mati, dan sesungguhnya mereka pun akan mati pula”. Dan membaca ayat: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (Murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. Beliau berkata: Maka mulai terdengar isak tangis dari para sahabat yang lain….”. (HR. Bukhari no. 3670)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, demikian pula yang harusnya dilakukan dan menjadi teladan bagi umat Islam, khususnya para mujahidin pada zaman sekarang ini. Ketika ada satu tokoh dan sosok atau pimpinan tertentu yang meninggal saat bertempur melawan musuh-musuh Islam dalam medan jihad maupun meninggal didalam penjara, maka tidak perlu terlalu bersedih dan meratapi, apalagi sampai kemudian kembali ke belakang, baik futur ataupun kufur (Murtad).

Percayalah, bahwa Allah Ta’ala akan mengganti sosok dan tokoh tersebut dengan yang lebih baik, sholih, alim dan kuat lagi tekadnya untuk menghadapi musuh-musuh Islam beserta antek-antek serta kaki tangannya dari kalangan Munafikin. Seharusnya yang dilakukan umat Islam ketika ada pemimpin mujahidin ataupun tokoh umat Islam yang meninggal, mereka segera merapatkan shof dan mempersiapkan bekal apa saja yang bisa dilakukan untuk melanjutkan estafet dakwah Islam dan perjuangan Islam kedepan, hingga akhir zaman. Wallahu a’lam bish-showab.. [Edt: Abd]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...