Thursday , November 21 2019
Home / Headline / Nasihat Bagi Isteri: Jangan Malas Berdandan & Memakai Wewangian Untuk Suami

Nasihat Bagi Isteri: Jangan Malas Berdandan & Memakai Wewangian Untuk Suami

(Mata-Media.Net) – Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi”. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari ‘Abdullah bin Salam)

Dalam hadits yang lain, sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan, Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Apa ciri wanita yang paling sholihah?”. Jawab beliau,

الَّتِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ

“Yang menyenangkan suami ketika dilihat, dan mentaati suami ketika diperintah”. (HR. Ahmad 9837, Nasai 3244 dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, secara fitroh bahwa seorang suami akan merasa nyaman dan senang melihat isterinya ketika sang istri berdandan, berhias dan mempercantik diri serta menyebarkan wewangian bagi dirinya dan suaminya. Dalam ibroh lainnya, hadits diatas sangat tegas mengajarkan jika wanita ingin menjadi istri sholihah, maka hendaknya dia berusaha berhias dan mempercantik diri dihadapan dan bagi suaminya.

Salah satu hak suami terhadap istri adalah hendaknya istri selalu berusaha melakukan sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta. Salah satunya dengan bersolek dan berdandan. Maka Islam pun mengimbau para istri dan wanita Muslimah untuk berhias diri didepan suaminya dengan celak, pacar, wewangian, dan bermacam perhiasan lainnya.

Pada zaman Rasulullah, seorang sahabat diutus Nabi untuk menemui Usman bin Madz’un, yang merupakan suami Khaulah binti Hakim. Rasulullah berbuat demikian setelah mendengar cerita Aisyah radhiyallahu ‘anha mengenai konisi Khaulah yang acak-acakan. Aisyah menuturkan kepada suaminya yakni Nabi Muhammad bahwa Usman selalu sibuk beribadah.

Pada siang hari, Usman selalu berpuasa dan kala malam sibuk dengan shalatnya. “Karena perbuatannya, Khaulah enggan berdandan,” ungkap Aisyah. Maka itu, Rasulullah menegur Usman yang telah ada di hadapannya agar tak meninggalkan sunnahnya untuk bergaul dan bermesraan dengan istrinya. Rasulullah sebagai uswah hasanah disamping rajin beribadah, tetapi juga tetap memperhatikan keluarga dan istri-istrinya dan istri-istri Rasulullah tetap melayani Rasulullah, termasuk dengan berdandan, berhias dan mempercantik diri seraya memakai pakaian yang menarik pandangan suami.

Sejatinya, tabiat perempuan adalah berdandan dan hak suami adalah melihat istrinya berdandan. Dan perlu dicatat dan diingat bahwa kewajiban perempuan dan para istri untuk berdandan demi suaminya tidak lekang oleh usianya yang telah menua. Sebagai contoh adalah Ulayyah binti Al-Mahdi, yang rajin membaca Al-Quran dan berada di mushalanya untuk shalat. Tapi, ia tak lupa berdandan.

Ketika Nailah menikah dengan Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dan dibawa ke rumahnya, ayah Nailah memberikan nasihat kepada putrinya. Sang ayah mengatakan kepada putrinya bahwa ia beruntung dibandingkan perempuan-perempuan Quraisy, namun mereka lebih pandai memakai wewangian.

Maka dari itu, ia mengatakan kepada Nailah untuk menjaga dua (2) hal ketika sudah bersuami, yaitu supaya menggunakan celak dan wangi-wangian. Meskipun berdandan memang disyariatkan kepada wanita, Islam juga menegaskan bukan berarti para perempuan boleh dan harus berlama-lama di depan cermin. Lalu, mereka meninggalkan ibadah dengan alasan fokus berdandan untuk sang suami.

Oleh karena itu, semuanya mesti dilakukan secara proporsional, yakni tidak berlebih-lebihan dan juga harus masih dalam koridor syariat yang dibenarkan dalam berdandan dan berhias. Misalnya, tidak mencukur alis, operasi plastik dan hal-hal lain yang dilarang oleh syariat Islam. [Abd/dbs]

Check Also

Demo Tolak Kenaikan BBM di Iran Tewaskan 106 Lebih Orang Syiah

TEHERAN (Mata-Media.Net) – Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara Syiah Iran mengakibatkan sebanyak 106 orang ...