Sunday , December 8 2019
Home / Headline / Apa Hukuman Bagi Penghina Nabi Muhammad?

Apa Hukuman Bagi Penghina Nabi Muhammad?

Oleh: Furqon

(Mata-Media.Net) – Akhir-akhir ini masyarakat Muslim di Indonesia sedang diramaikan oleh perilaku Sukmawati Soekarnoputri yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sukmawati menyebut Soekarno lebih berjasa daripada Nabi Muhammad, seorang nabi dan rasul yang diagungkan dan dimuliakan oleh Islam dan kaum Muslimin. Lalu, apa hukuman bagi penghina Nabi Muhammad?

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, menghina Nabi Muhammad ﷺ adalah tindakan kekafiran dan dapat menyebabkan pelakunya keluar dari Islam, baik hal itu dilakukan serius maupun dengan bercanda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ

“Jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. (QS. At-Taubah 9 : 65)

Saat orang-orang Munafik yang menghina Nabi Muhammad itu menyanggah bahwa mereka melakukan itu hanya sekedar bercanda, maka Allah pun menjawab,

لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ

“Tidak perlu kalian mencari-cari alasan, karena kalian telah kafir setelah beriman”. (QS. At-Taubah 9 : 66)

Syekh Abdurrahman Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan makna ayat ini dalam kitab tafsir karyanya,

فإن الاستهزاء باللّه وآياته ورسوله كفر مخرج عن الدين لأن أصل الدين مبني على تعظيم اللّه، وتعظيم دينه ورسله، والاستهزاء بشيء من ذلك مناف لهذا الأصل.

“Menghina Allah, ayat-ayat dan Rasul-Nya adalah penyebab kekafiran, pelakunya keluar dari agama Islam (Murtad). Karena agama ini dibangun diatas prinsip mengagungkan Allah, serta mengagungkan agama dan Rasul-Nya. Menghina salah satu diantaranya bertentangan dengan prinsip pokok ini”. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 342)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, para ulama sepakat (ijma’) bahwa orang yang mengina Nabi Muhammad hukumannya adalah vonis hukuman mati. Dalam sebuah hadits,

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ ، فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ ، فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا

“Dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa salah seorang wanita Yahudi mencela menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ada salah seorang yang mencekik wanita itu sampai mati, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menuntut darahnya (artinya tidak di qishah)”. (HR. Abu Daud, no. 4362)

Mari kita simak keterangan Syaikhul Islam Al-Harrani dalam kitabnya Ash-Sharim Al-Maslul terkait ayat dan hadits diatas,

وقد حكى أبو بكر الفارسي من أصحاب الشافعي إجماع المسلمين على أن حد من سب النبي صلى الله عليه و سلم القتل كما أن حد من سب غيره الجلد

Abu Bakar Al-Farisi, salah satu ulama Syafi’iyah menyatakan, kaum Muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi ﷺ adalah dibunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina Mukmin lainnya berupa cambuk.

Selanjutnnya Syaikhul Islam Al-Harrani menukil keterangan ulama lainnya,

قال الخطابي : لا أعلم أحدا من المسلمين اختلف في وجوب قتله؛

Al-Khithabi mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya beda pendapat di kalangan kaum Muslimin tentang wajibnya membunuh penghina Nabi ﷺ”.

وقال محمد بن سحنون : أجمع العلماء على أن شاتم النبي صلى الله عليه و سلم و المتنقص له كافر و الوعيد جار عليه بعذاب الله له و حكمه عند الأمة القتل و من شك في كفره و عذابه كفر

Sementara Muhammad bin Syahnun juga mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa orang yang mencela Nabi ﷺ dan menghina beliau statusnya Kafir. Dan dia layak untuk mendapatkan ancaman berupa adzab Allah. Hukumnya menurut para ulama adalah dibunuh. Siapa yang masih meragukan kekufurannya dan siksaan bagi penghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia kufur”. (Ash-Sharim Al-Maslul, hal. 9)

Jika seandainya ada yang mengaku seorang Muslimah dan mencintai Nabi, namun realitanya baik ucapan dan sikapnya dia itu justru menghina Nabi, maka akan dihukumi Murtad.

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ : أَغْلَظَ رَجُلٌ لِأَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ ، فَقُلْتُ : أَقْتُلُهُ ؟ فَانْتَهَرَنِي، وَقَالَ : لَيْسَ هَذَا لِأَحَدٍ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslamiy, ia berkata, “Seseorang pernah berbuat kasar kepada Abu Bakar Ash-Shiddiiq, lalu aku berkata kepadanya (Abu Bakar), ‘Apakah boleh aku membunuhnya?’ Lalu ia menghardikku dan berkata, ‘Tidak boleh bagi seorang pun untuk dibunuh —hanya karena berbuat kasar kepada orang lain— selain Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam‘”. (HR. An-Nasa’i no. 4071; shahih)

Dari sini dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan untuk membunuh setiap orang yang mencela atau berbuat kasar kepadanya. Dan ini berlaku bagi siapa saja, baik dia itu mengaku Muslim terlebih kalau dia itu orang Kafir. Wallahu a’lam.. [Edt; Abd/dbs]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...